NovelToon NovelToon
Rivalry In Our Story

Rivalry In Our Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ALIFA RAHMA LATIFA

Wajib Follow Sebelum Baca.



" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.

Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.

Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.

Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.

La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.

Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.

Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.

( Bismillah semoga rame 🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 : Cinta Matthew.

" Cinta datang Seperti kilatan yang tak terduga- kadang dia muncul dalam bentuk rasa cemburu yang membuatmu pusing, atau dalam keberanian untuk mengakui bahwa seseorang telah mengambil tempat khusus di hatimu. jangan biarkan kesempatan terlewat hanya karena kamu tak berani mengakui apa yang sebenarnya kamu rasakan.

                                 ...

Keesokan paginya, Valerie baru masuk kelas IPA 1 ketika suasana sudah ribut.

Bukan ribut biasa.

Ribut yang aneh.

Seperti... gosib besar.

Valerie menaruh tasnya pelan, lalu menatap sekitar.

" Kenapa? " tanya Valerie datar.

Lukka, langsung menghampiri.

" Val, lo belum tau? "

Valerie menatapnya.

" Tau apa? "

Lukka menahan senyum.

" Anak kelas sebelah... Reina dia pindah ke IPA 1."

Valerie mengernyit.

" Reina siapa? "

Nara langsung membisik.

" Reina Calista. "

Valerie menatap Nara.

Dan Nara menatap balik dengan ekpresi serius.

" Dia cewek paling populer di angkatan. anak pengusaha teknologi terbesar di Asia Tenggara. "

Valerie terdiam.

" Oke, " ucap Valerie pelan. " Terus kenapa? "

Nara menelan ludah.

" Dia.. katanya suka Matthew. "

Valerie membeku.

Detik itu juga...

Pintu kelas terbuka.

Dan semua mata tertuju kesana.

Seseorang cewek masuk dengan percaya diri.

Rambutnya panjang, hitam berkilau,wajahnya cantik dengan aura yang tajam. Seragamnya rapi, bahkan terlihat seperti dibuat khusus.

Reina melangkah masuk seperti ratu.

Ia menatap seisi kelas.

Lalu tersenyum tipis.

" Pagi, " ucapnya santai.

Berapa cewek langsung berbisik -bisik.

" Gila.. Reina benaran pindah disini. "

Reina berjalan ke meja kosong di dekat barisan depan.

Mata Reina menangkap Valerie.

Tatapan mareka bertemu.

Valerie menatap datar.

Reina tersenyum kecil, tapi senyumannya terasa seperti tantangan.

Lalu Reina duduk.

Valerie menghembuskan napas pelan.

Entah kenapa...

Valerie merasa ada sesuatu yang tidak enak .

...

Jam istirahat.

Valerie berjalan ke kantin bersama Nara. Namun

 saat mareka baru saja sampai.

Valerie melihat pemandangan yang membuat langkahnya terhenti.

Matthew.

Berdiri didepan vending machine minuman.

Dan di sampingnya..

Reina.

Cewek itu berdiri terlalu dekat.

Terlalu nyaman.

Reina tertawa kecil saat berkata sesuatu.

Matthew tidak tertawa.

Tapi Matthew mendengarkan.

Dan itu sudah cukup membuat banyak orang menonton.

Nara mencubit lengan Valerie pelan.

" Val.. " bisik Nara. " Lo liat kan? "

Valerie tidak menjawab.

Matanya menatap lurus.

Reina tiba-tiba menyentuh lengan Matthew.

Sentuhan ringan

Tapi cukup jelas.

Valerie mengepalkan tangan tanpa sadar.

Nara menatap Valerie.

" Val.. lo kenapa? "

Valerie langsung tersadar.

Ia cepat-cepat mengalihkan pandangan.

" Gue nggak apa-apa. "

Nara menatapnya tajam.

" Lo. cemburu. "

Valerie langsung memutar badan.

" Gue nggak cemburu! "

Nara menahan tawa.

" Ya udah, ya udah. tapi muka lo merah. "

Valerie mendengus, lalu berjalan cepat menuju meja kantin.

Namun dalam hati Valerie berkata :

Kenapa gue kesal?

Matthew mau dekat sama siapa aja, itu urusan dia.

Tapi perasaan itu tidak hilang.

Malah makin menganggu.

...

Sore hari.

Latihan di lab 7 di mulai seperti biasanya.

Valerie masuk duluan.

Ia menyalahkan layar hologram dan mulai mengecek data.

Tidak lama, Matthew masuk.

Valerie tidak menoleh.

