[Sedang Mengalami Revisi]
[Sebaiknya baca Modern System selama novel ini direvisi]
"Guru, berarti si cacat Deon tidak akan pernah bisa menjadi seorang Machitis? ... Benar-benar sampah klan Aciel."
Pada awalnya Deon hanyalah pemuda kurang beruntung dari klan terkuat tapi dapat hidup bahagia di kota Nervik.
Semenjak terjadinya suatu peristiwa di kota Nervik kehidupan Deon berubah secara perlahan. Dimulai dari kematian ibunya disusul perubahan sikap seluruh anggota klan kepada Deon.
"Aku memanglah bukan orang pendendam, tapi, aku tidak akan terima jika seluruh anggota klan ku dibantai! Apalagi jika wanita yang paling aku sayangi terluka!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Project, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13 Perang Himaka
Malam telah berganti pagi, matahari telah menunjukkan cahaya indahnya. Kebahagiaan telah menunggu di hari yang baru ini.
Ava, Ezra dan Wilona melanjutkan perjalanan panjang mereka menuju ibu kota Vice. Kota besar dimana kehidupan baru mereka telah menunggu.
"Guru Ezra, coba jelaskan tentang kerajaan kita!" Ucap Wilona yang sangat ingin tau tentang kerajaan tempat tinggalnya.
"Kerajaan Isla, dipimpin oleh seorang raja yang tinggal di istana kerajaan. Tapi sayangnya sang raja baru saja tewas lima hari yang lalu. Raja memiliki dua anak perempuan yang akan meneruskan tahtanya, tapi upacara pengangkatan belum direncanakan." Ezra.
"Guru... Aku mau tau tentang sistem pemerintahan, bukan yang guru kata kan barusan!!!" Ucap Wilona kecewa.
"Hahahaha, Wilona, Wilona, yang namanya kerajaan, pasti sistem pemerintahannya kerajaan." Ucap Ezra sambil menertawakan ketidaktahuan Wilona.
"Iya, ya. Hehehehe." Bukanya merasa malu Wilona malah tertawa kecil.
"Ehm... Guru, lalu dari mana guru tau kematian raja kita?" Ava.
"Ya jelas taulah, aku kan Ezra Fahar." Ucap Ezra menyombongkan diri sendiri.
"Lalu guru, ehm... Apa guru tau pemimpin pasukan DenTriaM yang tadi menyelidiki kasus keluarga Wilona?" Ava.
"Kalau pemimpin penyelidikan kasus aku tidak tau, tapi kalau pemimpin seluruh pasukan DenTriaM jelas aku tau." Ezra.
"Siapa guru, siapa?" Ucap Wilona antusias.
"Pasukan khusus DenTriaM dipimpin oleh empat orang hebat dan sangat kuat, mereka bernama Una, David, Zayn dan Brahman. Salah satu dari mereka adalah kenalanku" Ezra.
*****
Di hutan yang berbeda, bahkan hutan ini berada di sangat pinggiran kerajaan Isla. Terlihat Deon dan Felix masih menjalankan misinya mengawal keluarga bangsawan Tidelda kembali ke kotanya dengan selamat.
"Yon, apa kamu tau tentang pertempuran Himaka?" Ucap Felix bertanya sebelum memulai ceritanya.
Hari demi hari mereka lalui dengan Felix yang sering sekali bercerita tentang dongeng dan legenda kepada Deon untuk mengisi waktu luang sambil terus berjalan.
"Pertempuran Himaka? Perang apa itu?" Ucap Deon yang memang tidak tau sama sekali.
"Apa kamu mau dengar cerita tentang perang Himaka?" Felix.
"Ya, aku mau dengar!" Ucap Deon antusias.
*****
Perang Himaka terjadi jauh sebelum perang Machitis pertama bergejolak. Dinamai perang Himaka karena perang itu terjadi di lembah gunung Himaka yang sekarang menjadi wilayah kerajaan Gunhia.
Saat itu dunia terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama menamai diri mereka sebagai Gwyn dipimpin oleh pria bernama Michael. Sedangkan kelompok kedua bernama Du Solet dipimpin oleh Azazel yang sejatinya adalah Adik kandung dari Michael.
Perseteruan kakak beradik itu disebabkan oleh kedua orang tua mereka yang lebih perhatian kepada Michael dibandingkan Azazel. Kurangnya perhatian dan kasih sayang kepada Azazel membuat Azazel cemburu pada Michael.
Kecemburuan Azazel kepada Michael bertambah berkali-kali lipat bahkan berubah menjadi dendam, saat mengetahui jika Michael akan dijadikan pemimpin kelompok Gwyn melanjutkan kepemimpinan ayahnya.
Padahal Azazel yang telah membuat kelompok Gwyn menjadi sangat hebat dan disegani dunia pada saat itu.
Cemburu, dendam dan marah membuat Azazel gelap mata. Azazel bergabung dengan kelompok anarkis dan rival sejati kelompok Gwyn. Kelompok Du Solet.
