Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.
Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.
Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?
Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Dilema
Setelah aku tahu semua fakta tentang Shella, ingin sekali mengajaknya untuk kembali bersamaku, tapi dia memilih untuk tetap tinggal walau tak nyaman. Apakah dia mengalami sebuah dilema besar tentang orang tuanya? pengaruh buruk yang selama ini mereka berikan pasti berdampak pada pemikiran Shella.
Apa yang kuceritakan padanya belum tentu dia setuju. Bisa saja dengan mendengar apa yang aku ceritakan padanya membuat Shella semakin bingung untuk percaya siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku tak pernah berfikir sejauh itu, ku kira dengan dulu mereka mengambil paksa putriku mereka akan membesarkannya dengan baik tapi nyatanya tidak.
Apa yang Shella ceritakan padaku mungkin saja hanya segelintir dari apa yang dia alami selama ini, kejadian nyatanya mungkin lebih buruk hanya saja dia enggan menceritakannya padaku. Apakah ini yang disebut korban perceraian?
Menangani masalah ini, kulakukan dengan kepala dingin. Mencoba mencari tahu lebih dalam fakta sebenarnya karena jika aku langsung bertanya pada Fahri dia pasti akan marah, aku tahu Fahri orang yang mudah tersinggung.
Kedamaianku dalam sekejap terusik. Aku menceritakan semua ini pada suamiku.
"Jadi gimana menurut aa, apa kita jemput aja Shella lalu membawanya tinggal bersama kita?" tanyaku pada Dimas.
"Jangan dulu, kita pastikan dulu semuanya. Jangan sampai nanti timbul masalah baru yang bisa melibatkan kita."
"Tapi ternyata selama ini Shella gak bahagia a?"
"Iya aa tahu, tapi kita juga gak bisa gegabah. kamu sendiri tahu bagaimana keluarga Fahri. kita do'akan saja yang terbaik untuk Shella saat ini. Do'a kamu sebagai seorang ibu pasti akan menjadi penolong untuk Shella," ujar Dimas.
Ketika menghadapi masa sulit memang suamiku yang selalu bisa menenangkan ku, dia selalu berfikir bijak jadi aku bisa berfikir jernih dalam menghadapi suatu masalah.
Singkat cerita kami berpura-pura tidak tahu apa yang selama ini terjadi. Hari itu, Shella telah lulus SMP dan yang menghadiri perpisahan hanyalah keluarga Fahri. Kami tidak datang karena undangannya hanya untuk 2 orang dewasa saja.
Beberapa bulan setelah lulus Shella mendatangiku. Dia meminta izin untuk bekerja di sebuah garmen yang ada di pusat kota tapi aku enggan memberikannya izin. Aku memintanya untuk sekolah saja dan tinggal bersama ku.
"Mama gak akan ngasih izin kalau Shella mau kerja kecuali kalau mau sekolah baru mama izinin. Perjalanan kamu masih panjang nak, nikmati masa-masa ini, kalau gak mau tinggal sama mama gak apa-apa tapi Shella lanjut sekolah ya sayang, biar nanti mama yang kirim biayanya" aku mencoba membujuk Shella.
"Gak usah mah, Shella gak mau sekolah kok. Shella gak mau repotin mama ataupun ayah. kalau mama gak ngizinin Shella kerja ya gak papa" jawabnya kesal.
Entah apa yang membuatnya sangat ingin bekerja. seolah-olah dia tidak ingin menjadi beban siapapun baik aku atau ayahnya. Ah, ini menjadi dilema besar baginya, terlalu banyak yang dia sembunyikan. Padahal aku sama sekali tidak menganggapnya sebagai beban, bahkan aku ingin melakukan segala yang terbaik sebisa mungkin untuk membahagiakannya, tapi dia selalu menolakku.
Satu tahun pasca lulus SMP dia kembali mengutarakan hal yang sama yaitu ingin bekerja. Kali ini pamannya yang menawari dia untuk bekerja tapi biaya masuk ke garmen itu harus memakai uang terlebih dahulu.
"Mah, kata om Fandi ada lowongan kerja di garmen cuma masuknya harus pakai uang" ujarnya padaku.
"Harus pakai uang berapa, nak?'" tanyaku.
"Satu juta mah, kebetulan ayah lagi gak ada uang, ayah cuma ngasih 400 ribu. "
"Kalau Shella keukeuh mau kerja ya udah gak apa-apa, nanti mamah tambahin kurangnya ya."
"Alhamdulillah terimakasih ya, mah" jawabnya senang.
Satu bulan berlalu kutanyakan keberadaan Shella pada tetangganya kata mereka Shella masih ada dirumah dan tidak berangkat kerja.
"Waktu itu Shella kan kesini, dia cerita katanya mau kerja. Shella minta uang 600 ribu pada saya sebagai syarat untuk bekerja" aku menceritakannya pada bu Sri (tetangga Shella)
"Tapi benar kok bu saya sering lihat dia ada dirumah gak berangkat kerja. Kalau menurut rumor yang saya dengar Shella ketipu sama pamannya, uang yang harusnya buat masuk kerja di bawa kabur oleh paman Shella dan iming-iming kerja itu hanya tipuan aja biar dapat uang. katanya sih gitu bu."
Mendengar kabar itu, aku langsung pergi mendatangi Shella.
"Mama denger kamu kena tipu, apa benar?" tanyaku.
Shella hanya tertunduk dan membenarkan kabsri itu.
"Kata mama juga Shella gak usah kerja, masih kecil. Biar Shella sekolah aja" ujarku.
"Tapi adik-adik Shella butuh biaya mah, ayah udah gak bisa kerja" jawab nya.
"Kenapa harus Shella yang repot, bukannya mereka aja gak sayang sama Shella" tanyaku.
"Ya walau begitu mereka tetap keluarga yang udah besarin Shella mah" jawabnya kesal.
Seolah-olah dia mengisyaratkan kepadaku bahwa dia lebih percaya kata-kata keluarganya daripada apa yang kuceritakan padanya.
aku menghindari semua perdebatan yang mungkin terjadi diantara kita.
"Ya udah, lain kali kamu lebih hati-hati lagi ya, biar gak gampang dimanfaatkan orang" aku mencoba menasihatinya.
Ada sesuatu yang mengganjal difikiran anakku tapi tak bisa iya ceritakan. terlihat dari raut wajahnya yang penuh dengan masalah. Jika aku bisa, ingin sekali aku tahu apa yang dia rasakan tapi Shella tidak begitu terbuka padaku. Apakah dia menyalahkan keadaan? siapa yang harus bertanggung jawab atas kegelisahan yang dialami Shella!! ku fikir aku bertanggung jawab atas semua ini.
Bersambung.....
Salam kenal 😉💐
mampir juga di karyaku
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