Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11 (Awal Perkenalan)
Veby dan Bright pun langsung menuju lantai atas menggunakan lift, dari informasi, seseorang mengatakan ada sesuatu yang terjadi di lantai 5.
Jantung Lovi tidak karuan, di tambah dari kaca lift yang bisa melihat ke luar gedung, terlihat mobil polisi dan mobil hitam lainnya berhenti tepat di depan gedung.
"Ini ada apa pak?" Tanya Bright pada seorang bapak-bapak yang ada di kerumunan.
"Ada mayat lagi dik, katanya sihh mayat itu adalah penghuni kamar lantai enam nomor tujuh." Kata seorang bapak tersebut.
"Beri jalan!!! Beri jalan!!! Harap minggir petugas akan memeriksa...." Riuh seseorang dengan jubah hitam meminggirkan orang-orang yang berkerumun.
"Ini korban mutilasi lagi."
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Waktu itu kamu bilang naruh cctv kan di sini?"
Kata petugas pada petugas lainnya.
"Harap bubar dari area ini. Ini bukan tontonan yaa, silakan kembali ke tempat kami harus menyelidiki kasus ini. Apa ada keluarga korban di sini?" Tanya petugas.
"Tidak pak.... Dia adalah seorang pegawai dari perusahaan B, Dia berasal dari kota C dan di sini dia tinggal sendiri." Kata Bright sebagai staf gedung.
''Anda salah satu pegawai gedung ini? Mari ikut kami." Kata petugas tersebut lalu pergi dengan dua penjaga lainnya.
"Aku ikut kak." Pinta Veby.
Di Sebuah ruangan....
"Dari hasil rekaman cctv. Kami mengetahui kalau wanita ini, dua hari yang lalu pada pukul 20.20 masuk ke ruangan tersebut atau lebih tepatnya kamar nomor tujuh." Mata Veby melotot dengan sempurna.
Ia ingat ketukan waktu itu, "Bukankah ketukan itu dua hari yang lalu sekitar pukul 20.11? Apa ini? Siapa itu? Dan kenapa? Apakah wanita itu mencoba untuk meminta tolong? Kenapa aku malah mengabaikannya?" Rasa bersalah menghantui Veby.
"Kamu!!! Kamu siapa?" Tanya petugas yang melihat tingkah aneh Veby.
"Dia adik saya, kebetulan dia adalah penghuni apartemen nomor enam." Kata Bright.
"Bagus sekali." Kata seorang berjubah hitam yang ada di belakang Petugas.
"A...apanya?" Tanya Veby.
"Nama saya Kang-dem. Saya adalah orang yang akan menyelidiki kasus ini secara mendalam. Saya ingin bertanya kepada adik, bisa kan?"
"Tentu jika saya tau." Kata Veby.
"Apa kamu merasa kalau apartemen tetangga kamu aneh? Atau bahkan pernah dilakukan hal aneh?"
"Jinjaa...... Ni orang nanya apa?" Batin Veby yang bingung dengan pertanyaan Kang-dem.
"Saya akn mengatakan yang sejujur-jujurnya. Waktu itu, dua hari yang lalu sekitar pukul 20.17. Sa...Saya mendengar sebuah ketukan dari tembok kamar saya yang langsung terhubung ke ruangan nomor tujuh. Saya sering mendengar ketukan itu, jadi saya mengabaikannya." Kata Veby dengan brani.
"Mungkin klien benar.... Kasus ini tidak bisa kita tangani dengan hukum." Seru pak Kang-dem.
"Maksud bapak? Tidak bisa dengan hukum apa?" Tanya Bright.
"Para Normal. Mungkin ini adalah ulah dari mahluk, roh, atau semacam orb." Jelasnya.
"Kami akan membutuhkan penjelasan dari kalian. Sekarang kalian bisa pergi, jadi terimakasih." Kata petugas.
"Kak mau kebawah yaa, kamu mau kekamar?" Tanya Bright.
"Ia kak, udah malam banget." Veby pun berjalan menuju tangga atas karena ruang investigasi tadi terletak di lantai tiga.
"Kenapa kamu mengatakan itu?" Tanya seseorang di belakang Veby.
"Kak Bright?" Batin Veby dan kemudian membalikkan tubuhnya.
"Kamu mengatakan itu?" Kata orang itu lagi. Mata Veby melotot, dia adalah pria misterius yang selalu di cari oleh Veby, dan Sekarang dia berbicara padanya.
"Apa aku akan mati sekarang?" Batin Veby
sejauh ini aku masih suka alurnya