NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Nova duduk dengan tenang, memperhatikan setiap kemewahan yang terbalut di rumah itu. Arga Pratama sebagai tuan rumah langsung membuka pembicaraan dengan suara yang terdengar akrab dan ramah.

“Anak muda, apakah benar kau ingin menjual berlian itu?” tanya tuan Arga.

Nova memperhatikan sekitarnya, dan ia terkejut saat melihat beberapa pengawal sudah berdiri di tak jauh di dekat mereka.

“Benar, om. Aku memang ingin menjualnya,” jawabnya dengan tenang.

Tuan Arga mengangguk, kemudian ia memperhatikan sekitarnya lalu menatap kembali ke arah Nova.

“Jangan khawatir, mereka semua pengawal yang bekerja denganku,” ucap tuan Arga seakan mengerti kemana arah Nova memperhatikan.

Nova mengangguk paham, lalu tersenyum. Belum sempat Nova menjawab, seorang wanita paruh baya dayang mendekat, siapa lagi jika bukan istri dari Arga Pratama, Kinan Wijaya ibu dari Aruna Pratama pemilik salah satu perusahaan terbesar di kota Meikarta.

Nova pun mengangguk sopan lalu berdiri dan bersalaman dengan sosok ibunya Aruna itu.

“Jadi ini, teman yang sering kamu ceritakan sayang? Pantas saja kau menyukainya, orangnya sangat tampan,” ucap Nyonya Kinan setengah berbisik namun masih bisa di dengar oleh Nova.

Hal itu membuat pipi Aruna bersemu merah, begitupun dengan Nova.

“MAMA...!!” teriak Aruna berusaha menahan malu karena ucapan ibunya itu.

Suasana kembali, tenang dan pembicaraan berlanjut. Tuan Arga menanyakan banyak hal tentang Nova, dia tinggal dimana dan siapa orang tuanya. Nova pun menjawab semua pertanyaan itu dengan tenang, ini pertama kalinya ia berbicara dengan seorang yang hanya bisa ia lihat di majalah bisnis saja.

Sesekali matanya melirik ke arah Aruna yang wajahnya masih memerah menahan malu. Dan setelah cukup lama mengobrol. Nova memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap dan ia tak ingin membuat ibunya terlalu khawatir.

“Baiklah, nomer rekeningmu akan siapa besok. Dan semua pembayaran hasil penjualan akan di masukan ke dalam kartu rekening baru milikmu,” ucap tuan Arga sekaligus mengakhiri

Nova mengangguk singkat, sekilas ia melihat ke arah Aruna yang masih menyembunyikan wajahnya di balik punggung nyonya Kinan.

“Oke Om, aku akan mengambilnya besok setelah pulang sekolah.”

Tuan Arga dan Aruna serta nyonya Kinan menawarkan Nova untuk di antar, tapi sayang Nova tetap memilih pulang sendirian saja menggunakan ojek.

Tuan Arga dan yang lainnya hanya membiarkan saja kemauan Nova itu, dan gan ingin memaksanya kembali.

Saat di jalan sepi, Nova di hadang belasan orang yang tiba-tiba saja datang menggunakan motor mereka yang berisik. Beberapa dari mereka terlihat seumuran dengan Nova, dan beberapa lagi terlihat jauh lebih tua.

Orang-orang itu mengepung Nova dan berusaha membuat sosok Nova ketakutan. Namun mereka sepertinya salah sasaran.

Salah satu pria bertubuh besar melangkah maju, memutar bahunya seakan sedang pemanasan.

“Serahin barang² berhargamu, anak muda. Biar urusan kita cepat selesai.”

Nova tidak langsung menjawab. Ia menarik napas pelan, merasakan aliran energi di dalam dantiannya bergerak lembut seperti arus air yang tenang namun dalam. Tubuhnya rileks, tapi setiap ototnya siap bergerak kapan saja.

“Memangnya urusan apa?” ucap Nova akhirnya, suaranya datar.

Pria itu menyeringai, lalu memberi isyarat kecil dengan dagunya. Tanpa banyak bicara, dua orang langsung maju dari sisi kanan dan kiri.

Serangan pertama datang cepat, sebuah pukulan lurus mengarah ke wajah. Namun bagi Nova, gerakan itu terasa lambat.

Ia hanya memiringkan kepala sedikit, membiarkan tinju itu lewat di samping pipinya, lalu dengan gerakan halus, tangannya menangkap pergelangan lawan. Seketika ia memutar tubuhnya, gerakan yang sederhana, tapi presisi.

