NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Matt benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Selain mengantarkan Llyn ke tujuan utamanya, ia juga merekomendasikan beberapa tempat makan yang enak dan tempat wisata yang wajib dikunjungi saat luang.

"selanjutnya ke mana?"

"ke gedung A."

Matt mengangkat alisnya lalu menoleh ke arah Llyn.

"gedung A?"

"iya, kenapa?"

"tidak apa-apa, let's go!"

Llyn langsung menuju resepsionis untuk menanyakan terkait lomba desain perhiasan yang akan ia ikuti. Semua berjalan lancar, bahkan orang-orang di gedung itu sangat ramah kepadanya. Mereka juga bersikap lebih ramah kepada Matt meskipun ia orang luar dan berpakaian cukup kasual. Jarang terjadi di manapun.

Saat di lift mau turun, Llyn melirik Matt dan melihatnya dari atas sampai bawah.

"apa? kenapa?"

"apa kamu merasa ada sesuatu yang aneh?"

"tidak ada," Matt menjawab dengan gugup sambil menggaruk tengkuknya.

"kenapa aku merasa mereka bukan ramah ke aku melainkan ke kakak ya."

"mana ada, aku kan bukan atasan di sini. Mana mungkin mereka sengaja ramah ke aku, untungnya apa coba."

"hmmm."

"sudah ayo."

Llyn kembali ke penginapan karena urusan di hari pertamanya sudah selesai. Meninjau lokasi proyek dan menyerahkan desainnya sendiri untuk lomba. Besok ia akan pergi ke tempat selanjutnya sebelum meeting dengan investor dan wakil dari perusahaan cabang.

Setelah mengantarkan Llyn dengan aman ke penginapan, Matt buru-buru kembali ke gedung A. Sesampainya di sana, beberapa karyawan yang masih lembur menyapanya dengan begitu sopan.

"malam pak," sapa seorang karyawan yang bertemu di lift.

"malam."

Matt naik ke lantai paling tinggi, lantai dimana kantor direktur utama berada.

Saat keluar dari lift, seorang pria dengan setelan jas lengkap dan rapih menyambutnya.

"ini dokumen yang bapak minta."

Matt menerimanya lalu melihat dengan detai setiap lembarnya.

"sangat bagus, masih sama seperti dulu tidak pernah mengecewakan," gumamnya pelan.

Ia menyerahkan kembali dokumen itu kepada asistennya. "pastikan lomba tetap berjalan dengan adil, lalu kalau desain ini tidak jadi pemenang pastikan ini jatuh ke perusahaan kita."

"baik pak."

Keesokan harinya, Matt menjemput lebih awal sesuai permintaan dari Llyn.

"kemana kita hari ini?"

"universitas X."

"universitas X? kampus kita?"

"iya, aku ingin bertemu profesor Romi."

Matt sebenarnya masih ingin bertanya lagi tapi ia tidak ingin menunda waktu, jadi ia mengajak Llyn untuk segera berangkat. Selama di mobil ia bisa melihat Llyn begitu gugup.

Sebenarnya ia mengetahui cerita antara dia dan Profesor yang disebutkannya tadi. Mereka adalah guru dan murid yang sangat dekat. Dulu semasa kuliah, Prof Romi secara khusus memberikan bimbingan untuk Llyn karena melihat bakatnya dalam desain. Llyn pun dengan senang hati menerima itu hingga ia memenangkan banyak penghargaan dari berbagai lomba desain yang diikutinya.

Namun hubungan mereka putus saat tiba-tiba Llyn memilih mundur dari sebuah kompetisi. Kompetisi di mana ia harusnya membawa nama kampus dan nama Prof Romi. Llyn memilih keputusan ekstrem itu setelah ia putus dengan keluarganya dan pergi bersama kekasihnya untuk menikah.

Matt tau kejadian itu membuat Prof Romi marah besar. Hingga tidak ada lagi yang berani mengungkit nama Llyn di depan beliau. Jadi wajar saja jika saat ini Llyn begitu gugup mau bertemu lagi dengan mantan gurunya.

Sesampainya di depan kampus, Matt menggenggam tangan Llyn. "tenang saja, Profesor juga pasti menunggu hari dimana kamu kembali lagi."

Mereka bertemu mata dan saling bertatapan. Llyn mencari keyakinan dan Matt memberi itu dari matanya. Cukup lama adegan itu, sampai akhirnya Llyn sadar dan berusaha melepas tangannya. Matt yang sadar akhirnya melepaskan tangannya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Suasana tiba-tiba saja berubah menjadi canggung.

"ayo," ajak Matt keluar dari mobil dan masuk ke area kampus.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!