Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama sebelum tidur
Fahri sudah merebahkan tubuhnya ke ranjang,Queen masuk ke dalam kamar dan berdiri berkacak pinggang di sebelah Fahri.
"Kenapa kau masuk kesini,tidur di sofa sana" usir Fahri.
"Ckckck,dasar pria tak berperikemanusiaan,apa kau tega melihat seorang wanita tidur di sofa sedangkan kau pria tidur di ranjang yang empuk?"protes Queen.
"Kau bilang apa?,berperikemanusiaan?,hai nona apa kau lupa yang baru saja kau lakukan,kau menyuruhku membayar makan malam yang aku makan di apartmentku sendiri"jelas Fahri.
"Itu beda,aku kan memberimu makan tanpa kesusahan memesan di luar,anggap aja jasa yang harus kau bayar".
"Jasa?,ohh berarti mulai malam ini kau juga harus membayar sewa apartment dan membayar jasa antar jemputmu ke kampus"balas Fahri.
"Eeeiitt,tidak begitu aturannya Ferguso,itu beda urusan,kalau masalah tinggal disini dan antar jemput ke kampus kau harusnya minta ke papaku"jawab Queen yang membuat Fahri kalah telak.
"Dasar bar-bar tidak tau diri"umpat Fahri.
"Sekarang bangunlah,aku ngantuk"ucap Queen.
"Enak saja,ini kamarku kenapa aku harus keluar"jawab Fahri.
Queen tidak pernah kehilangan akalnya,dia berjalan mengambil tasnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.Fahri menatap Queen tajam seolah tau apa yang ada di otak wanita itu.
"Jangan bilang kau mau mengadu lagi?"ucap Fahri dan langsung duduk dari tidurnya.
"Bingoo,ternyata kau tidak sebodoh yang aku kira" jawab Queen sambil memainkan ponsel di tangannya.
"Dasar bar-bar,okee aku akan berbagi tempat tidur denganmu,bukankah ranjang ini sangat luas"tawar Fahri.
"Enak aja,siapa yang mau tidur dengan pria mesum sepertimu".
"Ehhh jaga bicaramu,kapan aku berbuat mesum padamu,jangan terlalu percaya diri".
"Sudah cepat keluar atau aku akan menelpon papa sekarang juga,atau mungkin uncle Devan sekalian".
"Dasar bar-bar".
Fahri keluar dari kamar dengan membawa bantal beserta selimut yang ada di ranjang.
"Kenapa kau bawa selimut itu?"tanya Queen.
"Kau sudah tidur empuk di ranjang,tak akan ku biarkan kau juga menikmati selimut hangat ini"ucap Fahri yang kemudian melenggang pergi menuju ruang tengah.
Queen terdiam sesaat kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang,sepuluh menit kemudian dia merasa kedinginan,membuka semua lemari yang ada di kamar itu tapi hasilnya nihil,dia tidak menemukan selimut lain disana.
"Sial kenapa harus begini sih" umpat Queen.
Queen berjalan meraih remote pendingin ruangan dan matikannya,setelah itu kembali tidur,tak lama kemudian dia kembali terbangun karena keringat sudah membasahi tubuhnya.
"Aarrggggggg sial".
Queen kembali menyalakan pendingin ruangan itu kemudian berjalan keluar kamar dan menghampiri Fahri yang ada di sofa ruang tengah.
"Astaga,kau membuatku kaget"pekik Fahri saat melihat ada wanita yang berdiri di sampingnya dengan rambut berantakan.
"Aku berubah fikiran"ucap Queen.
"Maksudmu,kau ingin tukar posisi tidur di sofa,dengan senang hati Marimar"jawab Fahri.
Fahri berdiri hendak melangkahkan kakinya tapi kemudian Queen kembali bicara.
"Bukan tukar posisi,aku terima tawaranmu tidur bersama" lirih Queen.
"Appaaa?????,kenapa kau wanita yang tak punya malu,mesum sekali mengajak pria tidur bersama" balas Fahri.
"Iiihhhhh,dasar otak mesum,bukan tidur bersama seperti itu,aku sudah membuat pembatas guling di tengah,jadi cepatlah sebelum aku berubah fikiran"Ucap Queen yang masih gak mau mengakui kekalahannya.
Fahri tersenyum kemudian berjalan mendahului Queen masuk kedalam kamar.Mereka sekarang sudah duduk di masing-masing sisi ranjang,Queen bergumam sendiri sebelum merebahkan tubuhnya,entah doa apa yang dia rapalkan sebelum tidur,mengingat ini pertama kalinya dia satu ranjang dengan pria selain papa dan grandpanya.
