NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Mawar Putih

Mei segera mematikan panggilan telepon dari ponselnya, dia merasa tidak enak pada Tania, karena panggilan tugas yang tidak bisa ia tinggalkan.

"Tania, maaf bukannya aku tidak mau lama-lama, tapi pekerjaanku harus secepatnya aku selesaikan. Kamu tidak apa-apa kan?"

"Mei, santai saja aku tidak apa-apa. Kamu semangat ya! Tugasmu lebih penting oke!"

"Makasih banyak ya, bahkan kita belum sempat pesan makanan. Tapi aku harus segera kembali, lain waktu kita akan makan bersama lagi aku janji!" Ucap Mei sambil tersenyum manis ke arah Tania.

Entah mengapa hati Alex mulai bergetar saat Mei tersenyum pada Tania, dia tidak pernah memperhatikan wajah manis milik Mei dulu dia hanya berpura-pura serius, tapi kali ini melihat wajah Mei yang teduh dan terlihat manis hatinya mulai merasakan ada sesuatu.

"Oya Alex, seneng bertemu denganmu! Saya titip Tania ya!" Ucap Mei sambil mengedipkan satu matanya. Alex sempat terperangah mata itu?? "Mata itu indah sekali" mungkin selama ini Alex tidak pernah menyadarinya kenapa hari ini semua nampak indah di diri Mei.

"Lex, Mei berpamitan padamu kenapa kamu diam saja?" Ucapan Tania sambil menyenggol lengan Alex.

"Eh...Iya kamu hati-hati ya!" Ucap Alex yang sedikit gelagapan.

"Cie... Sepertinya kamu naksir sama Mei ya!" Ucap Tania dengan gelak tawa yang begitu renyahnya.

"Apaan si!" Ucap Alex yang sedikit grogi, disana Mei hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Tania, dia tahu Alex sudah tidak menyukainya semenjak dia pergi dari kehidupannya dia sudah berusaha melupakan Alex.

"Ya sudah aku pamit ya, Oya kalau masalah kontrakan tar aku kabari lagi ya!"

"Oke, secepatnya kabari aku ya biar aku ga capek bolak-balik pulang pergi!"

"Siiiiipppp!!" Akhirnya Tania dan Mei saling berpelukan dan dengan segera Mei pergi meninggalkan mereka.

Disana Alex nampak terlihat masih melihat kepergian Mei, kenapa tiba-tiba hatinya merasa tidak rela. Padahal dulu dia hanya main-main saja sama perasaannya dia hanya menganggap Mei sebagai pelampiasannya.

"Lex kamu baik-baik saja kan? Atau jangan-jangan kamu naksir ya sama Mei! Udah ngaku saja, aku siap jadi perantaranya, Mei cantik dan manis dia juga baik banget. Bagaimana???"

"Apaan sih kamu, kita jadi makan ga ini? Aku sudah lapar!" Ucap Alex yang sedikit mengalihkan pembicaraan Tania.

"Ya sudah aku pesan dulu ya!" Tania pun segera memanggil pelayan disana dia segera memilih menu yang akan dia pesan untuknya dan juga Alex.

**

Sementara itu Mei yang sudah kembali dan kini sudah sampai di tempat kerja sedang sibuk dengan mengurus data pasien yang baru saja masuk, dia selalu siap mendampingi Dokter Anton dalam menangani pasien-pasiennya.

"Mei kamu sudah mendapatkan data pasien yang harus aku tangani?"

"Sudah Dok!"

"Ya sudah seperti biasa jadwalkan semua pasien-pasien saya untuk besok juga ya! Oya untuk kunjungan pasien bagaimana?"

"Untuk hari ini cuma ada dua pasien Dok, tapi untuk besok pagi pasien Dokter banyak."

"Jam berapa kira-kira hari ini?"

"Sekitar jam dua Dok, termasuk dengan pasien yang baru saja datang. Keluarganya mendesak untuk segera ditangani."

"Baiklah, atur jamnya ya!"

"Baik Dok!"

**

Sementara itu Dinda yang sedang berada di kamar rawatnya nampak sedang gelisah, seperti biasa detak jantungnya mulai memompa lebih cepat, emosinya naik turun. Entah mengapa dia ingin segera pulang dia sudah merasa bosan ditempat itu.