Tak perlu waktu lama sejak Azazel bergabung dengan kelompok Du Solet, Azazel langsung merebut kursi pemimpin kelompok Du Solet dengan membunuh pemimpin sebelumnya. Bahkan Azazel memajang kepala pemimpin Du Solet terdahulu di gerbang masuk kelompok itu.
Setelah kejadian itu hanya perlu waktu beberapa bulan api pertempuran Himaka bergejolak. Machitis-Machitis pada waktu itu sangat-sangatlah kuat. Kerusakan tidak hanya terjadi di wilayah peperangan, kerusakan parah meluas hingga beribu-ribu mil jauhnya.
Korban jiwa berjatuhan di kedua kubu. Potongan tubuh manusia dan genangan darah sudah menjadi pemandangan umum pada waktu itu
Kelompok Gwyn sudah kehilangan kekuatan terbesarnya, Azazel. Bahkan karena Azazel kelompok Gwyn sudah berada diambang kekalahan.
"Hah, hah, hah, Azazel." Ucap Michael dengan terengah-engah kelelahan.
"Hahahaha, mana kakak Michael yang dulu lebih dijagokan ayah dan ibu?!!! Mana kelompok Gwyn yang dulu paling hebat?!!!" Ucap Azazel dengan nada tinggi sambil membentangkan kedua tangannya.
"Azazel, jika kamu mau menjadi pemimpin Gwyn kamu bisa mendapatkannya, aku akan menyerahkan kepemimpinan kepadamu. Aku sangat tidak ingin bertarung apalagi berperang melawan adikku sendiri."
"Aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin kamu menjadi seperti ini, aku ingin kamu kembali seperti dulu, aku ingin kamu mewujudkan impianmu, aku akan selalu berada di sampingmu. Azazel kembalilah!"
Michael mengutarakan semua isi hatinya, bahkan Michael sampai menangis di setiap kalimat yang diucapkannya.
"Heh," Azazel tersenyum sinis melihat kakaknya. Lalu Azazel berkata. "Aku sudah tidak membutuhkan itu semua! Aku hanya ingin dunia ini tau bahwa akulah yang terkuat, kalau perlu ayah dan ibu yang sudah berada di sana juga ikut tau?"
Tepat setelah Azazel mengucapkan kalimatnya, ia langsung menerjang kearah Michael.
*BHUAAK*
Pukulan Azazel lurus layaknya peluru meriam mampu ditahan oleh Michael menggunakan kedua lengannya. Pertarungan tidak berhenti sampai disitu saja.
Azazel terus melancarkan pukulan dan tendangan keras kearah Michael. Bukannya Michael lebih lemah dibandingkan Azazel hingga Michael hanya menepis dan menghindari serangan Azazel, tapi Michael serius tidak ingin bertarung apalagi berperang melawan adiknya sendiri.
*BHOOOM*
Pukulan keras seperti dihantam benda seberat 20 ton dengan kecepatan supersonik akhirnya mengenai pipi kiri Michael. Michael terhempas jauh seperti peluru meriam yang ditembakkan.
"Uhuk, uhuk, arggh." Michael berusaha berdiri sambil batuk mengeluarkan darah segar.
Melihat Azazel sudah melesat cepat kearahnya membuat Michael tersenyum. "Jika aku mati sia-sia tidak akan ada lagi yang bisa menyadarkan mu Azazel."
Michael membentangkan keduanya tangannya saat Azazel sudah dirasa dekat dengan dirinya. "Gone Gone Already."
*SHUUUS*
Tepat setelah Michael merapalkan mantra sihirnya, cahaya biru terbentuk cukup luas di atas tanah dengan pola tertentu.
Azazel yang tidak sadar jika dirinya sudah menginjak pola itu, membuat tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Raut wajah cemas dan ketakutan terlihat jelas di wajah Azazel.
"Aku tidak boleh tersegel segel sialan ini! Cepat lepaskan aku!!!" Bentak Azazel kepada Michael.
"Maaf Adikku, Gone Gone Already." Tepat setelah Michael merapalkan mantra sihirnya kembali, cahaya biru menyelimuti tubuh Michael.
"Sialan!!! Dengarkan aku dunia, rasa cemburu dan iri yang aku rasakan, juga akan menimpa kalian. Rasa cemburu dan iri akan membuat kalian berperang hingga kehilangan rasa kemanusiaan, dengar aku pasti akan kembali untuk membalaskan dendam ini!!!!!"
*DHUAAR*
*****
"Jadi perang Himaka tidak ada pemenangnya 'ya guru?" Ucap Deon setelah mendengar cerita dari Felix.
"Iya, dalam perang Himaka tidak ada yang keluar sebagai pemenang, karena Michael tewas sedangkan Azazel tersegel." Felix.
"Lalu batu Seal Stone ada di mana guru?" Deon.
"Menurut rumor yang beredar kelima batu Seal Stone tersebar di seluruh dunia." Felix.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Deon Sword of Darkness" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.
muehehehe