" Telat lagi, " ucap Valerie dingin.

Matthew berhenti.

" Gue nggak telat. "

Valerie tetap tidak menoleh.

" Tadi gue liat lo di kantin. "

Matthew diam berapa detik.

" Oh. "

Valerie menatap layar, pura-pura sibuk.

Namun suaranya terdengar lebih tajam dari yang ia kira.

" Lo sibuk banget ya. "

Matthew mendekat.

Valerie tetap diam.

Matthew berhenti di belakang nya.

" Lo ngomong apa sih? " tanya Matthew.

Valerie menoleh cepat.

" Gue ngomong fakta. "

Matthew menatap Valerie, binggung.

" Fakta apaan? "

Valerie menatapnya tajam

" Fakta kalau lo lebih suka ngobrol sama orang lain. daripada fokus proyek. "

Matthew terdiam.

Lalu Matthew meangkat alis.

" ... Lo marah? "

Valerie membeku.

Valerie segera meangkat dagu.

" Enggak. "

Matthew menatap Valerie lama.

Lalu tersenyum tipis.

" Lo marah. "

Valerie langsung melempar tablet kecil ke meja.

" Ya gue marah! soalnya lo tuh nyebelin! " bentak Valerie.

Matthew terdiam.

Valerie melanjutkan, nadanya kesal.

" Lo tuh bikin gue binggung, Matthew! kadang lo

 gangguin gue, kadang lo diam. kadang lo kayak

 peduli, kadang lo kayak nggak nganggep gue ada! "

Matthew menatap Valerie, tidak berkata apa-apa.

Valerie menarik napas.

Suaranya pelan sekarang.

" Lo tuh maunya apa sih? "

Matthew mendekat.

Valerie refleks mundur sedikit.

Matthew berhenti didepan Valerie.

Tatapan Matthew lebih serius dari biasanya.

Dan untuk pertama kalinya...

Matthew terlihat ragu.

Matthew membuka mulut, lalu menutup mulut lagi.

Seolah dia ingin berbicara.

Tapi takut.

Valerie menatapnya, menunggu.

Akhirnya Matthew berkata pelan.

" Gue juga binggung. "

Valerie terdiam.

Matthew menghala napas.

" Reina ngajak ngobrol tadi. gue nggak peduli. "

Valerie menatap Matthew.

" Tapi lo.. "

Matthew berhenti sebentar.

Lalu menatap Valerie lebih dalam.

" Lo peduli. "

Valerie membeku.

Matthew menatapnya tanpa bercanda.

Tanpa nyolot.

Tanpa sombong.

Dan itu membuat Valerie lebih gugup daripada saat mareka berantem.

Valerie meneladan ludah.

" Apa maksud lo? " tanya Valerie pelan.

Matthew menatap Valerie.

Suaranya lebih rendah.

" Kalau lo nggak peduli.. lo nggak bakal marah kayak gini. "

Valerie tidak menjawab.

Karena Matthew benar.

Dan itu membuat Valerie kesal.

Kesal pada Matthew.

Kesal pada dirinya sendiri.

Matthew menghela napas.

" Udah, " ucap Matthew. " Fokus latihan. "

" Lo kabur lagi, " gumam Valerie.

Matthew menoleh.

" Hah? "

Valerie memalingkan wajah.

" Nggak ada. "

Matthew menatap Valerie berapa detik.

Lalu berjalan pelan ke meja.

Namun sebelum duduk..

Matthew berkata pelan.

" Val.. "

Valerie menoleh.

Matthew menatapnya.

Suaranya sangat pelan.

"Gue nggak pernah nyaman sama cewek manapun... "

Matthew berhenti, menelan ludah.

"... Kecuali sama lo. "

Valerie membeku.

Jantungnya seperti berhenti berdetak.

Matthew langsung mengalihkan wajah, seolah menyesal mengatakan itu.

Valerie menatap punggung Matthew.

Bibirnya sedikit terbuka, namun tidak ada kata keluar.

Dan Saat hujan kembali turun di luar jendela lab 7..

Valerie sadar.

Ini bukan tentang rivalitas.

Ini bukan tentang persaingan.

Ini..

Sesuatu yang jauh lebih rumit.

Dan jauh lebih berbahaya.

             _TBC_

...----------------...

Happy Reading semuanya!

1
Arif RACHMAN
🥰🥰 aku suka banget sama semua karya mu thor.sukses selalu
Arif RACHMAN
suka banget.sukses selalu
Fluffylfy
❤❤ suka banget
Fluffylfy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!