NovelToon NovelToon
Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:454.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "

--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .

Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?

Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 . Kesempatan kedua

Empat hari sudah Brisa dirawat di rumah sakit. Menurut dokter sepertinya Brisa mengalami shock yang luar biasa , hingga alam bawah sadarnya menolak untuk sadar .

Namun hari ini  perlahan jari jemari lentik Brisa mulai bergerak .

Hal itu tentu tak luput dari pengamatan Kirani .

Gadis kelas 3 SMA itu segera memencet tombol di tepi brankar .

Dua menit menunggu , dokter dan perawat belum juga datang . Kirani makin tak sabar , Ia hendak keluar untuk memanggil langsung namun bertepatan dengan tim dokter yang masuk .

" Syukurlah , " Gumamnya .

" Dok... adik saya tangannya bergerak . " Ujar Kirani .

Dokter mendekat ke arah pasien . Memeriksa menggunakan stetoskop . Lalu memberikan rangsangan rangansangan di jari tangan Brisa yang tadi bergerak, dan Brisa merespon dengan baik .

Dokter  beralih menepuk nepuk kedua pundak Brisa . " Nona ... nona.. apa nona mendengar saya , jika Iya ayo buka mata anda Nona . " Ujar dokter  di dekat telinga  Brisa .

Tiga kali mengulang hal itu , dokter menatap Kirani . Gadis itu mengerti maksudnya .

Ia menggantikan dokter melakukan hal tadi .

" Ris... Risa.... bangun .. ini gue  Rani. Lu aman sama gue  . "

Brisa makin merespon jari jarinya bergerak makin lincah dengan kepala yang menggeleng  , hingga saat Kirani mengulang hal itu lagi akhirnya Brisa membuka mata .

Gadis malang itu berteriak histeris , untung saja ada Kirani yang bisa menenangkannya .

Dokter memastikan kembali kondisinya , dan semua sudah baik baik saja .

" Hiks  .. hiks... hiks... hiks... hiks... "

" Kenapa aku masih hidup Ran... Apa Tuhan memang mau aku mati dalam keadaan tidak suci . "  ujar Brisa sambil terisak .

" Apa maksud mu Ris ... jangan ngomong macam macam . " Kirani tidak ingin Brisa banyak beban .

" Rina.... ayah aku akan menjualku demi perusahaan Rin.... " Tangis Brisa pecah .

" Begitu besar kebenciannya padaku , bahkan untuk menghilangkan nyawaku dia membiarkan orang lain melakukannya dengan cara paling bejat  . " Lanjutnya .

" Hei... hei... tenanglah . Itu gak akan terjadi . Gue janji , gue gak akan mungkin biarin adik gue diperlakukan seperti itu . " Kirani memeluk Brisa.

" Tenanglah ... gue janji akan melakukan apapun . Sekarang lu makan dulu yah . " bujuk Kirani.

Kirani dengan sabar menyuapkan sedikit demi sedikit bubur . Tak lama Ayah Wisnu datang , dia sangat bersyukur karena Brisa sudah sadar .

" Maaf anak anak jika harus mengatakan hal ini , tapi demi kebaikan kalian berdua Brisa harus pergi jauh dari negara ini . " ujar Ayah Wisnu .

Keduanya saling pandang . " Maksud ayah ? " Tanya Kirani .

" Keluarga Brisa sudah mulai mencari keberadaan Brisa . Manager restauran kemarin menghubungi ayah mengatakan jika seorang pria meminta rekaman cctv saat kejadian . Untung saja manager itu sudah menghapus semuanya . " Jawab Ayah .

" Lalu kemarin Nyonya Indri bertanya padaku mengenai sekolah Kirani . " lanjutnya .

" Tapi bagaimana caranya aku pergi Om . Dan bagaimana dengan Mbok Min . " ujar Brisa .

Kirani menggenggam tangan Brisa .

" Ris... sebenarnya gue dan ayah sudah mencari tahu soal Mbok Min . Menurut keluarganya , Mbok Min setahun lalu sudah tiada karena sakit jantung . Selama ini ayahmu hanya mengancam saja ." Jelas Kirani .

Tangis Brisa pecah . Sekarang bahkan Mbok Min pun sudah tidak ada di dunia ini . Lalu untuk apa lagi dia bertahan . Pikirnya .

Kirani seakan mengerti pikiran dari sahabatnya itu  .

" Jangan berpikir jika semuanya sudah sia sia . Tuhan memberi lu kesempatan kedua Ris . Dia ingin lu hidup lebih bahagia setelah ini . Ayo Ris bangkit . Sekarang bukan saatnya untuk bertahan lagi , tapi lu harus mulai bersiap untuk membalas mereka Ris . " Kirani terus  berusaha meyakinkan Brisa .

Brisa terdiam cukup lama lalu Ia mengangguk . Tangannya mengepal .

