NovelToon NovelToon
Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Dendam Kesumat / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:343.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rini IR

Dia adalah Firlizy, gadis cantik yang berprofesi sebagai artis. Gadis itu terkenal sangat baik, memiliki sifat kalem dan juga wajah polos. Tapi siapa sangka di balik wajah polosnya dia menyimpan sebuah rahasia yang mampu mengubah kepribadiannya.

Sayangnya ketidak beruntungan ada di pihak Liz, manajer yang ia percaya menipunya hingga ia berutang pada rentenir sebesar 15 M, Itulah yang semua orang percaya, tapi siapa sangka ternyata itu semua adalah rencana Liz, untuk menikahi CEO hebat pada masa itu, Devan Arkasa, namanya bergema di seluruh penjuru negri. Dan Devan, adalah target utama balas dendam Liz. Hingga Liz mencoba menjebak Devan, apakah berhasil?

"Aku Firlizy, Putrinya Deyna, tujuan ku adalah, menghancurkan mu Tara, melalui Putra angkat kesayangan mu, Devan Arkasa, si CEO sombong itu. Aku pastikan kalian menderita. Devan Arkasa, aku akan membuat mu jatuh cinta padaku, bukan hanya dengan hati juga dengan jiwa, agar nanti bukan hanya hatimu yang hancur, jiwa mu juga akan tergoncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan

...***...

Sudah tiga puluh menit berlalu, sejak masuknya Devan dan Grisha di dalam sana, berdua saja. Ya hanya berdua, selama itu? Sudah selama itu pula Liz mencari cara agar dia tidak masuk dalam permainan Devan, dan mencoba membalikkan semua keadaan menjijikan ini. Namun sayang, Liz belum bisa menemukan jawabannya.

Aku akan berdiskusi dengan An dan Vasa nanti. Ngomong-ngomong, mereka lama juga ya..., apa ya yang kira-kira mereka bicarakan sampai selama ini? Aku tidak ingin tau sih, aku cuma perlu tau karna ini akan mempengaruhi keputusan ku, tetap tinggal untuk dimanfaatkan atau membalas dendam. Haduh, jangan bilang aku termakan rencana ku sendiri, ini tidak adil! Pokoknya, penderitaan mama Deyna harus terbalaskan.

"Vin, aku cape, dan juga lapar, boleh aku keluar?" Liz menatap Vin yang sedari tadi berdiri tegak.

Dia harusnya jadi seorang abdi negara, bukannya berdiri seperti patung di sini. Sayang sekali bakat formalitas itu.

"Tidak boleh." Sahut Vin dingin.

"Tapi aku bisa mati kelaparan ok? Lagipula kenapa tidak boleh?"

"Karna bukan perintah dari tuan."

Liz menghela napasnya. "Dia saja sedang bermesra-mesraan di dalam sana mengingat masa lalu mereka yang manis, tidak perlu di ganggu atau di tunggu. Vin, sungguh kali ini aku tidak berakting, aku bersumpah aku sangat lapar. Tolong bersikaplah seperti manusia, jangan alien bisa kan?" kata Liz jujur. Tidak semua bagian hidupnya akting loh, kali ini gadis licik itu benar-benar jujur.

Vin melihat wajah Liz, sedikit pucat.

Apa aku harus mengizinkannya? Tapi belum ada perintah dari tuan? Aku tidak bisa melakukan apapun tanpa perintah tuan. Tapi nona Liz, dia kelihatan lapar sekali.

Vin mengedipkan matanya sekali. "Baiklah nona Liz, saya akan menemani anda mencari makanan. Tapi itu tidak boleh terlalu lama."

Liz menatap Vin penuh selidik. "Kau mau menemani ku? Vin aku tadi bercanda loh waktu bilang aku akan bersama mu jika kau lebih kaya, jangan bilang kau serius menyukai ku? Ah, tidak heran sih, a--"

"Nona muda, silahkan jalan atau saya akan berubah pikiran."

