NovelToon NovelToon
Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:712
Nilai: 5
Nama Author: Agung Noviar

Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 SERANGAN DARI MAKHLUK LEGENDARIS

Setelah ritual itu mencapai puncaknya, sebuah ledakan energi yang hebat membelah cakrawala. Cahaya ungu yang sangat terang menyambar ke langit, membutakan siapa pun yang memandangnya. Zeta terpaksa memejamkan matanya rapat-rapat sambil menahan tekanan udara yang seolah ingin meremukkan tulang rusuknya.

Saat cahaya itu meredup, Zeta perlahan membuka matanya dan seketika membeku. Berdiri dengan gagah di pusat ritual itu, sesosok monster berukuran masif dengan kulit bersisik merah yang berkilauan seperti magma mendidih. Sayapnya yang lebar membentang, menutupi sebagian hutan, dan keempat kakinya yang berotot mencengkeram tanah hingga retak.

Red Dragon. Naga api legendaris yang memiliki aura begitu mencekam sampai-sampai para Minotaur yang memanggilnya pun langsung menunduk ketakutan, tak berani mengangkat kepala sedikit pun. Kehadirannya memicu gelombang teror yang membuat ribuan burung terbang berhamburan memenuhi langit yang menghitam.

Bahkan di Ibu Kota, getaran aura itu terasa sampai ke sumsum tulang para warga. Mereka merasakan firasat buruk yang meyakinkan bahwa malapetaka mengerikan sedang terjadi.

Zeta yang melihat kemunculan itu sangat syok, keringat dingin mengucur di dahinya. "Haaaa... Naga asli di depan mataku sendiri!"

Tiba-tiba, naga itu memutar lehernya yang panjang. Mata reptilnya yang tajam langsung mengunci ke arah Zeta, seolah naga itu merasakan ada kekuatan besar yang terpancar dari mata Naha Zeta. Tanpa peringatan, sang naga membuka rahangnya yang lebar.

**WHOOOOSSSHHH!**

Naga itu menyemburkan api ungu tebal ke arah Zeta. Panasnya begitu luar biasa hingga udara di sekitar Zeta mendesis terbakar. Zeta kaget bukan main, ia segera mengarahkan tangan kanannya ke depan.

"Pelindung Angin Berlapis!"

Zeta menciptakan lima lapis dinding udara padat. Namun, dalam hitungan detik, pelindung itu hancur berkeping-keping. Satu... dua... tiga lapis meledak menjadi uap.

Zeta berteriak panik, "Gawatt! Pelindung angin dihancurkan begitu saja?! Aaaaargrgrg... sisa dua pelapis! Padahal itu semburan api, harusnya pelindung angin ini bisa menahannya! Tidak... itu api ungu! Api yang lebih panas dari api biasa! Arreg... aku harus kabur atau aku akan mati!"

Pelindung itu kembali retak, menyisakan hanya satu lapis terakhir yang sudah mulai memerah. Sebelum api itu menelan tubuhnya, Zeta dengan nekat mengarahkan tangan kirinya ke sisi kanan untuk menghempas badannya sendiri.

"Hempasan Angin!"

BOOM! Tubuh Zeta terhempas ke samping kiri tepat saat semburan itu mengenai tanah tempatnya berdiri. Tanah itu seketika gosong menghitam, dan pohon-pohon di sekitarnya terbakar hebat dengan api yang sulit padam.

Zeta mendarat dengan kasar, berguling-guling hingga tubuhnya menghantam pohon besar dengan bunyi BRAKK! yang keras. Ia terengah-engah, merasakan nyeri yang luar biasa di sekujur tubuhnya. "Sakittt... aku ngasal terbang, tapi lebih baik daripada aku kena semburan itu!"

Zeta mencoba membalikkan badannya, hendak mengarahkan pandangannya kembali ke arah naga. Namun, saat kewaspadaannya teralih, salah satu Minotaur dari ritual itu tiba-tiba meloncat tinggi. Dengan kecepatan luar biasa, Minotaur itu langsung memukul Zeta dengan palu raksasanya.

DUAAKKK!

Hantaman palu itu mengenai telak tubuh Zeta, mengirimnya terbang melesat seperti peluru. Zeta terhempas jauh, menabrak barisan pohon yang hancur berkeping-keping setiap kali tubuhnya menghantam batang kayu tersebut. Dunia terasa berputar, dan rasa sakit yang lebih hebat dari sebelumnya kini menjalar ke seluruh sarafnya.

Zeta terkapar di antara puing-puing pohon yang hancur. Tubuhnya terasa remuk, setiap sarafnya menjeritkan rasa sakit yang tak tertahankan. Pandangannya mulai mengabur, menatap langit yang tertutup awan hitam dan kepulan asap.

"Argg... apa perjalanan ku sudah tamat di sini?" gumam Zeta dengan suara parau, disertai tawa getir yang dipaksakan. "Ternyata yang ku pikirkan tidak semudah game yang aku mainkan di duniaku... hahaha. Apa aku sudah saatnya mati?"

Kesadaran Zeta perlahan menghilang. Ia pun pingsan di tengah kehancuran itu. Sementara itu, 100 meter dari tempatnya terbaring, api ungu dari naga tadi mulai menjalar hebat, melahap hutan dengan rakus.

HUUUUUAAAAAAARRRRRRRGGGGGHHH!

Raungan Naga Merah itu menggelegar, mengguncang fondasi Ibu Kota Beltrum. Putri Stella dan Laksamana Airon yang baru sampai di dekat hutan Gerbang 3 terhenti dengan wajah pucat pasi. Pemandangan di depan mereka benar-benar mustahil; hutan terbakar hebat dan sesosok naga legendaris membentangkan sayapnya yang raksasa, bersiap lepas landas menuju tengah kota.

