Tiara, dia gadis cantik jelita. hidupnya sederhana, tinggal bersama ayahnya.
Keseharian nya dia habiskan di binatu. tempat usahanya, walau kecil, tapi cukup lancar, pelanggannya pun sudah banyak.
Hidupnya berubah saat bertemu pria tampan, bertubuh atletis, sebut saja pria tampan itu David.
Di balik penampilannya yang macho, wajahnya yang tampan, jasnya yang mahal dan rapi, David mempunyai segudang misteri dalam hidupnya. Hingga tidak ingin berdekatan dengan wanita manapun. Kecuali Tiara.
Tiara mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam. Tiara bagaikan secercah harapan.
Mampukah David menguak misteri masa lalunya? Apakah dia bisa menemukan apa yang sedang ia cari?
Cari jawaban cerita David di dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Belas
Tiara menyelonjorkan kaki nya di atas kasur David. Membuat diri nya nyaman, itu sangat penting, karena kaki nya sedang di tindihi dada David.
Tiara melihat David beberapa kali menelusupakan wajah nya di antara kaki kaki Tiara. David seperti sedang mencari tempat ternyaman.
Tiara menepuk nepuk lembut punggung David, dan sesekali mengelus elus nya. Agar David merasa lebih tenang.
Tiara lalu mulai mendongeng, dengan suara yang lirih. Tiara tidak peduli, apakah David mendengar cerita nya atau tidak. Tiara mendongeng tentang si kancil yang nakal karena terlalu cerdik.
Dari dulu, ia suka mendongeng, dan dongeng yang paling di sukai Tiara adalah cerita si kancil. Tiara pernah ikut menjadi relawan korban bencana, ketika diri nya masih berstatus mahasiswi.
Ia pun di dapuk menjadi tukang pendongeng bagi anak anak. Dan demi anak anak pengungsi tersebut Tiara rela belajar membuat boneka tangan sendiri. Saat itu untuk mencari boneka tangan, sangat lah sulit karena lokasi nya lumayan jauh dari kota. Dan dongeng yang selalu ia ceritakan selalu dongeng si kancil.
Tidak terasa waktu pun berlalu. David memeluk kaki Tiara hampir 30 menit lama nya. Dan lelah pun mulai melanda punggung Tiara. Wajar saja jika Tiara merasa capek, karena dari tadi ia hanya duduk diam, dan tidak bisa bergerak. Tiara kesulitan menggerak kan tubuh nya karena David memeluk kaki Tiara erat erat.
Tapi kini pelukan David terasa melonggar. Pelan pelan Tiara menyingkirkan tangan David. Setelah itu, pelan pelan membalikkan tubuh David, agar tidur terlentang di atas bantal yang telah ia letakkan dekat dengan kepala David.
Ketika meletakkan kepala David di bantal. Tangan Tiara pun tertindih kepala David. Alhasil wajah Tiara dan David menjadi sangat dekat.
Nafas Tiara tercekat di tenggorokan. Ia berharap semoga David tidak membuka mata nya. Dan beruntung lah Tiara.
Karena ia bisa mencabut tangan nya dari tindihan kepala David. Dan David tetap tidur.
Setelah menyelimuti dada telanjang David. Tiara berjalan ke luar kamar David dengan mengendap ngendap, agar David tidak terbangun.
Tiara melihat jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Setelah berpamitan dengan pembantu David. Tiara segera pulang. Untung di garasi ada sebuah motor, dan kunci nya masih menempel di lubang kunci.
Tanpa pikir panjang, Tiara lalu bergegas pulang. Karyawan nya sebentar lagi pulang, jika ia tidak di rumah ketika karyawan nya pulang, mereka pasti kebingungan.
Tadi Tiara sudah mengirim chat pada Lisa, kalau ia masih berada di rumah teman nya.
Setelah 30 menit, akhir nya Tiara sampai di rumah nya. Tiara lega karyawan nya tidak ada yang menaruh curiga pada diri nya. Sehingga Tiara tidak perlu repot-repot berbohong. Karena Tiara tidak pintar dalam ber bohong.
Malam pun tiba. Ayah nya sudah terbang ke alam mimpi duluan. Sedangkan Tiara masih menonton televisi. Mata Tiara memang menonton televisi, tapi pikiran Tiara terbang ke rumah David. Tiara khawatir dengan kondisi David.
Tiara lalu mematikan televisi nya, lalu lampu rumah nya. Setelah itu, Tiara segera ke kamar nya. Sambil tiduran di kasur nya, Tiara me ngecek ponsel nya.
Tidak ada chat, SMS, atau pun telpon dari David. Setidaknya David mengucapkan kata terima kasih pada Tiara. Tiara pun kecewa dengan sikap David.
Tiara jadi berpikir. Bagaimana kalau David belum sembuh? Jangan kan mengirim Pesan, makan saja belum.
Memikirkan keadaan David. Membuat Tiara khawatir dan was was, bagaimana kalau David panas lagi? Padahal tadi Tiara sudah susah payah merawat David. Tiara baru bisa pulang ketika suhu tubuh David sudah turun.
