“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Beni, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Syafira, yang kala itu tengah berada di minimarket yang sama dengan Khale, spontan menjatuhkan barang belanjaannya saat ia melihat sang mantan suami dengan seorang anak kecil di kasir.
“Syafira,” ucap Khale lirih, bersiap mengejar Syafira yang sudah kabur lebih dulu.
“Om Khale, aku mau ini, please,” rengak Aura menarik baju Khale hingga membuat lelaki itu tak jadi mengejar Syafira.
Dengan ekspresi kecewa karena ia tak mungkin meninggalkan Aura sendirian di sana. Benaknya berkecamuk tak karuan. Ia dengan jelas mendengar ucapan Syafira yang bertanya tentang promo. Seketika ia berfikir kemungkinan besar hidup sang mantan istri dan anak-anaknya kini tak berada dalam kecukupan. Khale pun semakin gelisah.
Begitu juga dengan Syafira yang tengah terengah-engah lari dari Khale. Otaknya berisik dipenuhi pertanyaan siapa anak perempuan yang bersama mantan suaminya tadi. Lalu tiba-tiba ia teringat pada anak Karina yang saat itu masih batita. “Apa itu anaknya Karina yang sekarang sudah besar?”
Kembali patah, Syafira yakin Khale sudah menikah dengan sang mantan kekasih karena tak mungkin jika mereka tak ada hubungan apapun, Khale masih bersama dengan anak kecil itu.
Sementara itu saat mengantar Aura pulang, Khale terus melamun. Setelah sekian lama, kini ia baru bertemu lagi dengan Syafira. Artinya informasi dari anak buahnya akurat. Seketika pula ia teringat bahwa wanita berhijab yang ia temui di gedung kesenian bisa jadi benar mantan istrinya. Syafira yang ia temui di minimarket tadi juga mengenakan hijab.
“Syaf, kamu masih tetap cantik. Tapi, kenapa kamu masih menghindariku? Kenapa kamu tidak pernah sekali pun memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan? Bagaimana keadaanmu dan anak-anak kita?” pikirnya.
Hingga tiba-tiba, mobil yang ia kendarai berhenti mendadak karena Khale menginjak rem dadakan.
“Om kenapa?” tanya Aura sambil menjilat es krimnya.
“Kalau benar Syafira yang aku lihat di gedung itu, berarti kembar….” Khale tak melanjutkan ucapan lirihnya.
***
“Ada apa Pak Khale tiba-tiba menghubungi saya di hari libur seperti ini? Apakah ada masalah dengan proyek?” Putra mengangkat panggilan dari Khale.
Mengatakan bahwa tak ada masalah apapun dengan proyek, Khale langsung to the point menanyakan sesuatu yang membuat Putra terdiam sekian detik.
“Apa nama istri Bapak adalah Syafira?” tanya Khale dengan mantap.
Terjeda sekian detik, Putra pun dengan mantap menjawab pertanyaan koleganya itu. “Benar.”
Bak petir di siang bolong, tubuh Khale membeku. Seketika dunianya runtuh saat itu juga. Bahkan ketika Putra menanyakan alasan Khale yang tiba-tiba bertanya nama istrinya pun tak Khale jawab. Ayah biologis kembar itu pun lalu menutup teleponnya.
Tak lama dari panggilan Khale, Putra meluncur ke rumah kontrakan Syafira.
“Kembar sudah pindah ke sekolah yang lebih bagus. Sekarang, kamu mau kita pindah juga ke rumah yang lebih besar? Aku sudah merasa cukup dengan rumah ini. Kamu sudah banyak membantuku, Putra. Biaya sekolah kembar yang kini lebih mahal saja sudah kamu tanggung, sekarang kamu juga akan menanggung tempat tinggal kami? Tidak, Put. Maaf, aku tak bisa,” tolak Syafira.
“Syaf, dengarkan aku dulu. Ada beberapa hal yang harus kamu tahu,” jawab Putra menatap tajam kedua bola mata Syafira.