Drama kembali terjadi saat mereka berebut selimut,Queen menarik selimut,Fahri juga tak mau kalah menarik selimutnya kembali.
"Aahhh,kenapa kau menariknya lagi" sentak Queen.
"Kau yang menariknya lebih dulu,aku jadi tidak kebagian selimut"balas Fahri.
Jelas saja mereka tarik-menarik karena mereka sama-sama ada di ujung ranjang.
"Apa kau tidak bisa lebih mendekat biar selimut ini bisa buat berdua"ucap Fahri.
"Kau mau mengambil kesempatan dalam kesempitan?".
"Siapa juga yang cari kesempatan,aku hanya memberi solusi agar kita bisa cepat tidur".
Queen kemudian bergeser sedikit ke tengah begitu juga Fahri,tak lama kemudian mereka sudah terlelap.
Waktu terus berdetak tidak terasa sudah menjelang subuh,Fahri merasa haus dan terpaksa membuka matanya,belum juga separuh kesadarannya kembali dia di buat terkejut dengan ujung kaki Queen yang tepat berada di depan wajahnya,reflek Fahri menghempaskan kaki Queen membuat Queen jatuh terjungkal di lantai.
"Aaawwww" pekik Queen memegang pantatnya yang terbentur lantai.
"Fahri duduk dan tertawa terbahak-bahak.
"Apa kau gila,kenapa menendangku?"bentak Queen.
"Kau yang gila,ternyata gaya tidurmu sama bar-barnya seperti tingkahmu".
Queen berdiri kemudian tak membalas lagi ocehan Fahri,matanya terlalu lengket untuk berdebat dengan Fahri.
Fahri bangun menuju kedapur dan mengambil air dari lemari pendingin kemudian meminumnya.Setelah itu dia memutuskan untuk duduk di sofa dan mengambil leptopnya,dari pada berurusan dengan wanita bar-bar itu dia lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena harus mengantar jemput Queen.
Lama dia berkutat dengan laptopnya tanpa sadar hari sudah berubah pagi,Queen menggeliat kemudian melirik alarm yang ada di nakas samping ranjangnya.
"Masih jam 6 pagi" gumamnya kemudian kembali mengeratkan selimutnya saat dia melihat sudah tidak ada Fahri di sampingnya.
Fahri meletakkan kembali laptopnya kemudian berjalan kembali masuk kedalam kamarnya,melihat Queen yang masih tertidur pulas membuatnya ingin mengerjai wanita itu.
Fahri menyalakan alarm yang ada di samping Queen dengan suara yang paling kencang,dua menit kemudian alarm itu berbunyi nyaring seakan memekakkan telinga.
Queen terhuyung dan segera bangkit dari ranjang,karena belum sepenuhnya mendapatkan kesadarannya membuatnya limbung,dengan reflek Fahri menangkap tubuh Queen dan merengkuhnya.
"Aaarrrggggg,apa yang kau lakukan pria mesum" teriak Queen saat semua nyawanya sudah terkumpul.
Mendengar teriakan Queen reflek Fahri melepaskan tangannya dari pinggang Queen,dan akhirnya Queen benar-benar jatuh ke lantai untuk kedua kalinya.
"Aawwww,pria gila,apa kau sengaja membuatku lumpuh,sudah dua kali kau membuatku jatuh kelantai"bentak Queen.
"Siapa suruh kau berteriak,aku hanya berbaik hati membantumu agar tidak jatuh tadi,dasar tidak tau terima kasih" jawab Fahri yang kemudian melenggang masuk ke dalam kamar mandi.
Queen mengacak rambutnya kesal.
"Dasar pria gila,dia yang membuat alarm memekakkan telinga itu,bagaimana aku tidak kaget,awas aja tunggu pembalasanku"gumam Queen.
Fahri mandi dengan bersenadung,dia sangat puas membuat Queen kesal pagi ini,berendam di bathub dengan senyum di bibirnya.
Queen mengambil kunci kamar mandi yang ada di lemari,kemudian menguncinya dari luar,Fahri yang menyadari suara pintu terkunci dari luar langsung keluar dari bathub kemudian mencoba membuka pintu kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan bar-bar,buka pintunya"teriak Fahri dari dalam kamar mandi.
"Jangan mimpi?"jawab Queen.
♡♡♡
To be continue....