"Gimana keadaan kakak? Kakak masih panas?"
Tiara iseng mencoba mengirimi David pasan.
"Aku nggak pa pa, kenapa?
Siapa yang bilang aku sakit?"
Balas David.
"Apa? Jadi dia nggak sadar aku udah nolongin dia, ngobatin, menjadi kan kaki ku sebagai bantal nya. Aaaaa......"
Tiara menjerit pelan ke dalam bantal nya. Dia tidak ingin suara jeritan frustasi nya terdengar oleh ayah nya.
"Tapi.... Nggak pa pa lah, dia jadi nggak ingat aku udah menyentuh nyentuh kulit nya, dan aku juga udah ngelihat....... hihihi....😂 senjata nya"
Dalam rasa kecewa nya, ternyata tersimpan berkah dan nikmat buat Tiara. Tiara lalu tidur.
*******
Pagi pagi sekali Tiara harus sudah menyiapkan sarapan ayah nya. Hari ini ayah nya ikut seminar di kota Semarang.
Ayah Tiara menjadi salah seorang pembicara nya. Dan ayah Tiara akan menginap di Semarang selama tiga hari.
Sebenar nya pak Arif, belum ingin sarapan di pagi pagi buta. Tapi karena Tiara sudah susah payah memasak Tempe goreng dan sambal Terasi untuk diri nya. Maka pak Arif pun sarapan dulu.
"Hati hati ya ayah?
Kalau udah sampai di Semarang, langsung kirim kabar sama Tiara ya?"
Ucap Tiara ketika ayah nya hendak menaiki motor nya. Ia lalu mencium tangan kanan ayah nya.
"Iya Ra, nanti ayah pasti langsung kirim pesan sama kamu, tapi kalau ayah belum kasih kabar berarti ayah masih sibuk"
"Iya ayah... Da dah...."
Tiara melambaikan tangan nya pada ayah nya yang sedang menghidupkan motor nya. Ayah Tiara melambaikan tangan sesaat pada Tiara, ia lalu melajukan motor nya. Ia ke Semarang naik kereta di pagi hari.
Hari ini berjalan seperti biasa nya. Tiara mendapat kiriman gorden kotor lagi Dari rumah David. Tiara juga menyuruh pelayan agar membawa kembali motor David. Tiara menghitung hutang nya pada David. Dan Hati Tiara lega, karena kini hutang nya tinggal Satu juta.
Jam dua siang, Tiara mulai bersiap siap mengirim baju para pelanggan nya, termasuk gorden milik David. Ia juga berpesan pada mbok Darmi, bila nanti Tiara belum pulang, sedangkan para karyawan nya sudah pulang, maka kunci toko di letakkan di bawah tempat sampah yang ada di depan toko.
Dan karena rumah David paling jauh, maka pengiriman untuk rumah David menjadi yang paling akhir.
Pukul setengah tiga sore, tiara sampai di rumah David. Tiara berada di ruang tengah.
Seorang pelayan yang bernama mbak Rara mendatangi Tiara. Setelah menerima cucian bersih dari Tiara. Mbak Rara menahan tangan Tiara agar tidak segera pergi. Mbak Rara adalah salah satu pelayan David yang menginap di rumah David.
"Mbak Tiara, untung kamu datang, tolongin pak David ya? Sejak tadi pagi, pak David sakit.
Tadi mama nya pak David sudah datang. Dokter juga sudah datang, tapi sekarang semua sudah pulang. Dan sekarang waktu nya pak David untuk minum obat, tapi pak David nggak mau meminum obat nya. Dia juga belum makan sejak pagi. Pak David sedang di dalam kamar nya, Tolong bujuk dia, supaya makan ya mbak?"
"Ya mbak Rara, aku akan mencoba nya"
Tiara yang khawatir dengan keadaan David dengan senang hati menerima permintaan Rara. Lagi pula David tidak mengingat peristiwa kemarin, hehehe......
Tiara lalu mengetuk kamar David sambil membawa nampan yang berisi sepiring makanan, air mineral dan obat.
"Kak David buka pintu nya"
Tak ada jawaban.
"Kak David...."
Tiara memanggil lagi, tapi tetap tak ada respon dari dalam. Tiara tanpa permisi langsung membuka kamar David.
Di dalam kamar. David ternyata, sedang duduk santai di sofa. Dia sedang memainkan ponsel nya dengan wajah serius, bahkan terlihat tegang, dan marah. Wajah David terangkat ketika melihat Tiara masuk.
'Mau apa dia ke sini?'
Batin David. David tidak ingat kejadian kemarin. David merasa kejadian kemarin seperti sebuah mimpi. Mimpi yang David sukai.
Bersambung.......
Tip, vote, rate, jempol, dan komen kalian adalah penyemangat author....💪💪💪
🙄
belum baca sampe abiss
aku lupa nama tokohnya sich, tp dulu itu ceritanya klw g'salah sicewek mau nyelidikik kasus ayahnya yg dipenjara dan dibantu sm si cowok yg mantan detektif...tp kok malah ilang ceritanya...