NovelToon NovelToon
Gara-gara One Night Stand

Gara-gara One Night Stand

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Satu malam yang seharusnya terlupakan justru mengubah segalanya. Nayra, mahasiswi yang hidupnya sederhana, terbangun dengan kenyataan pahit—dia hamil dari pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Di tengah ketakutan dan tekanan, Nayra memilih mempertahankan janin itu, meski harus menanggung semuanya seorang diri.


Sementara itu, Arsen—seorang CEO dingin yang tak pernah memikirkan cinta—mulai dihantui bayangan malam yang sama. Hanya berbekal satu nama, ia mencari gadis yang tanpa sengaja telah mengubah hidupnya. Namun saat akhirnya mereka bertemu kembali, kenyataan jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.


Ketika tanggung jawab berubah menjadi perasaan, dan jarak usia menjadi tembok yang sulit ditembus… akankah Nayra membuka hatinya, atau justru memilih menjauh dari pria yang dulu hanya ia anggap kesalahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Yang Kuat

Sore itu langit mulai berubah jingga ketika Nayra dan Sinta masih duduk di kantin. Suasana sudah tidak seramai siang tadi. Beberapa mahasiswa mulai pulang, menyisakan suara obrolan yang lebih pelan.

Namun di meja itu— Pikiran Nayra masih belum benar-benar pergi dari kejadian sebelumnya.

“Na.” Suara Sinta menariknya kembali.

“Iya?”

“Kamu dari tadi bengong.”

Nayra menghela napas pelan. “Iya… lagi mikir.”

“Mikirin yang tadi?” tanya Sinta.

Nayra tidak langsung menjawab. Lalu mengangguk pelan. “Iya…”

Sinta menyandarkan punggungnya. “Cuma karena ketemu orang asing doang?”

Nayra menggeleng sedikit. “Bukan… bukan itu.”

“Terus?”

Nayra menatap meja. “Perasaannya aneh.”

Sinta mengernyit. “Aneh gimana?”

Nayra berpikir sejenak. “Susah dijelasin… tapi kayak…” ia berhenti. “Dekat.”

Sinta menatapnya lama. “Dekat?”

Nayra mengangguk. “Kayak aku pernah… ada di situasi itu.”

Sinta langsung tertawa kecil. “Na, Kamu kebanyakan mikir.”

Nayra tersenyum tipis. “Mungkin…” Tapi hatinya tidak sepenuhnya setuju.

***Malam hari—

Nayra duduk di kamar dengan lampu redup. Sinta sudah kembali ke kamarnya. Sementara Nayra masih terjaga. Ia membuka buku kecilnya lagi. Halaman baru. Tangannya mulai menulis pelan.

Hari ini aku hampir ketahuan. Tulisan itu berhenti. Ia menatapnya lama. Lalu melanjutkan. Dan aku merasa… seseorang semakin dekat. Tangannya berhenti lagi. Ia menghela napas panjang.

“Kenapa sih Aku ngerasa kayak gini…” gumamnya. Ia menutup buku itu perlahan.

Lalu berbaring. Namun matanya tetap terbuka. Pikirannya kembali ke satu sosok Pria yang tadi ia lihat sekilas. Tinggi. Tenang. Berbeda.

“Siapa dia…” bisiknya. Tidak ada jawaban. Tapi rasa penasaran itu semakin kuat.

***Di tempat lain

Arsen berdiri di balkon apartemennya. Langit malam terlihat gelap. Lampu kota menyala di mana-mana. Ia memegang ponselnya.

Namun tidak digunakan. Pikirannya kembali ke kejadian siang tadi. Seorang gadis. Baju putih. Wajah yang tidak sempat ia lihat jelas.

Tapi, Perasaan itu tidak salah.

“Raka.” Suara Arsen memecah keheningan.

Raka yang berdiri tidak jauh darinya langsung menoleh. “Ya, Pak?”

“Data mahasiswa yang tadi.”

“Sudah saya kumpulkan,” jawab Raka.

