NovelToon NovelToon
Langkah Kaki Tengah Malam

Langkah Kaki Tengah Malam

Status: tamat
Genre:Horor / Indigo / Tamat
Popularitas:396.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Tari harus tinggal di asrama kampus.
Tapi saat itu dia adalah yang paling terkahir datang dan tak bisa memilih kamar.

201 adalah kamar tari, kamar yang paling dihindari oleh semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Terjaga Dalam Kewaspadaan

Setelah cukup lama berdiam diri, Tari tak mendengar lagi suara langkah kaki. Tapi, sesaat kemudian dia dikejutkan dengan penampakan menyeramkan dari balik jendela. Ada sosok putih yang melayang di luar sana.

Tari tersentak dan langsung menunduk. Tapi, belum sempat dia menenangkan diri, tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke depan. Saat menoleh, ternyata daun pintu yang mendorongnya.

"Aaahhh!" Tari memekik saking kagetnya. Bagaimana tidak, pintu tiba-tiba membuka dengan sendirinya, padahal sejak tadi seperti terkunci.

Sambil mengatur deru nafas yang tak menentu, Tari cepat-cepat keluar dari kamarnya.

Namun, setibanya di depan kamar Tari berhenti sejenak. Matanya menangkap sosok pria paruh baya sedang berjalan menaiki tangga. Pria itu membawa nampan, tapi tidak jelas apa isinya.

Karena terlalu takut, Tari tak memedulikan keberadaan pria tersebut. Saat ini yang paling penting hanyalah kabur dari kamar 201 dan kembali ke kamar Siska.

"Siska! Buka pintunya Siska! Siska!" teriak Tari ketika tiba di depan kamar Siska.

"Siska! Cepat buka pintunya Siska!" Tari terus berteriak, sampai tak sadar jika pria paruh baya itu mengawasinya dari kejauhan.

Tak lama kemudian, pintu dibuka dari dalam. Tampak di sana Siska sedang berdiri dengan wajah kusutnya. Dia mengernyit heran melihat Tari yang sangat panik.

"Aku takut banget Siska," ucap Tari ketika sudah masuk ke kamar.

"Kamu dari mana?" tanya Siska sambil menutup kembali pintu kamarnya.

Tari tidak langsung menyahut, malah berjalan menuju ranjang dan duduk di sana. Dia menutup wajahnya dengan telapak tangan sambil menenangkan perasaan yang tak karuan. Tapi bukannya tenang, dia justru kacau dan kembali menangis.

Melihat hal itu, Siska lekas menyusul dan duduk di sebelah Tari. Siska merangkulnya dengan erat sambil menenangkannya. Dia katakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Kamu dari mana? Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Siska setelah Tari berhenti menangis.

Tari menurunkan kedua tangan dan mengusap keringat serta air mata yang membasah di wajah. Lalu, dia menatap Siska dengan gemetaran.

"Aku tadi terbangun di kamar sebelah," bisik Tari.

"Maksudmu? Kamu pindah ke sana?" tanya Siska.

"Enggak." Tari menggeleng. "Aku nggak kemana-mana, tapi tadi tiba-tiba terbangun di sana. Bahkan ... semua barang-barangku juga ada di kamar itu. Letaknya sama persis seperti tadi siang, sebelum kita pindahkan ke sini," sambungnya.

"Hah!" teriak Siska. Lalu, dia melihat ke setiap sudut ruangan. Barang-barang Tari memang tidak ada di kamarnya.

Siska syok berat. Apa yang dialami Tari sungguh di luar kewajaran. Kini dia semakin yakin bahwa asrama itu memang menyimpan banyak misteri.

"Aku takut banget Sis," bisik Tari.

Siska hanya mengangguk. Meski merasakan hal yang sama, tapi Siska memilih diam agar tidak menambah ketakutannya Tari.

"Asrama ini benar-benar angker Sis. Apa yang kualami nggak masuk akal," ucap Tari masih dengan suara lirih, seakan takut ada pihak lain yang turut mendengar.

"Iya, aku___"

Siska gagal melanjutkan kalimatnya karena tiba-tiba ada hembusan angin dingin yang membuat bulu kuduk meremang. Lalu, Tari dan Siska saling pandang sambil mengusap tengkuk masing-masing. Jauh di dalam benak keduanya, rasa takut meningkat drastis.

Beberapa saat kemudian, hawa dingin itu menghilang, tapi rasanya suasana malah semakin mencekam. Tari dan Siska hanya bisa diam. Tidak ada yang berani bicara, cukup mata dan pendengaran yang dipergunakan lebih tajam. Sampai-sampai mereka bisa mendengarkan detak jantungnya sendiri.

Terlalu besar rasa takut yang melanda, sehingga mereka tidak merasakan kantuk sedikit pun. Tari dan Siska terus terjaga dalam kewaspadaan. Bukan hanya satu atau dua jam, tapi sampai matahari mulai terbit di ufuk timur.

1
Kaira Caem
banyak misteri dibalik itu
retno❤️
Akhirnya selesai jg baca semuanya... awalnya takut mau baca novel horor... tapi aku beraniin buat baca karena ini satu2nya novel Kak Lunoxs yg blm kubaca... ternyata memang serem tapi seru dan menegangkan... keren2 karya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya2 barunya ya Kak... semangat dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Nur Bahagia
ohhh begitu toh alasannya
Nur Bahagia
yaelahh kalo mau ngosongin mah tinggal bilang aja ke pihak kampus.. ga perlu ngorbanin nyawa orang2 🤦‍♀️
Nur Bahagia
apa tari atau sisca ga bisa beribadah? kan kalo bisa ibadah, siapa tau hantu nya ga ganggu lagi
Nur Bahagia
haaa jugaa 🤭
Kustri
mencurigakan
Kustri
apa tari krg dekat dgn Tuhan'a
Kustri
mau'a apa seh mb hantu, koq ngikutin tari teros
tari, pindah kamar aja!
Kustri
jgn" arum sdh meninggal, tp pihak kampus blm dikabari
Kustri
bebacaan Ri
tp klu panik lupa smua👻
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Nah benar kan feeling qu
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Jangan2 ada persugihan dn bnyak memakan tumbal..
Aplgi saat tari bertemu bapak yg menyuruhnya nginap asrama.
Dn hantu bayangan putih itu jngan roh nya arum..diterkurung disana..
Rita Juwita
bagus thor ceritanya...
Sagitarius
Luar biasa
Sagitarius
sumpah dari tadi bacanyaaa takut bangeeet 🥹🤧
aliya
bagus....
Dari
alahuma bariklana.. 😭😭
andi hastutty
Wah akhirnya semua bahagia dan yg jahat tobat dan menyesal
andi hastutty
Nyawa anak orang tidak bersalah hampir melayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!