Liz menggembungkan pipinya kesal. "Ah, apa kau benar-benar manusia? Setelah beberapa kali ku goda reaksi mu biasa saja, setidaknya tersipu lah atau sedikit gugup gitu." Liz mulai melangkah dengan Vin yang ada di belakangnya.

"Kalian mau kemana?" Tanya Devan yang sudah berdiri di depan pintu. Suara itu memaksa Liz untuk menghentikan langkahnya.

Aku butuh makan tau...,  aku ga bisa akting dengan maksimal kalau perutku masih mendemo.

Liz menoleh, Dia bisa melihat Devan dan Grisha yang ada di depan pintu. Ah bedanya, Grisha kelihatannya habis menangis. Grisha berjalan cepat, namun dia meninggalkan tatapan sinisnya khusus untuk Liz.

"Sayang~ untuk berakting aku butuh makan, jadi aku mau cari makan sebentar, tapi pelayan mu mengikuti ku." Jawab Liz dengan wajah penuh senyuman.

"Berhenti memberikan aku senyuman palsu itu, ini menjijikan."

Liz malah semakin merekahkan senyumannya. "Tidak bisa, aku sudah terbiasa seperti ini, dan memang inilah aku, gadis polos yang baik hati."

"Tidak kah kau malu mengatakan itu?" Devan menaikkan sebelah alisnya.

"Tidak, karna itu adalah faktanya."

Faktanya aku memang harusnya menjadi gadis polos yang baik hati, tapi karna kalian, kalian yang membuat mama menderita, memaksa ku untuk memenuhi hati ku dengan amarah dan dendam, kebencian ada di setiap inci ruang hati ku.

Devan menatap Vin seolah memberi kode. Vin yang mengerti langsung mengangguk, dia berjalan pergi. Devan langsung menarik tangan Liz masuk, dan menutup pintunya.

"Suami ku, kemana Vin akan pergi?"

"Mencari makan siang."

"Eh, buka--"

"Diam dan duduklah, kita akan bersama setelah aku menyelesaikan sedikit tugas ku. Hanya butuh waktu lima menit. Persiapkan makanannya." Devan kembalu duduk di kursi kehormatannya.

Liz yang duduk di sofa melihat dua porsi makanan ada di meja, dia langsung menyiapkannya. Namun Liz teringat satu hal.

"Tuan muda, tadi anda meminta nona Anna membeli makanan dua porsi? Aku kira itu untuk mu dan Vin." Liz menatap penuh senyuman pada Devan. Namun Devan malah meliriknya aneh, seolah tidak suka...?

Kenapa akhir-akhir ini dia lebih sering memanggil ku tuan muda?

"Ada apa? Apa aku membuat kesalahan? Kau ingin langsung menendang ku setelah bertemu dengan mantan mu?" Tanya Liz, soalnya tatapan Devan benar-benar aneh.

"Itu akan terjadi jika kau banyak bicara, persiapkan itu cepat. Aku akan segera kesana untuk makan."

"Kejamnya~ Sayang kau kejam sekali~ Duh, aku jadi sakit hati." Gerutu Liz sembari mempersiapkan makanan itu.

"Kenapa kau ini berisik sekali, aku jadi tidak fokus." Mendadak Devan sudah ada di sebelah Liz.

"Aaa apa kita akan makan siang seperti suami istri? Suami ku~ perlukah aku menyuapi mu? Katakan ya, ayo bilang iya, dan Aku akan melakukannya dengan cinta." Liz sudah mengangkat sendok itu, bersiap menyuapkannya pada Devan, dengan wajah berseri itu.

"Diam, atau aku akan menyita semua makanan mu."

"E-eh...," Mendadak Liz langsung diam, dia langsung fokus dengan makanannya. Kali ini Liz benar-benar lapar, dia tidak akan mengambil tindakan beresiko yang akan membuatnya kehilangan makanan enak ini.

