NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"

Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.

Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!

Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Malam Romantis & Janji Sehidup Semati

Bab 13: Malam Romantis & Janji Sehidup Semati

Setelah urusan perusahaan beres dan semua orang sudah tahu siapa bos yang sebenarnya, Gu Beichen tidak langsung pulang ke kediaman utama.

Dia mengajak Lin Qingyan pergi ke tempat lain.

"Kita mau ke mana lagi? Bukan ke rumah kan?" tanya Lin Qingyan penasaran sambil melihat pemandangan luar jendela mobil mewah mereka.

Mereka sekarang sedang melewati jalanan yang berkelok menuju area perbukitan yang asri dan sejuk. Udara terasa sangat bersih dan tenang.

"Rahasia," jawab Gu Beichen sambil tersenyum misterius. Dia menggenggam tangan istrinya erat dan mengecup punggung tangan itu berkali-kali. "Ada tempat spesial yang mau aku tunjukkan sama kamu. Tempat yang cuma kita berdua yang tahu."

 

Surga Kecil Milik Mereka

Sekitar satu jam perjalanan...

Mobil berhenti di depan sebuah Vila Mewah Modern yang terletak di tebing dengan pemandangan langsung ke laut lepas!

Desainnya sangat artistik, penuh dengan kaca, taman bunga yang indah, dan kolam renang infinity yang airnya jernih sekali.

"Wah... indah banget!" Lin Qingyan langsung ternganga kagum saat turun dari mobil.

"Ini milikmu?"

"Sebelumnya iya... tapi mulai sekarang ini milik kita berdua," jawab Gu Beichen lembut. Dia mengelus rambut istrinya. "Aku sering datang ke sini sendirian saat aku capek berpura-pura dan capek jadi orang jahat. Tapi sekarang... aku tidak akan sendirian lagi."

Dia menggandeng tangan Lin Qingyan masuk ke dalam vila.

Di dalam ruang tengah yang luas, sudah disiapkan makan malam romantis dengan lilin-lilin cantik, bunga mawar merah menyebar di lantai dan meja, serta musik klasik yang mengalun lembut.

"Selamat datang di rumah kedua kita, Nyonya Gu..." bisik Gu Beichen di telinga istrinya.

 

Makan Malam Penuh Cinta

Mereka duduk berhadapan di meja makan yang indah itu. Cahaya lilin menerpa wajah mereka berdua, membuat suasana terasa sangat hangat, magis, dan romantis.

Gu Beichen menuangkan anggur merah ke dalam gelas kristal mereka.

"Aku mau mengucapkan terima kasih sekali lagi padamu, Lin Qingyan," ucap Gu Beichen serius tapi matanya penuh kasih sayang.

"Terima kasih sudah datang ke hidupku yang gelap dan membosankan ini. Kau membawa warna, kau membawa tawa, dan kau membawa kehangatan yang selama ini tidak pernah aku rasakan."

Dia mengangkat gelasnya.

"Untuk kita... untuk pernikahan kita... dan untuk masa depan yang akan kita bangun bersama. Sehat selalu, bahagia selalu, dan saling mencintai selamanya."

Lin Qingyan menatap wajah tampan itu dengan hati yang berdebar kencang. Dia mengangkat gelasnya juga.

"Untuk kita..." jawabnya pelan, pipinya merona merah muda.

Clink!

Benturan gelas terdengar indah. Mereka meneguk anggur itu perlahan. Rasanya manis, sedikit asam, tapi meninggalkan rasa hangat yang menjalar sampai ke ulu hati.

Makan malam pun berjalan dengan sangat indah. Mereka berbincang banyak hal, tertawa, dan saling bertukar pandang yang penuh makna. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi topeng. Hanya ada dua hati yang saling mencinta.

 

Momen di Bawah Bintang

Setelah makan selesai, Gu Beichen mengajak Lin Qingyan keluar ke balkon luas yang menghadap langsung ke laut dan langit malam.

Langit malam itu sangat cerah. Bintang-bintang berkelap-kelip seperti taburan berlian, dan bulan purnama bersinar terang benderang.

Angin malam berhembus pelan, membuat rambut panjang Lin Qingyan berkibar indah.

"Dingin..." gumam Lin Qingyan sambil melingkarkan tangannya ke dada.