Tubuh pria itu terangkat dan dibanting ke aspal dengan suara keras, belum sempat yang lain bereaksi, Nova sudah melangkah maju. Kakinya menghantam perut penyerang kedua, membuatnya terhuyung sambil kehilangan napas.

Kini mereka mulai sadar, anak yang mereka kepung bukan pemuda biasa.

Tiga orang maju bersamaan, kali ini lebih terkoordinasi. Satu dari depan, dua dari samping. Nova menggeser langkahnya, tubuhnya berputar ringan seperti mengikuti alur angin. Ia menangkis pukulan pertama, lalu membalas dengan siku yang menghantam bahu lawan hingga terdengar bunyi retakan pelan.

Kratak!

“Aaaarrggghh!”

Jeritan melengking itu keluar dari mulut salah satu pemuda dan membuat teman-temannya mundur beberapa langkah.

Tanpa jeda, Nova menunduk menghindari tendangan dari samping, lalu menyapu kaki penyerang itu hingga jatuh, tangannya bergerak cepat, menekan titik tertentu di pergelangan lawan lain, membuat pria itu langsung kehilangan kekuatan dan tersungkur.

Bruk!!

Satu per satu mereka tumbang.

Napas Nova tetap stabil. Tidak terengah, tidak tergesa. Seolah pertarungan ini hanyalah latihan ringan baginya.

Beberapa preman mulai ragu. Mereka saling pandang, langkah mereka tidak lagi seberani sebelumnya. Namun salah satu yang lebih tua berteriak kasar, mencoba membakar semangat.

“Bego! Dia cuma satu orang! Jangan mundur!”

Lima orang sekaligus menyerbu, kali ini Nova tidak hanya bertahan. Ia melangkah maju. Tubuhnya bergerak lebih cepat, hampir sulit diikuti mata, setiap serangan yang ia lepaskan tepat sasaran.

Pukulan ke perut, tendangan ke kaki, dorongan yang membuat lawan kehilangan keseimbangan. Tidak ada gerakan yang sia-sia.

Dalam hitungan menit, suara benturan tubuh dengan aspal dan rintihan kesakitan mulai memenuhi udara malam.

Satu orang mencoba menyerang dari belakang dengan besi pendek, namun Nova seolah sudah menyadarinya sejak awal. Ia berbalik setengah langkah, menangkap lengan itu sebelum ayunan sempurna, lalu memelintirnya hingga benda itu jatuh. Dengan dorongan ringan, pria itu terlempar dan tak bangkit lagi.

Akhirnya, suasana berubah sunyi.

Yang tersisa hanyalah tiga remaja seusia Nova, berdiri dengan napas tidak teratur, wajah mereka tegang, penuh campuran takut dan tidak percaya.

Di sekeliling mereka, rekan-rekan mereka sudah tergeletak, tak mampu melanjutkan perlawanan,

Nova berdiri beberapa langkah dari mereka.

Pakaiannya tetap rapi, hanya sedikit debu menempel di ujung celana. Tatapannya tenang, namun kini terasa jauh lebih tajam,

ia tidak langsung menyerang.

Hanya melangkah pelan mendekat, suara langkahnya di atas aspal terdengar jelas di antara keheningan yang mencekam.

“Kalian masih mau lanjut?” tanyanya singkat.

Ketiga remaja itu saling berpandangan, seolah mencari keberanian yang tersisa di antara mereka, Namun yang mereka temukan hanyalah keraguan.

Nafas mereka masih memburu, tangan sedikit gemetar, sementara di hadapan mereka Nova berdiri seperti tidak tersentuh pertarungan barusan.

Salah satu dari mereka, yang tampak paling berani, melangkah maju setengah langkah. Rahangnya mengeras, mencoba mempertahankan harga diri yang mulai runtuh. “Jangan kira kami takut!” ucapnya, meski suaranya tidak sekuat sebelumnya.

Nova tidak menjawab.

Tatapannya tetap tenang, memperhatikan setiap gerakan kecil dari ketiganya. Ia bisa melihat ketegangan di bahu mereka, cara kaki mereka berpijak yang tidak stabil, dan napas yang belum sepenuhnya pulih. Mereka belum siap, tapi dipaksa untuk tetap berdiri.

Aura dari tubuh mereka Nova dapat mengenalinya, meskipun ketiganya memakai penutup kepala.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!