" aku pulang besok pagi dan aku harap kamu sudah pergi dari hidupku untuk selamanya !! "
Aryasena
" kalau kau tidak mencintaiku aku mohon jangan sakiti aku "
Kinara
" lihat wajahku dengar suaraku aku suamimu mencintaimu seumur hidupku !"
Surya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alpha Hya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Di apartemen Melissa tampak kalang kabut karena sudah hampir tengah malam tapi Arya belum pulang juga, di telpon pun tidak ada jawaban.
Wulan dan ibu pun nampak khawatir takut terjadi sesuatu pada anak laki lakinya.
" Apa kamu sudah menelpon ke kantornya ? " tanya ibu
" Sudah Tante, katanya dari jam 7 mas Arya sudah keluar kantor " jawab Melissa
Bu Marni lalu menghubungi seseorang menggunakan ponselnya..lalu Bu Marni melakukan percakapan dengan orang yang di hubungi nya dan nampak senyum di wajah nya, tidak berapa lama Bu Marni pun menutup ponselnya.
" Sudah jangan khawatir, barusan Tante tanya sama satpam dirumah katanya Arya pulang kesana dan mobil nya pun masih ada di sana" kata Bu Marni sambil menepuk bahu Melissa
" Tapi kenapa gak bilang dulu ya Tante, trus kenapa ponselnya gak bisa dihubungi ?" tanya Melissa penasaran.
" Yang penting kita tau keberadaan Arya, sudah ! ibu mau istirahat dulu, ingat besok hari istimewa mu jangan sampai gara gara rasa khawatir mu yang berlebihan akan merusak penampilan mu besok "
Kata Bu Marni sambil beranjak ke kamar nya.
Melissa tidak membantah ucapan calon mertuanya lalu beranjak ke kamarnya di ikuti oleh Wulan dibelakangnya.
Di dalam kamar mandi nampak Arya masih berdiri di bawah shower dengan kedua tangan nya memegang tembok.
Sial !! apa yang sudah aku lakukan ? kenapa aku tidak bisa menahan emosi ku ? dan hasrat sialan itu !!! kenapa aku tidak bisa menahannya !! padahal aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran tapi aahhkkk kenapa jadi begini !!!
gumam Arya sambil menggaruk kepalanya nya dengan kasar , lalu Arya mematikan shower dan menyambar handuk dibelakangnya lalu menggosok rambutnya dengan handuk kecil.
Dengan bertelanjang dada Arya mengambil pakaian tidurnya lalu merebahkan badannya sambil berusaha memejamkan matanya.
Setelah Arya keluar dari kamar Kinara, dengan perlahan Bi Wari masuk ke kamar Kinara dan pa Maman hanya menunggu di depan pintu.
" Ya Allah !! "
Jerit bi Wari tertahan sambil menutup mulutnya demi melihat yang terjadi pada majikan nya.
Tampak dihadapannya Kinara tengkurap di atas tempat tidur dengan tangan terikat ke belakang tanpa pakaian dan badan penuh luka yang sebagian mengeluarkan darah.
Bi Wari langsung menutupi majikannya dengan selimut.
" Ada apa bi ? "
Tanya pa Maman tanpa berani masuk ke dalam kamar.
Dengan wajah pucat dan air mata yang membanjiri pipinya bi Wari menghampiri pa Maman sambil terisak ..
" Tolong Neni panggil kesini pa sambil bawa kotak obat " kata bi Wari
Pa Maman pun cepat cepat turun untuk mengambil kotak obat dan menyuruh Neni membantu bi Wari.
Dengan tangan gemetar dan menahan tangis nya Bi Wari mulai melepas ikatan tangan Kinara, lalu mulai memanggil nama majikan nya dengan pelan.
" Juragan ...! juragan...! "
Sambil menyentuh bahu Kinara dengan lembut
" Eehhhh..."
Terdengar erangan dari mulut Kinara.
Bi Wari sedikit tenang, ternyata majikan nya tidak pingsan.
Tidak lama kemudian bi Neni datang sambil membawa kotak obat dan wadah air untuk menyeka Kinara.
Sedangkan pa Maman dan pelayan lainnya berkumpul di depan pintu kamar Kinara menunggu kabar dari bi Wari.
Bi Neni memberikan kotak obat pada Bu Wari lalu Neni menuju kamar mandi untuk mengambil handuk kecil dan mengisi air untuk menyeka tubuh majikannya.
Dengan perlahan bi Wari mulai menyeka punggung Kinara sambil meniup nya seperti seorang ibu yang mengobati luka di tubuh anaknya,
Tampak luka bekas cambukan ikat pinggang dan gigitan yang sebagian mengeluarkan darah memenuhi punggung Kinara, membuat setiap sentuhan bi Wari membuat Kinara merintih kesakitan.
" Sabar ya juragan ..."
Ucap bi Wari sambil terisak, bi Neni pun meneteskan air mata nya tidak tega melihat penderitaan majikannya.
