seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
maaf ya untuk novel ini terabaikan, gara-gara author sibuk sama novel yang lain dulu, sehari satu chapter saja ya...😁😁
happy reading 😉
----------
"Jadi dimana rumah mu?" Tanya Nathan saat mengantar Hana pulang dari rumah Luna, awalnya Nathan tidak mau, tapi bukan Hana namanya jika dia tidak bisa memaksa Nathan memenuhi keinginannya
"Di rumah kak Nathan" jawab Hana
Nathan mendengus mendengar jawaban Hana
"Kami bisa enggak sih lebih serius?"
"Hana udah serius pacar..."
"Siapa pacar kamu?"
"Kamu" Hana menunjuk jarinya ke arah Nathan
"Terserah" jawab Nathan cuek
"Denger ya kak Nathan yang ganteng pacar Hana yang cantik, mulai detik kita berciuman, kita udah jadian buat seumur hidup" jelas Hana dengan mata berbinar-binar
Namun Nathan masih cuek saja,tak menanggapinya
"Kak, Hana tahu kalau kakak masih sayang sama kak Luna"
"Kamu?" Nathan menatap tajam kearah Hana
"Tenang aja, ini biar jadi rahasia Hana, Hana sayang sama kak Nathan, Hana enggak peduli kalau kak Nathan belum atau bahkan enggak pernah suka sama Hana, kak Nathan hanya perlu buat Hana bisa terus deket sama kak Nathan, biarin Hana yang mencintai kakak, bahkan Hana rela buat jadi pelariannya kak Nathan, Hana yakin kalau kak Nathan bakalan sedikit demi sedikit suka sama Hana dan bisa melupakan masa lalu kakak"
Nathan masih terdiam mendengar semu yang Hana katakan, matanya terus menatap Hana, melihat kesungguhan dan ketulusannya
"Kamu pasti akan sakit hati dan menyerah" ucap Nathan
"Tidak akan, aku janji, sesakit apapun, seberat apapun, bahkan jika sampai Hana berada di ujung lelah Hana, Hana janji enggak akan pernah ninggalin kakak, kakak percaya sama Hana ya?"
Hana menatap Nathan penuh percaya diri, tersenyum manis meyakinkan Nathan bahwa semua yang dia katakan adalah benar
"Terserah " jawab Nathan singkat
"Kok terserah sih, enggak bisa gitu dong..."
"Terus mau kamu gimana?"
"Mau aku, kak Nathan juga berusaha buat mulai membuka hati kakak buat aku" ucap Hana
"Aku enggak janji"
"Kakak harus janji, kita berjuang sama-sama"
Nathan tersenyum mendengar ucapan Hana, membuat Hana merasa sangat bahagia,dia langsung memeluk Nathan yang sedang menyetir mobilnya
"Hei!! Apa yang kamu lakukan? Aku sedang menyetir, ini berbahaya!!" Teriaknya
"Bisa enggak sih , jangan teriak-teriak terus, nikmati aja kali..."
"Kami minggir dulu, kita sudah hampir sampai"
"Sampai??? Ini rumah siapa?" Tanya Hana saat mobil Nathan berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi terkesan mewah
"Rumah ku"
"Jadi kita mau ngelakuin 'itu' ?"
Pleetaaakk!!!
Nathan menyentil jidat Hana, sehingga Hana mengaduh kesakitan
"Sakit kak" ucapnya, tangannya mengelus jidatnya.
"Otak kamu perlu dicuci, biar enggak ngeres"
"Lha terus kita mau ngapain kesini?" Tanya Hana penasaran
"Bukankah kamu yang mau kesini?" Tanya balik Nathan
"Iya, tapi kan buat ngelakuin'itu' " jawab Hana
"Mau disentil lagi?" Nathan bersiap dengan tangannya untuk menyentil Hana
"Jangan kak, sakit tau!!"
"Masuk, terus beresin rumah, disapu, dipel, masak terus rapiin baju-baju aku" perintah Nathan
"Yaah.... Kok beres-beres sih" kecewa Hana
"Katanya mau jadi istri aku" goda Nathan
"Iya Hana mau" dengan semangat membara Hana berlari masuk kedalam rumah yang tidak terkunci, Nathan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya
'apa dia bisa membuat aku lupain kamu Luna?' batin Nathan
...
jangan lupa tap jempolnya 😉
ceritanya sangat menarik