Season 1
Perjalanan sepasang manusia mengarungi bahtera pernikahan tanpa ada dasar cinta. Pernikahan itu dilakukan hanya karena tidak ada pilihan lain, baik bagi sang pria yang istrinya meninggal pasca melahirkan buah hati mereka dan bagi sang wanita yang ditinggal kabur suaminya setelah menalak wanita itu tanpa alasan yang jelas.
Season 2
Cerita tentang sebuah cinta yang rumit karena terhalang oleh hubungan persaudaraan, akankah mereka bisa mendapatkan restu untuk bersama mengarungi bahtera rumah tangga yang sangat mereka impikan?
Season 3 "Karna Aku Mencintaimu", tentang Karen yang hamil di luar nikah dan harus menjalani pernikahan tanpa sedikitpun dicintai oleh suaminya. Akankah dia sanggup untuk bertahan dan mendapatkan cinta dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anna talia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Dokter Lina: "Selamat ya Mba Kirana, Mas Mario, sebentar lagi Tia akan punya adik." Ucap Dokter Lina yang juga merupakan sepupu dari Mario dan Marina, jadi Dokter Lina memang sudah tahu siapa Tia. Dokter Lina mengelus kepala Tia yang sedang berada di pangkuan ayahnya.
Rio merangkul Kirana, mereka saling memandang sambil tersenyum serta di dalam hati masing-masing mengucapkan syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT atas kepercayaan yang telah diberika olehNya kepada mereka.
Rio: "Terimakasih Rana sayang." Bisiknya sambil mencium puncak kepala istrinya. "Udah berapa usianya Lin?"
Dokter Lina: "Jalan dua bulan mas, Makanya kamu harus jagain Mba Kirana dan calon ponakanku ya dan jangan sering-sering minta jatah karena usia kehamilan Mba Kirana masih sangat muda dan rentan." Pinta Dokter Lina yang dijawab anggukan oleh Mario. "Mba juga ya, jangan terlalu capek dan kalau ada yang gak nyaman atau gimana kasih tahu Mario atau whats up aja aku kalau mba ada pertanyaan seputar kehamilan juga."
Kirana: "Makasih Lin. Beruntungnya Mas Rio punya sepupu dokter kandungan, jadi aku bisa lebih tenang menghadapi kehamilanku yang pertama ini."
Dokter Lina: "Aku akan resepkan vitamin untuk menjaga kesehatan kandungan mba ya, diminumnya sehari sekali aja. Vitamin ini dikonsumsi terus sampai usia kandungan mbak masuk bulan keempat. Nanti mungkin di bulan keempat atau kelima kita bisa tahu jenis kelamin anak kalian."
Rio: "Makasih Lin."
~
Sesampainya di rumah Rio menjadi sangat protektif kepada Kirana, Kirana dilarang melakukan kegiatan apapun termasuk menggendong Tia.
Rio juga segera memberitahu Bi Inem perihal kehamilan Kirana sekaligus meminta tolong Bi Inem agar menghandle semua pekerjaan yang biasa Kirana lakukan dan menjaga Kirana jika dirinya sedang bekerja.
Bi Inem sangat bahagia mendengar kehamilan Kirana, ya Bi Inem memang sudah menganggap Mario seperti putranya sendiri.Dia mengucapkan selamat sekaligus meminta Kirana agar tidak sungkan meminta kepadanya jika membutuhkan sesuatu.
Kirana: "Mas.." Panggil Kirana ketika mereka berdua sedang tiduran dikasur.
Rio: "Apa sayang?" Tanya Rio sambil terus mengusap-usap perut Kirana. "Mas udah memberi tahu Ayah Darma, Ayah Setiawan, Karin, Marina perihal kehamilanmu. Mereka antusias sekali dan berkata besok akan mampir kemari.
Kirana: "Iya mas. Mas boleh gak Rana minta sesuatu?"
Rio: "Apa sayang? Kamu ngidam? Pengen apa? Bilang aja ya, walau susah mas pasti bakal berusaha nyari buat kamu."
Kirana tertawa mendengar keantusiasan suaminya.
Kirana: "Gak mas, Rana gak ngidam. Rana cuma pengen minta boleh gak Rana tetap beraktivitas seperti biasa? Terutama soal mengurus Tia. Rana tahu mas sangat sayang sama Rana dan bayi kita, begitu juga dengan Bi Inem, tapi ingat Tia juga butuh perhatian dan kasih sayang kita mas. Kita sudah berjanji untuk merawatnya sebagai anak kita, aku sejujurnya sempat kecewa ketika mas memutuskan bahwa aku tidak boleh menggendong Tia selama hamil dan menyuruh aku untuk menyerahkan Tia agar kembali diurus oleh Bi Marni. Ataqfirullohaladzim mas, itu sama dengan mas memperlakukan Tia dengan dzalim. Maafkan aku mas jika ucapanku salah, tapi coba mas bayangkan jika setelah melahirkan anak ini lalu tidak berapa lama aku kembali hamil, apakah mas akan memiliki keputusan yang sama untuk anak ini seperti keputusan mas untuk Tia agar adiknya aman?"
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