NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: TRANSFORMASI JIWA DAN PENGKHIANATAN BERDARAH

​Ye Xuan duduk bersila di tengah ruangan. Di depannya, Pil Transformasi Roh melayang, memancarkan aroma obat yang begitu kuat hingga menyebabkan bunga-bunga di sekitar paviliun mekar seketika. Namun, Ye Xuan tahu bahwa bagi pemilik Tubuh Kaisar Kekacauan, proses menerobos ke tingkat Spirit Severing (Pemutus Roh) tidak akan sesederhana kultivator biasa.

​"Sistem, mulai prosedur asimilasi," bisik Ye Xuan.

​[Ding! Memulai Proses Transformasi Roh!]

[Peringatan: Inang tidak hanya harus memutus ketergantungan pada energi dunia, tetapi juga harus memutus 'Takdir Langit' yang mencoba mengikat garis keturunan Kekacauan.]

[Tingkat Rasa Sakit: Maksimal. Disarankan Inang tidak menggigit lidah sendiri.]

​Ye Xuan menelan pil tersebut. Seketika, ledakan energi murni menghantam Dantiannya. Rasanya seperti ribuan pisau panas mulai menguliti jiwanya dari dalam. Dalam visi mentalnya, ia melihat rantai-rantai emas raksasa yang turun dari langit, mencoba mengunci jiwanya agar tetap berada di bawah kendali Hukum Alam Surgawi.

​"Putuskan!" raung Ye Xuan dalam batinnya.

​Pedang Penghancur Surga di sampingnya bergetar hebat, mengeluarkan aura ungu yang menyelimuti seluruh ruangan. Qing'er muncul dalam bentuk proyeksi, wajahnya penuh kecemasan. "Tuan Muda, tahan! Jika kau gagal memutus takdir ini, jiwamu akan hancur menjadi debu kosmik!"

​Sementara itu, di koridor utama Akademi Langit Abadi, sebuah pengkhianatan sedang terjadi. Kepala Tetua Akademi, yang sebelumnya tampak netral, kini berdiri di depan sebuah gerbang teleportasi hitam. Di sampingnya adalah utusan dari Klan Su yang membawa perintah langsung.

​"Lin Fan adalah Ye Xuan," desis sang Kepala Tetua. "Aku sudah mencurigainya sejak awal. Berikan aku posisi sebagai Penguasa Wilayah Selatan, dan aku akan menyerahkannya pada kalian malam ini juga."

​"Lakukan," jawab utusan Klan Su itu dingin. "Pasukan Bayangan sudah mengepung paviliun meditasi."

​Kembali ke dalam ruangan, Ye Xuan berkeringat darah. Tulang-tulangnya berderak, bermutasi menjadi struktur yang lebih kuat dan berkilau seperti kristal gelap.

​[Ding! Integrasi 90%...]

[Jiwa Kekacauan telah memutus rantai takdir pertama!]

[Selamat! Inang telah berhasil menerobos ke tingkat: SPIRIT SEVERING TAHAP AWAL!]

​Energi di dalam ruangan itu meledak, menghancurkan semua perabotan. Ye Xuan membuka matanya, yang kini sepenuhnya berwarna ungu tua tanpa pupil, memancarkan otoritas mutlak atas ruang dan waktu di sekitarnya.

​Namun, ketenangan itu hanya bertahan sedetik.

​BRAAAKKK!

​Pintu paviliun hancur berkeping-keping. Belasan pria berpakaian hitam dengan topeng perak menyerbu masuk. Mereka adalah Pasukan Bayangan Pencabut Nyawa. Di belakang mereka, Kepala Tetua Akademi berjalan dengan senyum licik.

​"Lin Fan... atau haruskah kupanggil Ye Xuan?" Kepala Tetua itu terkekeh. "Akademi ini tidak bisa melindungimu lagi. Kau telah dijual ke Alam Surgawi."

​Ye Xuan berdiri perlahan. Meskipun ia baru saja melewati proses yang melelahkan, auranya justru terasa lebih tajam dari sebelumnya. Ia menatap Kepala Tetua dengan pandangan yang membuat pria tua itu merinding.

​"Kau menjualku demi sebuah jabatan?" suara Ye Xuan rendah, namun mengandung getaran yang membuat udara retak. "Kakekku yang membangun akademi ini untuk melindungi para jenius, bukan untuk membesarkan ular sepertimu."

​"Bicara sesukamu, bocah! Serang!" perintah Kepala Tetua.

​Pasukan Bayangan melesat maju, namun Ye Xuan hanya menjentikkan jarinya.

​"Domain Kekacauan: Kehampaan Mutlak."

​Seketika, seluruh ruangan itu kehilangan gravitasi. Para pembunuh bayangan itu membeku di udara, tidak mampu menggerakkan satu otot pun. Di mata mereka, Ye Xuan bukan lagi seorang murid, melainkan Dewa Kematian yang sedang berjalan di antara mereka.

​Ye Xuan meraih Pedang Penghancur Surga. Dengan satu tebasan horizontal yang malas, belasan pembunuh itu lenyap, terhapus dari eksistensi tanpa meninggalkan setetes pun darah.

​Kepala Tetua gemetar, ia mencoba melarikan diri, namun Ye Xuan sudah berada di depannya, mencekik lehernya dengan tangan yang dialiri petir ungu.

​"Mo Ran memperingatiku tentang ular, tapi aku tidak menyangka kepalanya adalah kau," Ye Xuan mempererat cengkeramannya. "Pergilah ke neraka dan sampaikan pada leluhur Klan Su... aku datang."

​KRAK!

​Ye Xuan melemparkan mayat Kepala Tetua ke lantai. Tiba-tiba, Mo Ran muncul di pintu dengan napas terengah-engah. "Xuan'er! Pasukan besar Klan Su sudah tiba di gerbang kota! Mereka menggunakan cermin pelacak jiwa! Kita harus pergi sekarang!"

​Ye Xuan menoleh ke arah langit yang mulai memerah karena api peperangan yang mendekat. "Kita tidak akan lari, Mo Ran. Kita akan menembus mereka."

​Ia memanggil ayahnya melalui transmisi jiwa. "Ayah, bawa Ling'er ke titik pertemuan. Malam ini, Kota Kekaisaran Langit akan menjadi saksi jatuhnya reputasi Klan Su untuk pertama kalinya."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!