NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Tarikan nafas dalam-dalam, dalam kamus kehidupan nya saat ini, pemuda anak kedua dari pasangan Irwansyah dan Juliana itu, tak percaya dengan hal hal yang berbau mistik, ia lebih percaya dengan tindakan yang Riel yang bisa langsung di lihat oleh kedua matanya sendiri, namun setelah seminggu ini pikiran dan hatinya selalu terbayang bayang bahkan sampai terbawa dalam mimpi yang berturut-turut akan ucapan dari Abah Peot yang waktu itu pernah ia tolong.

Maksud tujuan nya datang ke Gunung Kanyang ini, selain menyelesaikan rasa penasaran dalam benak nya yang hampir satu Minggu ini, dan dia juga ingin mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang menimpa dirinya, di jadikan target oleh orang orang yang syirik pada nya.

" Ya...." Angguk pemuda itu, lelaki tua menatap tajam siap melebarkan kedua telinga nya, untuk mendengarkan permintaan dari pemuda bernama Prediansyah itu.

" Sebelumnya aku mohon maaf dulu, bila perkataan ku lancang dan mungkin menyinggung Abah, jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam sedalam lautan di segi tiga Bermuda, bahwa aku tidak pernah sedikitpun percaya pada Abah."

Prediansyah menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan lagi perkataannya, ekspresi wajah di tunjukkan oleh Abah Peot hanya tersenyum manis, tampak deretan gigi yang tengah menghitam terlihat jelas olehnya.

" Ya, lanjutkan anak muda, Abah ngerti." Angguk nya Abah Peot.

" Namun Bah, setelah aku menimbang nimbang dengan timbangan manual yang biasa di pakai orang orang di pasar, memutuskan untuk datang ke tempat ini menemui Abah Peot dan menyelesaikan rasa penasaran dalam hati nya akan ucapan dari Abah satu tahun ke belakang."

Abah Peot mengangguk. Kening nya berkerut, pemuda dari golongan kelas atas itu terlalu banyak berbelit belit dalam bertutur kata.

" Intinya aja anak muda, Abah bukan penyair cerita yang mampu mencerna setiap kosa kata dari mu." Pinta nya, Prediansyah langsung mengangguk.

" Begini Abah, aku saat ini sedang mengalami sebuah masalah yang sulit untuk di hadapi, permasalahan yang ku hadapi masih ada kaitan dengan kakak ku yang sudah menikah, aku mempunyai hubungan khusus bersama kakak ipar ku dan kini berjalan hampir tujuh bulan lamanya, namun akhir akhir ini kakak ku mulai curiga dan bahkan kedua orang tua ku pun mulai mencium bangkai yang telah aku sembunyikan selama beberapa bulan ini."

" Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang apakah meneruskan atau berhenti dan mengakui dosa." Sela Abah Peot menghentikan uraian kata dari pemuda yang mengakui dosa.

" Aku bingung, di sisi lain mengakui bahwa itu adalah dosa besar dan akan di kutuk oleh keluarganya, namun di balik semua itu ada sebuah kenikmatan yang tidak bisa di gapai oleh diriku seandainya melepaskan semua hubungan terlarang dengan kakak ipar ku.

" Ya kesenangan yang di rasakan hanya sesaat, tetapi kemadorotan akan kau rasakan di sisa hidup mu." Abah Peot memberikan nasehatnya.

Hening sejenak pemuda itu, bukan tentang bagaimana nanti akan terbongkar hubungannya dengan sang kakak ipar. Tentang status keluarga nya yang memiliki kolega terpandang di negara ini akan malu ketika kelakuan dirinya terbongkar bersama kakak ipar nya, sudah di pastikan perusahaan milik keluarganya akan hancur dan bahkan di kucilkan oleh orang orang yang berada dalam naungan nya.

" Sebaiknya kau sudahi hubungan terlarang mu, dan menghilang untuk sementara waktu, urusan kakak ipar mu serahkan pada Abah Peot." Ucap nya, hingga Prediansyah langsung bergetar hebat tubuhnya keringat bercucuran, lelaki tua yang memberikan nasehat itu tiba tiba hilang dalam pandangan nya.

