Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 12
Rose mengantarkan Bella pulang ke rumah, bersama dengan kusir kuda dan bibi Anti. Rose juga membelikan makanan, beserta obat obatan untuk Bella.
"Apa benar kau mencuri roti pemilik toko tadi?" tanya rose di sela sela perjalanan mereka menuju ke rumah Bella yang ternyata cukup jauh.
"Sebenarnya, kakak ku jole sedang sakit nona, dia tak bisa berjalan dengan baik. dan hanya bisa terbaring lemah di ranjang. Aku tak memiliki pekerjaan, sehingga tak ada makanan di rumah kami. jadi dengan terpaksa, aku mencuri 2 potong roti nya. Itu juga hanya sekitar 2 tembaga saja. Pemilik menipu dengan mengatakan bahwa roti nya berharga cukup mahal." ucap Nya dengan tertunduk.
Rose yang mendengar ucapan Bella, merasa sedikit beruntung. Dia masih memiliki uang, dan kaisar juga memberikan nya uang setiap bulan nya. walaupun tak sebesar putri Felica, tapi rose masih tetap beruntung.
"Astaga malang sekali, maafkan aku yang sempat mengatakan hal buruk tadi. mulut ku memang sedikit pedas, jadi maaf bila menyinggung perasaan mu ya Bella."
"Tidak nona, kau tak salah apapun. Ini memang salah ku, aku tak memikirkan tindakan ku, memang sangat berbahaya."
"Oh ya, apakah kau bisa menyulam, atau menjahit pakaian?"
"Kakak ku bisa nona, dia Suka membuatkan ku baju baju musim dingin, dia sangat pandai menjahit." ucap Bella dengan wajah yang berbinar.
Mendengar ucapan Bella, membuat rose tersenyum manis. Ini adalah kesempatan emas. Dia tak boleh menyia-nyiakan orang berbakat itu.
"Baiklah, aku memiliki pekerjaan untuk mu dan untuk kakak mu."
"Nona, apakah kau serius. Kakak ku Bahkan tak bisa berjalan. Dan kami hanya orang miskin, apakah kau serius ingin kami bekerja dengan mu?" tanya bela dengan mata yang berkaca-kaca.
"tentu saja, aku akan mendirikan sebuah butik. dan aku memerlukan seorang yang ahli dalam menjahit, dan seorang yang mampu menjaga toko ku. Kalian seperti nya sangat cocok."
"Nona, aku setuju, tapi kakak ku." ucap nya dengan sedikit ragu. Sebab jole adalah orang introvert, yang sedikit malu dan canggung dengan orang baru. dia khawatir kakak nya akan menolak kesempatan ini.
"Tenang saja, aku yang akan membujuk kakak mu itu. Benar kan bibi Anti." ucap nya dengan mengedipkan mata nya sambil terkekeh kecil.
Bibi Anti hanya tersenyum tipis, dan merasa terhibur melihat nona kecil nya, mudah bergaul dengan anak seusianya.
"Nona, kita tak bisa berlama lama, dan harus segera kembali, sebab nanti malam adalah pesta kedewasaan sang pangeran pertama." bisik bibi anti di telinga rose.
"Hmm, aku tau bibi. Tapi bisnis ku lebih penting, dari mereka." ucap nya dengan nada yang malasnya.
Sampai lah mereka di sebuah desa, tempat tinggal nya Bella. karena ada kereta kuda yang datang, Mereka berbondong-bondong melihat ke arah kereta kuda tersebut. mereka pikir, akan menemui kepala desa, dan akan ada pejabat yang akan datang.
Mereka mengikuti kereta kuda itu, karena terlalu penasaran. Dan ternyata, kereta kuda itu berhenti di sebuah rumah yang cukup reot, dan tak layak di huni. Semua orang tau, bahwa itu adalah rumah Bella dan kakak nya Jole.
"Nona, aku takut." ucap Bella dengan wajah yang tertunduk sedih.
"Loh, kenapa ayo keluar."
"Mereka sering menghina kami nona, anak anak di desa ini, juga tak ada yang mau berteman dengan ku. Mereka sering mengatakan bahwa kami pembawa sial." ucap nya dengan nada penuh kesedihan.