Devan melirik Liz yang makan dengan tenang dan elegan. Dia tersenyum miring, tatapannya juga aneh, dan Liz sama sekali tidak memperhatikan hal itu. Kelaparan adalah kelemahannya. Dia tidak perduli apapun kalau lagi lapar.

...***...

Hari sudah  malam,  dan Devan masih berada di kantor. Dia sudah meminta Vin untuk mengantar Liz lebih dulu untuk pulang dan istirahat.

"Nona muda Firlizy sudah pulang dengan aman tuan. Berapa lama lagi anda akan di sini?" Lapor Vin yang baru datang setelah dia menyelesaikan tugasnya.

"Mungkin dua jam lagi, karna kedatangan dua wanita menjijikan itu sangat membuang waktu ku, benar-benar sia-sia." Sahut Devan tanpa hati.

"Lain kali saya tidak akan membiarkan Nona Grisha masuk dengan seenaknya lagi, saya akan memperketat peraturan khusus untuknya,"

"Oh ya? Bagaimana Perasaannya saat aku dan Grisha berbicara di dalam?"

"Anda luar biasa tuan, Nona Liz memang memiliki bakat yang unik, dia bahkan mampu membuat Smith dan Robin merasa iba dan kasihan padanya. Jika tidak mengenalnya sejak awal, mungkin saya juga akan tertipu." Jelas Vin. Namun wajah Devan malah kelihatan sedikit tidak senang.

"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar...,"

"Maksud anda?"

Devan tersentak halus. "Ah tidak ada, lupakan. Oh ya cari tau apa yang terjadi pada Reno hingga wanita ular itu datang padaku untuk mengemis kembali? Apa pria yang menjadi pilihannya itu sudah miskin?"

"Baik tuan muda, saya akan mencari tau secepatnya."

...***...

1
Siti Nina
oke 👍👍👍
Lina Darwati
Devan orangnya baik.. tp knp justru terancam yaa..,,jd gak respek sm Liz..
Lamsiah Lamsiah
sepertinya devan jahat dan abisius
Lamsiah Lamsiah
thor gimana kisahnya dan awal mulanya itu dayna sama siapa ituuu ahh jadi tololet omm
Katherina Ajawaila
Next thour, msh BLM lahir kan Liz
Katherina Ajawaila
mks thour akhirnya keluar juga itu kata Ayah dr mulut Liz😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
Anna akhirnya ketemu juga sm gebetannya, cinta ni eeee😘😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
ken bisa aja, liz skrng lain sm dulu, udh malas bass basi ngk jelas, mending kekepan sm Devan 😁😁😁😁
Katherina Ajawaila
semoga semua aman terkendali bayi nya Liz dengan kel besarnya, udh ngk Ada lg dendam y thour
Katherina Ajawaila
kocak, somplak semya mau mertua n pengantin. serum thour
Katherina Ajawaila
thour jgn berpusah buat liz cinta sm Devan, jd ngk pisah thour plase
Katherina Ajawaila
untung aja liz di tidurin istri sendiri, kalau ngk apes aja nyesel seumur2 liz
Katherina Ajawaila
Tara apa ngk dek dek an y hati nya, itu darah dagingnya sendiri yg di sia siain
Katherina Ajawaila
semoga aman Thour, sakit hati sih pasti Ada liz
Katherina Ajawaila
Liz jgn smp nyesel jgn ikutin apa kata t yuli, Dengerin kata hati, ntar nyesel 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
udh dengar Maya siapa suami nya, kejang2 deh 🤓🤓🤓🤓
Katherina Ajawaila
Next thour, semoga berdua jadi y sesuai keinginan pembaca😘😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
keren Thour, Ada pahlawan dingin yg udh bucin
Katherina Ajawaila
Next thour, jgn2 t yuli hanya ceritanya yg ngk jelas, mass smp dendam begitu
Katherina Ajawaila
kapok niat biar Liz keky, kena batunyaa makan angin situ biar tau rasa kalau otak penuh gengsi😜😜😜😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!