Setelah selesai menyeka punggung Kinara bi Wari mencoba untuk membalik kan badan Kinara, tapi melihat luka di punggung Kinara akhirnya bi Wari hanya memiringkan tubuh Kinara dan kembali bi Wari di buat menangis,
Ternyata tubuh bagian depan Kinara pun tidak luput dari luka cambuk dan luka gigitan.
Dengan sabar bi Wari dan bi Neni mengobati luka luka di tubuh Kinara ,
Setelah itu bi Wari mengambil daster dilemari Kinara agar majikan nya lebih nyaman saat memakai nya karena bahan nya yang dingin dan model nya yang longgar di badan,
Tapi ketika bi Wari meminta Kinara untuk duduk tiba tiba Kinara menjerit..
" Aahhkkkk !!" jerit Kinara sambil memegang pangkal pahanya.
" Saaakiittt bi..! " rintih Kinara
" Tahan ya juragan..."
Kata bi Wari sambil menahan tubuh majikan agar tidak jatuh kebelakang .
Ketika Kinara mencoba duduk tampak sesuatu mengalir bercampur dengan darah di pangkal paha Kinara.
Kinara memalingkan wajahnya dengan jijik seperti mencoba mengingkari apa yang sudah menimpanya.
" juragan mau saya bersihkan disini apa di kamar mandi ?" tanya bi Wari berusaha mengalihkan pikiran Kinara.
Kinara tidak menjawab hanya mengangkat tangannya menunjuk kamar mandi.
Sambil menahan sakit Kinara mencoba berdiri dengan di papah bi Wari dan bi Neni.
Sambil menunggu bi Wari yang membantu Kinara di kamar mandi bi Neni mengganti seprei dan membereskan kamar yang berantakan di bantu pelayan yang lain.
Setelah beres pelayan yang lain keluar dari kamar Kinara dan berkumpul di depan kamar.
Tidak lama Kinara keluar dari kamar mandi di bantu bi Wari.
Kinara duduk di tempat tidur lalu Bi Neni memberikan segelas teh manis dan semangkuk bubur di atas nampan ke hadapan Kinara .
Kinara mengambil teh manis itu dan mencoba meminumnya tapi tiba tiba ..
" Aaahhhhh..!! "
Kinara menjauhkan gelas teh manis itu dari mulutnya.
" Kenapa juaragan ? apa kepanasan ? "
Tanya bi wari sambil mengambil gelas di tangan Kinara.
Kinara menggeleng lalu membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya sambil memejamkan matanya menahan sakit.
Bi Wari hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya sambil menatap ngeri..
Nampak beberapa luka gigitan di ujung lidah Kinara yang masih sedikit berdarah membuat lidahnya menjadi bengkak, membuat Kinara sulit bicara apa lagi untuk makan dan minum.
Bi Wari mengipasi bubur dan teh manis lalu mengambil sedotan agar Kinara lebih mudah meminum teh manis nya.
Dengan telaten bi Wari menyuapi Kinara sampai habis walau membutuhkan waktu yang lumayan lama
Setelah itu bi Wari memberikan obat pereda nyeri kepada Kinara, semoga bisa sedikit meringankan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang penuh luka.
Bi Wari membantu Kinara merebahkan badannya dengan posisi miring lalu menyelimuti tubuh juragannya .
Ketika hendak beranjak Kinara menahan tangan bi Wari lalu menepuk tempat tidur di sebelahnya agar bi Wari menemaninya tidur .
" Sebentar juragan saya bilang dulu sama pa Maman "
Kata bi Wari sambil berjalan menuju pintu .
" Gimana keadaan juragan istri ? tanya pa Maman
" Besok saja saya cerita nya pa, juragan nyuruh saya nemenin tidur di kamarnya " jawab bi Wari.
" Ya sudah atuh kamu temenin juragan istri tapi kamu tidur di bawah tempat tidur juragan biar gampang kalo juragan butuh apa apa "
Kata pa Maman sambil meninggalkan kamar Kinara dengan pelayan yang lain untuk beristirahat, karena besok pagi tugas rutin nya sudah menanti.
Bi Wari segera mengambil kasurnya dan menggelar nya di bawah.
Nampak Kinara masih terjaga dengan tatapan kosong dan tangan yang memegang erat ujung selimutnya , terlihat dua bulir bening mengalir membasahi bantal di kepalanya.
Bi Wari mendekat , kemudian duduk di bawah dekat kepala Kinara yang berbaring,
Kemudian dengan lembut bi Wari mulai mengusap kepala Kinara seperti ibu yang sedang menina bobo kan anak nya.
Entah karena efek obat dan rasa lelah setelah apa yang menimpanya atau efek usapan lembut bi Wari di kepalanya tidak lama Kinara memejamkan matanya dengan nafas teratur.
Setelah memastikan majikan nya tidur bi Wari pun merebahkan badan nya berharap esok pagi nasib baik berpihak pada majikan nya.
biasax klo baca novel, gk smp selesai, soalx kdang udah bisa mengira endingx gmn.
ini mah bikin penasaran, kadang bikin bingung.
hahaha,,
it's oke gpp.
sehat selalu thor. 🤗