Ini sungguh tak masuk akal buat nya, Sahung reot yang ia masukan berubah menjadi sebuah gua yang tampak dinding gua merayap rayap binatang melata yang mempunya bisa tinggi.

Prediansyah semakin ketakutan, bau pesing tercium di hidung nya, ia ngompol dalam celananya.

" Sial ini sangat menakutkan dan di luar nalar bagiku." Umpat Prediansyah bangkit bergegas keluar dari gua yang tampak cahaya matahari dari dalam gua terlihat olehnya.

" PENGAWAL................!

" PENGAWAL.................!

" PENGAWAL.................!

Teriak memanggil anak buah nya yang berada di luar oleh Prediansyah tak menyahutnya atau pun menghampiri nya, jalan keluar menuju gua lumayan jauh dan ia berjalan dalam keadaan merangkak. Prediansyah putus asa saat ini sepanjang hidupnya baru merasakan sesuatu yang di luar pikiran nya.

Lima jam telah berlalu, tekad dan keyakinan dalam hati menyesali dosa dosa yang sudah ia lakukan membuatnya ia bisa keluar dari goa yang tampak terlihat cahaya matahari namun tak kunjung menepi olehnya.

" Tuhan................. Ampuni setiap dosa yang telah aku lakukan saat ini, melupakan mu serta berpaling dari mu, mengerjakan setiap yang di larang oleh mu, itu adalah dosa besar bagiku. Andai hamba di berikan kesempatan kedua untuk bertobat, berilah hamba petunjuk dari jalan yang tak berujung ini.

Derai air mata membanjiri seluruh wajah Prediansyah dan rasa penyesalan dalam hatinya membuat dirinya bertekad untuk merubah diri dan berjalan di jalan kebenaran.

Dalam keputusasaan dan penyesalan diri, kedua mata Prediansyah terpejam, deburan jantung yang berdetak cepat dengan di iringi nafas yang memburu, tiba tiba terhenti, hingga dirinya berpikir bahwa sudah mati.

" Alhamdulillah." Kata pertama yang ia keluar dari mulutnya setelah membuka kedua matanya tampak pohon pohon menjulang tinggi, ia meyakini bahwa sudah berada di luar goa tersebut.

" Di mana aku? Bukankah aku tadi sudah mati di dalam goa, namun ini aku berada di luar goa dan tampak asing tempatnya." Prediansyah membatin dalam hatinya.

" Pukk...!

" Aden sedang apa di sini?"

Seorang lelaki berusia 40 tahunan menepuk pundak Prediansyah dan bertanya, hingga membuat pemuda yang baru sadar dari tidur panjang itu terkejut.

" Ehk.... Ini..... Itu...... Aku tersesat." Jawab Prediansyah terbata bata.

" Ohk...... Hayu atuh ikuti bapak, di hutan ini sangat berbahaya banyak binatang buas." Ajak lelaki setengah baya itu.

Prediansyah mengangguk tersenyum seraya berkata." Terima kasih banyak pak."

" Iya sama sama Aden. Mari.." lelaki setengah baya itu melangkah terlebih dahulu di ikuti oleh Prediansyah yang nampak linglung dengan suasana saat ini.

Dalam perjalanan menuju keluar dari hutan itu, lelaki setengah tua itu memperkenalkan dirinya bernama, Mang Kodir, ia setiap seminggu tiga kali selalu masuk hutan belantara yang berada di wilayah Jawa Barat itu untuk mencari kayu bakar.

Rumah nya tak jauh dari pintu masuk hutan itu, ia hidup bersama dengan istri dan ke lima anak anaknya yang tak berbeda jauh umurnya dari anak pertama.

Pasangan setengah baya Kodir dan Iroh itu sudah tinggal di pinggiran hutan sejak ia menikah secara paksa karna tertangkap oleh warga sedang berbuah mesum, padahal itu hanya siasat para tetangga yang iri terhadap keluarganya karna cukup terpandang di kota kecil waktu itu.

" Aden Alhamdulillah sudah sampai, mari mampir dulu ke gubug Mamang." Ajak lelaki setengah tua itu tersenyum seraya menunjuk ke arah rumah panggung.

" Terima Kasih, pak." Angguk Prediansyah tanda setuju atas permintaan dari lelaki tua yang menolong untuk menunjukkan jalan keluar dari hutan belantara itu.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!