"Tidak... tidak mungkin!" teriak Stella dengan suara bergetar. "Kenapa ada Red Dragon di sini? Bukankah habitat mereka sangat jauh dari Kerajaan Beltrum?"

Laksamana Airon segera mengajak putri Stella untuk kembali masuk gerbang. "Putri, ini sudah sangat aneh! Kita harus kembali ke Ibu Kota sekarang! Naga itu mengincar warga kita. Kita harus segera membentuk pertahanan!"

Di dalam kota, kepanikan pecah. Suara raungan itu membuat kaca-kaca bangunan bergetar. "Apa itu?! Suara itu... seperti legenda naga kuno Red Dragon ! Gawat!" teriak para warga yang mulai berlarian tak tentu arah.

Jenderal Lytia yang berlari menuju istana langsung menghentikan langkahnya, menatap bayangan raksasa yang menutupi matahari. Red Dragon itu terbang rendah, dan yang lebih mengerikan, ia membawa tiga Minotaur tadi di cengkeraman kakinya seolah-olah mereka adalah satu kesatuan pasukan penghancur.

"Semuanya tenang!" teriak Lytia dengan suara menggelegar di tengah kerumunan. "Cepat mengungsi ke halaman istana” lalu Lytia menyuruh Prajurit dekat gerbang istana untuk menyelamatkan warga Lytia segera mengumpulkan sisa pasukan yang ada di dalam kota, meskipun jumlah mereka sangat terbatas karena sebagian besar pasukan elit sedang berjaga di perbatasan Lembah Nox. Tak lama kemudian, Putri Stella dan Laksamana Airon tiba di tengah kota dengan berlari sangat cepat dan terengah-engah.

"Lytia!" panggil Stella. "Red Dragon muncul dari hutan dekat Gerbang 3. Hutan itu benar-benar aneh, apa yang sebenarnya terjadi di sana bukan kah kau kemaren kesana bersama Zeta?"

"Aku juga belum sepenuhnya paham, Putri," jawab Lytia dengan wajah serius. "Tapi sekarang bukan waktunya berpikir tentang hutan itu. Kita harus menghentikannya!"

Stella mengambil alih komando. "Laksamana Airon! Red Dragon punya api ungu yang sangat kuat. Aku butuh kau untuk menahan serangan apinya nanti. Dan kau, kumpulkan lima pasukan penyihir air terbaik untuk memadamkan kebakaran di hutan agar tidak meluas ke pintu gerbang 3 kerajaan !"

Stella beralih ke Lytia. "Lytia, kau akan mengurung naga itu dengan sihir tanahmu. Begitu dia terkunci, aku yang akan mengeksekusinya dengan sihir cahaya ku, aku ingin tau juga sudah seberapa kuat sihir cahaya ku! Semuanya, lakukan sekarang!"

Di Dalam Istana: Ujian Sang Penerus

Di balkon istana, Raja Beltrum menatap langit dengan tangan mengepal. Ia mulai panik melihat naga itu semakin dekat. "Siapkan pasukanku! Aku sendiri yang akan membasmi naga itu!"

"Jangan, Baginda!" sela sang Penasehat. " Dibawah perintah semua ini Kali ini Putri Stella yang memimpin misi. Berikan dia kesempatan, jangan ikut campur dulu."

Raja menoleh dengan marah. "Tidak mungkin! Dia putri satu-satunya, calon pewaris tahta! Itu Red Dragon, kalian ingin membiarkannya mati?!"

"Tenanglah, Raja," ucap Penasehat dengan lembut. "Ini kesempatan bagi Putri untuk menunjukkan kepemimpinannya. Bukankah Anda ingin dia tumbuh menjadi ratu yang hebat dan mampu menjaga istana ini sendiri? Mari kita percayakan semuanya pada Putri Stella."

Di tengah perdebatan itu, Ratu ibu Stella keluar dari kamarnya dengan langkah gontai karena sakit, dirangkul oleh seorang pelayan istana. Wajahnya penuh kekhawatiran. "Suamiku... apa benar Stella akan baik-baik saja? Aku tidak ingin kehilangan dia..."

Raja segera menghampiri dan memeluk istrinya dengan erat. "Tenang sayang, kita harus mempercayai putri kita. Dia bukan anak-anak lagi. Walaupun di mata kita dia akan selalu terlihat seperti bayi, tapi saat ini kita harus menyaksikan pertumbuhannya. Waktunya telah tiba bagi dia untuk menjaga kerajaan ini dengan caranya sendiri."

1
T28J
udah lama saya gak baca si Zeta 🙏
Pak Heru2025
lanjut thor
T28J
karena keren saya kasih anda /Rose//Rose//Rose/
Frando Wijaya
oh? cerita yg menarik...tpi nanti aja gw baca...krn ada novel lain yg gw blom baca
Zetavia: yeeyyy makasih kakk 😍😍
total 1 replies
Pak Heru2025
💪 lanjut min
Zetavia: siappp kakkk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut
Zetavia: okee kakk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut min
Alia Chans
semangat thort👈
Zetavia: makasih kakk
total 1 replies
Juun
kerjasama airon sama lytia keren hebattt
Juun
😍😍😍😍
Wawan
Semangat ✍️
T28J
kereeen 👍
Juun
wahh gilaaaaaaa asik bangettt
Zetavia: terima kasih 💪🙏😍
total 1 replies
Juun
keren dah
Juun
kalo di buat anime bagus loh ini
Juun
asikk bangettttt makin penasaran😍
Juun
suka banget biasanya pahlawan lawan raja iblis ini beda🤣
T28J
Zeta ... Zeta 🤣
T28J
mampir kemari,
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍
Zetavia: terima kasih kak boleh tuhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!