Seketika, sebuah jaket tebal dan hangat bahan wol terbungkus di bahunya. Gu Beichen berdiri di belakangnya, memeluknya erat dari belakang.

Dada bidang pria itu menempel sempurna di punggung ramping wanita itu. Kepala mereka bersandar satu sama lain.

"Lihat langit itu, Qingyan..." bisik Gu Beichen pelan di telinga istrinya, suaranya sangat seksi dan menenangkan.

"Selama ini aku pikir bintang itu jauh dan dingin. Tapi ternyata tidak... bintang yang paling terang dan paling hangat... sudah ada tepat di dalam pelukanku sekarang."

Lin Qingyan memejamkan mata menikmati momen ini. Tangannya naik ke atas menutupi tangan besar suaminya yang melingkar di perutnya.

"Beichen..." panggilnya pelan.

"Hmm... ada apa sayang?"

"Kamu janji ya... jangan pernah bohongi aku lagi. Jangan pernah pergi ninggalin aku. Aku gak kuat kalau harus kehilangan orang yang aku sayang," ucap Lin Qingyan lirih, ada getar sedih di suaranya.

Gu Beichen membalikkan tubuh Lin Qingyan agar berhadapan dengannya. Dia memegang kedua pipi mulus itu dengan kedua tangannya, menatap mata jernih itu dalam-dalam.

"Dengar aku, Lin Qingyan..."

"DUNIA INI BOLEH HANCUR, WAKTU BOLEH BERHENTI, TAPI JANJIKU PADAMU TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH!"

"Aku mencintaimu. Bukan karena harta, bukan karena paksaan, tapi karena jati dirimu. Kau adalah napas bagiku. Kalau kau pergi, aku juga akan mati."

"Jadi tenanglah... mulai sekarang dan selamanya... kau tidak akan pernah sendirian lagi."

 

Malam yang Mengubah Segalanya

Suasana semakin panas dan romantis. Tatapan mereka saling terpaku. Api hasrat dan cinta yang sudah tertahan lama akhirnya meledak sempurna!

Tanpa kata-kata lagi, Gu Beichen mengangkat tubuh ringan Lin Qingyan ke dalam pelukannya! Hup!

Dia membawanya menuju kamar tidur utama vila yang besar dan mewah itu.

Pintu ditutup rapat dan terkunci dari dalam.

Malam itu... malam yang sangat indah, sangat panas, dan sangat penuh kasih sayang. 😍🥵

Gu Beichen memperlakukan Lin Qingyan dengan sangat lembut, sangat perhatian, dan penuh rasa hormat layaknya seorang Ratu. Dia menunjukkan cintanya bukan cuma lewat kata-kata, tapi lewat sentuhan dan belaian yang membuat mereka berdua tenggelam dalam kebahagiaan tertinggi.

Mereka menjadi satu... tubuh dan jiwa menyatu selamanya!

 

Keesokan Pagi yang Sempurna

Matahari pagi bersinar cerah menyelinap masuk melalui celah tirai.

Lin Qingyan bangun dengan senyum tipis di bibirnya. Tubuhnya terasa lemas tapi hatinya penuh dengan kebahagiaan yang luar biasa.

Dia menoleh ke samping. Gu Beichen sudah bangun dan sedang menatapnya dengan senyum puas dan sangat manis.

"Selamat pagi, Nyonya Gu... Istriku cantik..." bisik Gu Beichen lembut. Dia mengecup kening istrinya dalam-dalam.

"Bagus tidurnya? Enak gak?" godanya nakal.

Lin Qingyan langsung membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya malu-malu. "Hush! Mulut aja! Jangan ditanya-tanya!"

"Hahaha!" Gu Beichen tertawa lebar sangat bahagia. Dia memeluk istrinya semakin erat.

"Ya sudah... kalau gak mau jawab, berarti kita ulang lagi ya pagi ini..."

"HEH! JANGAN DONG! AKU MASIH LEMAS!"

"Sayangku... kekuatan suamimu itu tidak ada habisnya lho... siap-siap ya!"

Mereka tertawa dan bercanda di bawah selimut tebal itu. Hidup mereka benar-benar sempurna sekarang!

 

SELESAI BAB 13 ✅🌙❤️🥵

jangan lupa dukung aku yah, terimakasih 😘

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!