NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hello Rabbit

Treeng!!

Treeng!

Suara decitan linggis yang diseret dilantai terdengar ngeri ditelinga siapapun yang mendengarnya. Terlihat beberapa orang dengan baju serba hitam dan wajahnya bertopeng kelinci putih sedang berkeliaran disekitar rumah mewah. Mereka bahkan tak segan-segan untuk menghancurkan barang-barang yang ada didepannya.

"Gobl*k!"

Prang!!

Teriaknya dibarengi benda kaca yang dipukulnya keras. Ia terlihat marah karena tak segera mendapati apa yang dicarinya.

Diruang tersembunyi, ada dua orang yang berbeda lawan jenis sedang mengintip mereka semua. Dari balik lukisan yang dipajang, ternyata mereka menyembunyikan ruang rahasia kecil untuk jaga-jaga guna bersembunyi dari para penjahat. Seperti sekarang ini yang tengah mereka alami.

"Cari sampe ujung! Ku yakin mereka berdua harusnya sedang tidur didalam kamarnya masing-masing!" Ia cukup membentak para bawahannya agar terus mencari. Jika misi kali ini tidak membuahkan hasil, sudah tentu bahaya. Mungkin ia tidak seharusnya menyepelekan kedua bocah tengil calon korbannya ini.

"Anak-anak manis, ayah kalian mana? Aku temannya dan ingin bertemu" Ucapnya dengan nada yang seolah merayu anak kecil agar patuh. Tapi mereka berdua tidak sebodoh itu, mereka bukan anak kecil yang luluh hanya diberi sebiji permen yang sekali makan langsung habis.

"Sialan! Apa kalian pikir aku tidak tau jika kalian sedang sembunyi! Keluar jika kau bukan pengecut!" Ancamnya dengan merusak barang didepanya. Ia tidak peduli dengan apa yang telah ia rusak.

"Kakak gak usah takut, Austin disini!" Bisiknya pada seorang gadis cantik yang duduk dipojokan. Ia terlihat gemetaran karena ulah penjahat itu. Austin mendekat mencoba menenangkan sang gadis.

'Semoga Lily tepat waktu!' Batinya penuh harap. Untuk saat ini, dialah harapan satu-satunya yang Austin punya. Menelpon langsung polisi tidak memungkinkan, karena batu hpnya yang sudah hendak lowbat. Dan mungkin ia juga ingin modus sedikit, cari perhatian gadis itu?

"Lukisan ini terlihat sangat mahal, apa perlu kita ambil?" Ujar salah satu penjahat.

"Ambil saja jika kau mau!"

"Baiklah"

Ia mendekat kearah lukisan yang menjadi pintu ruang persembunyian Austin. Lukisan itu bak kaca dijendela. Jadi, jika lukisan itu dicopot, maka ditemukanlah mereka berdua.

"Austin!" Gadis itu meraih kedua tangannya Austin dengan takut. Bibirnya bergetar hebat seakan tau ini semua sia-sia.

"Tenang kak!" Ia masih saja berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Gadis itu nampak hendak berteriak, namun dengan sigap Austin menutup mulutnya dengan tangan.

"Jangan lakukan itu kak! Austin percaya semua akan baik-baik saja!" Bisiknya pada sang gadis yang menangis tanpa suara.

Wiiiiuwwww

Wiiiiuwwww

Tak jauh dari sana, terdengar suara sirine polisi mendekat kearah rumah Austin. Perasaan lega pun muncul dihatinya. Itu berarti Lily tepat waktu. Austin benar-benar bersyukur karena semua penjahat itu langsung hilang setelah mendengar suara polisi datang. Ia pun membawa kakaknya untuk segera keluar dari ruangan persembunyiannya itu.

"Apa saudara saudari ada yang terluka?" Tanya seorang polisi ketika datang.

"Tidak, pak! Untungnya kami selamat! Tapi mereka menghancurkan rumah orang tuaku, bisakah anda menyelidiki motif apa yang mereka lakukan?" Pinta Austin.

"Tentu saja, kami akan menindak lanjuti kasus ini dengan serius! Sebaiknya anda jangan dulu tinggal di rumah, ini hanya saran saya" Ujar sang polisi.

"Apa kalian menemukan hal mencurigakan?" Tanya polisi yang tadi mengobrol pada polisi lain.

"Kami hanya menemukan ini!" Jawabnya tegas sembari menunjukkan sesuatu ditangannya.

"Sepertinya, aku tau itu milik siapa" Ucap Austin ketika melihat sebuah kunci gantungan mobil yang tak sengaja tertinggal disana. Gantungan yang bermotif tengkorak hanya dimiliki oleh sebuah organiasi code red, pembunuh bayaran yang di kenal sangat kejam saat membunuh targetnya. Mereka mempunyai red room yang isinya para target akan dibunuh secara brutal sesuai permintaan penonton live streamingnya. Dan code red yang mempunyai corak tengkorak adalah 'Hello Rabbit' dengan topeng khasnya yang berwarna putih.