Arsen menoleh. “Persempit lagi.”

Raka mengangguk. “Baik. Ada kriteria khusus?”

Arsen terdiam sejenak. Lalu berkata pelan, “Cari yang sering ke klinik.”

Raka mengernyit. “Klinik?”

“Iya.”

Raka terlihat berpikir. “Bapak curiga…?”

Arsen menatap ke depan. “Aku nggak yakin… tapi kemungkinan itu ada.”

Raka mengangguk pelan. “Baik, saya coba telusuri.”

Esok hari****

Nayra berjalan pelan menuju kelas.

Hari itu ia merasa sedikit lebih baik. Tidak terlalu pusing.Tidak terlalu mual. Namun— Perasaan waspada itu masih ada.

“Kamu mendingan?” tanya Sinta.

Nayra mengangguk. “Lumayan.”

“Syukurlah." Mereka berjalan berdampingan.

Tiba-tiba— Dari arah berlawanan, Rina datang bersama dua temannya.

“Na!” panggil Rina.

Nayra langsung tersenyum tipis. “Eh, Rin.”

Rina berhenti di depan mereka. “Kamu kemarin bikin panik, tau nggak,” katanya.

Nayra tertawa kecil. “Maaf…”

Rina menatapnya lebih lama dari biasanya. “Kamu sekarang beneran kelihatan beda.”

Nayra menegang sedikit. “Beda gimana?”

Rina mengangkat bahu. “Lebih… lemes.”

Sinta langsung menyela, “Dia lagi kurang sehat.”

Rina mengangguk pelan. “Na…”

“Iya?”

Rina sedikit mendekat. “Kamu yakin nggak ada yang kamu sembunyiin?”

Deg.

Jantung Nayra kembali berdetak cepat.

Sinta langsung menatap Rina. “Apaan sih, Rin?” ucap Sinta.

Rina mengangkat tangan. “Aku cuma nanya.”

Nayra memaksakan senyum. “Nggak ada kok.”

Rina masih menatapnya.Beberapa detik. Lalu akhirnya mengangguk. “Ya udah… kalau ada apa-apa bilang, ya.”

“Iya,” jawab Nayra cepat.

Rina pergi bersama temannya.Suasana langsung terasa lebih ringan. Tapi hanya di permukaan.

“Dia mulai curiga,” bisik Sinta.

Nayra mengangguk pelan. “Iya…”

“Kamu harus lebih hati-hati lagi.”

Nayra menghela napas. “Iya…” Ia menatap ke depan. Langkahnya sedikit melambat.

“Sin…”

“Iya?”

“Kalau suatu saat semuanya terbongkar…”

Sinta langsung memotong, “Jangan mikir itu dulu.”

Nayra tersenyum tipis. “Tapi itu bakal terjadi.”

Sinta terdiam. Karena… itu benar.

*****

Raka masuk ke ruang kerja Arsen dengan membawa beberapa berkas.

“Pak, ada perkembangan.”

Arsen langsung menoleh. “Apa?”

Raka meletakkan berkas di meja.

“Dari data klinik sekitar kampus… ada beberapa nama mahasiswa yang rutin datang.”

Arsen berdiri.

“Mana?”

Raka menunjuk satu per satu.

“Ini, ini… dan ini.”

Arsen melihat.

Lalu berhenti di satu nama.

Matanya menyipit.

“Nayra Anastasya."

Raka mengangguk. “Iya, Pak. Nama itu muncul lagi.”

Arsen menatap berkas itu lama. “Frekuensinya?”

“Cukup sering dalam beberapa minggu terakhir.”

Arsen menghela napas pelan. Potongan-potongan itu semakin jelas.

Hotel. Mahasiswi. Dan kini— Klinik.

“Dia…” gumamnya.

Raka menatapnya. “Bapak yakin ini orang yang sama?”

Arsen tidak langsung menjawab. Namun kali ini— Tatapannya penuh keyakinan.

“Aku hampir nemuin dia.”

To be continued 🙂🙂🙂

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!