Ia lalu menjelaskan bahwa saat ini ayah kandung kembar telah mengetahui bahwa mereka adalah sepasang suami istri. Pun dengan kembar yang diketahuinya dari awal adalah anak Putra. Untuk itu lah Putra ingin mereka benar-benar menikah.
Berpikir lebih jauh tentang kembar, Putra merasa perlu melindungi mereka ketika Khale tiba-tiba datang menemui mereka.
“Cepat atau lambat mantan suamimu pasti menemukan kembar. Kamu tahu? Hampir setiap hari Khale mengantar anak perempuannya yang bersekolah di tempat yang sama dengan kembar. Mereka bahkan beberapa kali berkomunikasi. Kamu tidak ingin kembar bertemu dia ‘kan? Untuk itu lah aku memindahkan kembar ke sekolah lain,” tutur Putra meyakinkan Syafira bahwa tindakannya tepat.
Tampak kebingungan dengan semua ini, Syafira menggeleng pelan tak percaya. “Anak perempuannya? Ka-kamu mengenal mantan suamiku? Lalu kenapa dia bisa berfikiran kita adalah keluarga? Apa kamu yang mengatakannya?”
Menjelaskan dari awal, Putra menceritakan pertama kali ia mengetahui Khale adalah mantan suami Syafira dari selembar foto pernikahan mereka yang tak sengaja terjatuh dari dalam buku di rak rumah kontrakan. Saat itu pula ia belum lama menjalin kerjasama dengan perusahaan Khale. Saat itu lah ia mencari informasi tentang Khale, yang ternyata sering ke sekolah kembar karena mengantar anak mantan kekasihnya yang kini menjadi anak tirinya. Putra juga dengan jujur mengatakan bahwa ia terpaksa memberitahu Khale bahwa mereka telah menikah saat ayah kandung kembar itu meneleponnya.
“Tapi aku tidak tahu dari mana dia tiba-tiba menanyakan hal itu. Mungkin orang-orangnya telah menyelidikimu. Makanya, aku ingin kalian pindah dari sini. Aku takut Khale sudah mengetahui tempat tinggalmu. Apalagi, dia juga sudah tahu kembar,” lanjut Putra.
Terhenyak, Syafira tak menyangka akan sejauh ini Khale akhirnya bisa menemukan mereka. Mendengar kabar status Khale, ia terdiam mematung. Pandangannya seakan kabur.
“Syaf, dari informasi yang aku dapat, beberapa tahun lalu mantan suamimu merenovasi bakery milik mantannya itu, oh lebih tepatnya "istri", hingga sebagus sekarang, karena bangunan sebelumnya yang bermasalah dan desainnya kurang apik,” ujar Putra semakin membuat Syafira ingin jatuh pingsan.
Putra menambahkan, sebelum menjalin kerjasama dengan perusahaan Khale, tentu ia akan melihat portofolio proyek-proyek perusahaan Khale yang sudah dikerjakan, salah satunya adalah toko kue Aura Bakery.
Tersenyum kecut, air mata Syafira menetes perlahan, benar-benar sejauh itu pengorbanan Khale pada Karina seusai kepergiannya.
Sama halnya dengan Khale, ia pun tak bisa berpikir jernih. Praduganya semakin melebar kemana-mana, salah satunya setelah mendapat informasi dari anak buahnya bahwa Syafira merupakan karyawati Putra. “Apa benar itu kamu yang diisukan memiliki hubungan dengan bosmu sendiri? Apa kamu sengaja melakukannya demi menghidupi anak-anakku? Lalu, kalau benar kalian sudah menikah, kenapa beberapa waktu lalu kembar ke sekolah hanya diantar motor hingga harus bertiga dengan pengasuhnya? Sangat tak masuk akal! Apakah ayah tirinya hanya menginginkan Syafira dan tak begitu peduli dengan kembar?”
...****************...
kan dia mau berubah dan bertanggung jawab🤭
KLO pun nggak BS balikan SM khale biar aja Syafira menjanda selama nya, tp hub anak² SM khale bagus..
kayaknya ada sesuatu antara putra dan Karina 🤔
ekhh khale bodoh harusnya kau jgn percaya sama perempuan siluman itu...suami paling bodoh