Rose yang bisa melihat ketakutan, dan kecemasan dari Bella, menghela nafas beratnya. Hidup gadis itu sangat memperihatinkan. Dia merasa sangat beruntung, bisa hidup dengan tak kekurangan sedikit pun, hanya kurang beruntung kasih sayang orang tua saja.
"Bella, jangan takut. Kami ada disini, nona kecil sangat pemberani kan, membela mu tadi. Maka jangan merasa rendah diri, dan tegakan kepala mu." ucap bibi Anti yang memberikan nasihat kepada gadis itu.
"Makasih Bibi Anti, aku tak tau kalau tak ada kalian, akan seperti apa." ucap nya dengan tubuh yang bergetar menahan Isak tangis nya.
"Ayo keluar, kita tak perlu takut." ucap rose yang memegang tangan Bella.
Saat mereka keluar, warga desa langsung heboh, dan mengatakan banyak sekali gunjingan dan juga pujian.
"Wow, apakah mereka seorang bangsawan?"
"Bella kan pembawa sial, kenapa bisa dengan gadis bangsawan itu?"
"atau jangan jangan, Bella yang menjebak nya."
Bisik bisik terdengar di telinga Bella, dan matanya langsung berkaca kaca saat menatap wajah mereka yang menatap nya begitu tajam.
"Ckckck, dasar orang ga punya kerjaan, tau nya bergosip aja. kasihan Bella, pasti hidup nya tertekan selama ini." gumam nya dengan nada yang prihatin.
"Ayo kita masuk aja bel, gausah pedulikan ucapan mereka. biar aku yang urus nanti."
"Nona, apakah nona tak marah dengan Bella?"
"Loh, kenapa harus marah?'
"Bella sudah membuat nona menjadi perbincangan warga di desa ini. Pasti nama baik nona akan tercemar, gara gara Bella."
Rose berkacak pinggang di hadapan orang orang itu. Dia tak bisa membiarkan mereka berlama lama disini.
"Salam hormat untuk para bibi, dan paman semua nya. Maaf bila terkesan tak sopan, tapi saya ingin menjelaskan satu hal. Saya teman nya Bella, dan kakak nya Jole. Jadi, saya minta dan mohon kepada kalian, untuk bubar dan tak perlu berkata kasar kepada Bella dan kakak nya. Apakah kalian bisa mengerti bahasa yang saya ucapkan?"
"Hei nona muda, kau sangat tak sopan. Kami orang tua, tapi bahasa mu sangat kasar sekali. dan untuk apa kau datang bersama dengan anak pembawa sial itu!" hardik salah satu paman dengan mulut yang pedas.
"Paman, apakah kau tak mengaca dulu, lihat diri mu. apakah sudah lebih baik, atau terlalu buruk? Bella seorang anak kecil, yang butuh perlindungan. Tapi kalian, malah mengatakan hal yang buruk tentang nya. Sangat kekanakan. " cibir rose dengan mata yang tajam.
Bibi Anti bahkan langsung merasa takut, nona kecil nya terlalu berani saat ini. Bagaimana bila mereka mengamuk, dan mencelakai nona nya. Apalagi mereka tak membawa penjaga, dan hanya ada kusir kuda saja.
"Hei sialan, jangan mentang mentang kau bangsawan, kami tak berani melukai mu. apakah kau menantang kami di tanah kami sendiri?" teriak mereka yang tak terima dengan perkataan dan perlakuan rose.
Rose memang seperti itu, tak bisa berpura pura baik, dia akan baik kepada orang yang baik, dan akan buruk kepada orang yang buruk. Sikap nya tergantung seseorang memperlakukan nya.
"Wah, nantangin ya. sudah lama ga olahraga mematahkan kaki orang." gumam nya dengan tersenyum smirk kepada mereka.
"Nona, sebaiknya kita masuk ke dalam rumah bela saja, situasi saat ini, benar benar sangat buruk. Apalagi mereka sepertinya ingin memakan nona hidup hidup." ucap bibi Anti yang begitu cemas nya.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh