NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Diam bukan berarti menjauh tapi menjaga batasan

Sejak hari itu, semuanya kembali berubah.

Bukan karena mereka menjadi lebih dekat…

tapi justru kembali berjarak. Sebab setelah proses ta’aruf selesai, Alya mengajukan persyaratan ke Zidan untuk tidak ada lagi percakapan pribadi di antara mereka di handphone ( Tidak ada chat lagi ). Ini bukan karena Alya tidak ingin menjalaninya.… tapi karena ia ingin menjaga batasan sebelum mereka resmi jadi suami istri.

Pagi itu, Alya duduk di kamarnya setelah selesai membantu Umi.

Ponselnya tergeletak di meja, layar kosong tanpa satu pun pesan dari Zidan.

Biasanya, dalam beberapa hari terakhir, selalu ada saja pesan singkat yang masuk.

“ Kamu sibuk ? ”

atau

“ Lagi apa ? ”

Namun sekarang… tidak ada lagi.

Sunyi.

Alya menatap ponselnya sejenak, lalu tersenyum kecil.

“Memang harus seperti ini…” gumamnya pelan.

Ia paham.

Ini adalah bagian dari menjaga diri.

Menjaga hati, dan

Menjaga batas.

Di ruang tamu, Abi sedang berbincang dengan Umi.

Tak lama, ponsel Abi berdering.

Nama yang tertera di layar membuat Abi langsung mengangkatnya.

Ayah Zidan.

“ Assalamu’alaikum, ” ucap suara di seberang.

“ Wa’alaikumussalam,” jawab Abi dengan tenang.

Percakapan pun berlangsung.

Membahas hal yang kini sudah tidak lagi ringan

tentang langkah berikutnya. Tentang rencana yang lebih serius.

Dan dari kejauhan, Alya hanya bisa melihat Abi berbicara. Ia tidak mendengar isi percakapan itu.

Namun ia bisa merasakannya. Bahwa semua sedang berjalan…...menuju arah yang lebih pasti.

Sementara itu, di tempat lain, Zidan duduk sendiri di kamarnya.

Ponselnya ada di tangan.

Ia membuka layar chat…

Nama Alya masih ada di sana. Namun tidak ada pesan baru.

Zidan menatapnya beberapa detik.

Lalu mengunci kembali ponselnya.

“ Apa memang harus begini ya kalau setelah ta'aruf ? Ah..... gue nggak ngerti lah gimana konsep ta'aruf itu ” gumamnya dalam hati.

Untuk pertama kalinya, ia menahan dirinya sendiri untuk chat Alya. Padahal dia ingin sekali mengirimkan pesan ke Alya. Tapi dia harus bisa menahannya. Bukan karena tidak mau…

tapi karena memilih untuk tidak melanggar janji yang telah dibuat dengan Alya. Meskipun Zidan itu anaknya nakal, bebas dan gaul, dia tidak akan pernah melanggar janjinya kepada orang lain.

...****************...

Hari-hari pun berjalan seperti biasa, tidak ada lagi percakapan dan sapaan. Namun anehnya…

jarak itu justru terasa semakin jauh. Tapi terasa semakin dekat yang lebih terjaga.

Sore itu, Abi memanggil Alya ke ruang tamu.

“ Alya, sini sebentar, Nak. Abi mau bicara sesuatu ” Ucap Abi sambil memanggil anak gadisnya itu.

Alya berjalan mendekat dan duduk dengan tenang.

Abi menatapnya lembut.

“ Tadi Abi sudah berbicara dengan orang tuanya Zidan, ” ucapnya pelan.

Jantung Alya berdegup lebih cepat.

“ Mereka ingin… melanjutkan ke tahap yang lebih serius. ”

Alya terdiam.

Tangannya kembali saling menggenggam.

“ Insya Allah… dalam waktu dekat, keluarga mereka akan datang lagi untuk melamar kamu secara resmi untuk Zidan, Nak ”

Alya pun terhening. Namun kali ini….. bukan karena ia merasa ragu lagi. Tapi melainkan karena… semuanya mulai terasa nyata.

Alya menunduk pelan.

“ InsyaAllah….. Alya siap, Bi. ”

Jawabannya sederhana. Namun penuh keteguhan.

Di luar sana, matahari mulai tenggelam. Langit berubah warna menjadi jingga menuju malam yang penuh bintang. Yang tampak lebih bersinar dari biasanya , seperti sebuah tanda bahwa satu fase telah berakhir. Dan fase yang lain…...akan segera dimulai.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!