Dia pun akhirnya mulai berjalan menuju ke  sebuah lemari, disana dia mulai membuka lemari itu dan dengan cepat dia segera mengambil baju-bajunya kemudian ia tumpuk baju-baju itu di atas kasur, dia pun segera mengeluarkan kopernya yang tersimpan di atas lemari.

Setelah mendapatkan koper itu dia segera membukanya dan dengan segera memasukan baju-bajunya kedalam koper itu, dia sudah tidak memikirkan apapun lagi dia hanya ingin pulang dan menemui Andreas. Begitulah keadaan Dinda yang masih pasang surut.

Tiba-tiba pintu ruangan Dinda terbuka disana nampak seorang perawat masuk dengan membawakan obat-obatan milik Dinda, disana sang perawat melihat ke arah Dinda yang sedang merapikan baju-bajunya, dia pun sedikit terkejut "Jangan-jangan Dinda mau kabur dari tempat ini!" Fikirnya.

"Dinda apa yang sedang kamu lakukan? Apa aku bisa membantumu!" Ucap perawat itu ramah dengan mencoba mendekati Dinda disana.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" Ucap Dinda yang masih fokus merapikan baju-bajunya.

"Din, kamu tahu Bapak yang kamu suapin itu tadi menemuiku!" Ucap perawat itu mencoba mengalihkan halusinasi Dinda.

"Oya, kenapa dengan Bapak itu!" Ucap Dinda yang lagi-lagi tetap tidak memindahkan pandangannya, dia tetap saja sibuk dengan memasukan baju-bajunya.

"Dia membawakan bunga Mawar putih untukmu!"

"Apa! Mawar putih??"

"Iya Mawar putih, Bapak itu bilang dia ingin memberikannya untukmu dia sudah menganggap kamu sebagai anaknya sendiri!"

Disana mata indah Dinda segera beralih keperawat disampingnya, tidak sia-sia perawat itu merayu Dinda, pada akhirnya Dinda mau dan bisa dia ajak berbicara.

"Benarkah, lalu dimana bunga Mawar putih itu sekarang?" Ucap Dinda yang sangat antusias ingin melihat bunga Mawar putih itu.

"Ada di mejaku, apa kamu mau melihatnya? Kalau begitu bagaimana kalau kamu sekarang ke meja kerjaku?"

"Baiklah, ayo kita sekarang kemejamu!" Ucap Dinda yang segera meraih tangan perawat itu untuk segera ia bawa menuju ke meja dimana bunga Mawar putih itu berada.

"Tunggu!"

"Apa lagi?" Ucap Dinda yang sedikit kesal.

"Kita bereskan lagi baju-baju ini baru kita ambil bunga itu untuk kamu! Bagaimana?"

Tanpa berfikir Dinda segera mengambil lagi baju-bajunya yang tadi sudah ia masukan kedalam koper, baju-baju itu pun ia simpan kembali kedalam lemari. Disana perawatnya mulai tersenyum usahanya tidak sia-sia.

Akhirnya Dinda dan perawat itupun keluar, mereka berjalan menuju ke meja perawat yang berada di ujung sudut jalan. Disana nampak Dinda tersenyum bahagia entah mengapa setiap dia mendengar kata bunga mawar putih hatinya terasa tenang.

"Nah ini bunganya Dinda!" Ucap perawat itu setelah sampai di mejanya.

Perawat itu segera memberikan empat batang bunga mawar putih yang masih segar pada Dinda bahkan di batang itu juga masih terdapat beberapa lembar daun yang membuat kesan bunga itu terasa hidup.

Dari kejauhan nampak Dokter Anton sedang berdiri melihat kearah Dinda yang sedang mencium bunga mawar putih di tangannya "Mawar putih" ucap Dokter Anton disana.

Bersambung ......

Bantu like, komennya ya Readers....Oya saya ucapkan terimakasih banyak untuk kak Jairobagja yang selalu like karya saya....yuk kalian juga bisa jadi bagian dari mereka😊

1
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Indaria_ria: Lanjut baca kak Emy...Damian selamat dan jadi gila kak/Smile/
total 1 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
Putra senja
Rajin Up dong thor...biar tdk lama nunggunya
Indaria_ria: Asyiap di usahakan🙏Terimakasih support nya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!