• • •

Pagi pun tiba, sepasang mata indah yang tertutup itu kini mulai terbuka perlahan.

"Hmmmhhh hoaaam!!" Ia menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal dan masih mengantuk itu.

"Lily, papa dateng" Ucap seorang pemuda yang sudah berada diambang pintu kamar gadis itu.

"Hah? Iya iyaa" Jawabnya dengan masih tertidur.

"Lily, papa dateng" Ucapnya lagi.

"Iya papa datang hore" Ujarnya lemas.

"Gadang?" Pemuda itu menghampirinya dengan nada sedikit ketus.

"Iyaa gadang iya" Jawabnya tanpa sadar.

"Main hp terus?" Pemuda itu mengambil ponsel yang masih berada ditangan sang gadis.

"Hm iya semalem ada yang nelponin Lily... Ummm buat nelpon polisi... He?!" Ia pun langsung terbangun saat mengingat kejadian tadi malam. Bisa-bisanya ia ketiduran saat masih berteleponan dengan polisi! Aduh dasar kebo emang! Lily merutuki dirinya sendiri. Untung saja ia masih sempat memberikan alamatnya pada polisi itu. Kalo belum kan gawat! Bisa-bisa malah dirinya yang ditangkap polisi karena lalai menjalankan amanah!

"Kak Austin!" Gadis itu merebut kembali ponselnya dengan cepat dan melihat notif.

Kak Austin

Thanks dear, you safe my life! Aku jadi semakin mencintaimu❤️

Lily malah cengo melihat pesan dari Austin yang dirasanya lebay itu. Ada perasaan lega juga saat tau dia baik-baik saja. Berarti dirinya berhasil membantunya.

"Siapa Austin?" Tanya pemuda yang berada didepan Lily dengan dingin seolah tidak suka.

"Calon pacarnya si Lily wups!" Ia terkejut dan langsung menutup mulutnya. Lily bodoh! Apa ia sedang bunuh diri!

"Eh bukan! Itu maksudku, aku lagi ngomongin soal pacar kuku itu lhoo sama dia hehe, katanya dia ngeliat kuku aku bagus cantik... Gitu! Terus dia nanyain belinya dimana buat hadiah doi nya hehe" Lily mencoba mengalihkan pembicaraannya.

"Hm oke! Tapi kuku kamu bersih aja" Ucapnya sembari membalik telapak tangan Lily.

"Oh itu! Ah dulu dulu! Ah kak Zevan gak tau aja itu pas dulu lho!" Ucapnya dengan tertawa paksa.

"Hm oke! Papa katanya mau ngomong sama kamu"

"Hah?! Ngomong apaan?!"

"Samperin"

"Takut"

"Mandi sana! Bau!" Pemuda itu beranjak dan berjalan menuju keluar kamar.

"Cehhh!"

"Ditunggu ya, ketepatan waktunya!" Ia pun pergi meninggalkan Lily yang sedang terdiam dengan kesal. Dia masih bingung, kenapa Austin bisa dalam bahaya seperti itu? Persetan buat penulisnya yang gak ngasih penjelasan! Mentang-mentang Austin hanya figuran seperti dirinya. Huh! Lily menggerutu dalam hati.

"Dasar penulis bege! Telel! Geblek! Keplek! Krepet! Fuck you!" Celetusnya tanpa sadar saat menuruni kasurnya. Ia pun segera mandi untuk bersiap.

•••••

"Hallo cantiknya papa!" Sapanya dari meja makan. Terlihat ia tengah sarapan roti panggang.

"Hai papa! Hehe maaf ya Lily kesiangan" Ucapnya dengan hati-hati. Ia pun duduk disalah satu kursi yang kosong.

"Papa punya kabar baik buat kamu!"

"Hah? Kabar baik apa pah?" Tanyanya heran.

"Sekarang kita akan pindah kota!"

"Uhuk uhuk!" Lily langsung terbatuk-batuk saat mendengarnya. Itukah kabar baiknya? Pindah rumah?!

"Kenapa mendadak si pah?"

"Buat apa menunda-nunda waktu bila bisa dikerjakan sekarang, bukankah seharusnya begitu?"

Lily terdiam. Ada benarnya juga kata papanya. Tidak seperti dirinya yang kadang menunda-nunda waktu untuk mengerjakan tugas sekolah. Lily hanya manggut-manggut karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

"Um pah! Papa udah tau belum... Soal... Lily di..." Ucapnya terbata-bata karena takut.

"Semua tentangmu papa sudah tau semuanya" Jawabnya memotong pembicaraan Lily yang belum selesai. Ia menatap papanya dengan meneguk segelas susu.

"Ohh?" Cengo Lily seperti orang bodoh.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!