" Benar katamu . Aku harus membalas mereka semua . Om maaf jika aku akan menyusahkan Om , tapi mohon bantu aku Om ." Pinta Brisa pada Ayah Wisnu  .

Ayah Wisnu mengangguk .

" Jadi Om sedang mengurus Visa mu untuk berangkat ke Korea selatan . Jika tak ada halangan semuanya akan selesai 2 hari lagi  . "

Ujar Ayah Wisnu .

Keduanya kembali terkejut . " Korea selatan ? " tanya mereka kompak .

Ayah Wisnu mengangguk . " Maaf jika kamu tidak puas , tapi saat berbicara dengan petugas hanya Visa ke negara itu yang mungkin bisa selesai dalam waktu 4 hari . " jelas Ayah .

" Tidak Om ... aku suka Om . Aku akan ikuti semua rencana Om .  "  Brisa tersenyum .

" Ayah apa aku boleh ikut mengantar Brisa ke sana ? " pinta Kirani dengan manja .

" Jangan minta macam macam Rani . Sekarang yang penting Brisa aman dulu . " jawab Ayah Wisnu .

" Huuhh... sepertinya keberuntungan udah mulai mihak Lu deh Ris . Buktinya kabur aja lu malah di takdirin ke Korea... gua kan juga pengen ketemu oppa oppa ganteng kehaluan gue . " rengek Kirani .

Tawa Brisa akhirnya terdengar . Brisa sangat bersyukur Tuhan mengirimkan Kirani ke kehidupannya .

" Entah bagaimana kehidupan aku disana setelah ini . Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan Kirani dan Om Wisnu . " batin Brisa .

Dua hari kemudian , sekitar pukul 7 pagi Om Wisnu sudah berada di rumah sakit .

" Ini untuk mencegah saja yah Nak . Kalian pakai seragam sekolah saja . Naiklah taksi menuju perempatan jalan X . Ayah akan menunggu di sana . Ingat hati-hati , anak buah Ferdinand sedang mencarimu .  " Ayah mengingatkan .

Dua hari yang lalu , mereka menyiapkan untuk keberangkatan Brisa ke Korea Selatan .

Bahkan kemarin kedua gadis itu memotong pendek rambut panjang mereka menjadi sebahu.

Brisa hanya membawa 2 ransel yang berisi pakaian dan surat surat pribadi miliknya .

Keduanya kini sudah berganti pakaian dengan seragam sekolah .

Mereka menatap diri mereka di cermin . " Ris , jika seperti ini gue setuju dengan ucapan Eijaz. Kita seperti anak kembar . "

Brisa menatap pantulan diri mereka di cermin .

Potongan rambut yang sama , sama sama memakai seragam dengan ransel di pundak.

Brisa mengangguk . " Iya benar . Walaupun aku masih lebih tinggi darimu . "

Mereka tertawa berdua .

Setelah siap , mereka lalu mengikuti rencana ayah Wisnu . Mereka menaiki taksi menuju perempatan jalan X .

Saat turun dari taksi , Kirani melihat ada tempat untuk photobox .

" Kesana bentar yuk.... " ajaknya .

" Kemana ? Tapi Om udah nungguin tuh . " Brisa menunjuk mobil ayah Wisnu .

" Gak sebentar aja . Gue mau mengabadikan momen hari ini . " ujar Kirani dengan suara bergetar .

Dalam hatinya Kirani sangat berat harus berpisah dengan Brisa .  Dia tak yakin jika setelah ini mereka masih bisa bertemu atau tidak .

15 menit waktu yang mereka habiskan untuk berpose di dalam photo box . Sebelum akhirnya naik ke mobil Ayah Wisnu dan  berangkat menuju bandara .

Keheningan menemani perjalanan mereka . Dua gadis itu larut dalam pikirannya masing masing hingga tak menyadari mobil sudah tiba di bandara .

Ayah Wisnu memeluk putrinya saat mereka menunggu Brisa berganti pakaian di toilet bandara . " Kamu jangan sedih di depan Brisa . Dia punya hak untuk mencari kehidupannya yang baru dan mungkin bukan disini ." Ujar Ayah menenangkan putrinya .

" Nak ... ini pasport , tiket , dan Visamu . Juga ada sedikit pegangan untukmu . Maaf jika Om hanya bisa membantumu dengan cara seperti ini . Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan dimanapun kamu berada Nak . "

Ayah Wisnu lalu memeluk Brisa .

Hati Brisa menghangat . Setelah bertahun tahun , baru kali ini dirinya kembali merasakan kehangatan seorang ayah .

" Ini sudah lebih dari apa yang seharusnya aku terima Om . Semua ini tak akan pernah ku lupakan . Dimanapun aku berada , aku akan selalu mendoakan Om dan Kirani . "  balas Brisa .

Ayah Wisnu meninggalkan kedua sahabat itu .

" Ris ... ingat jangan ceroboh di negara orang yah . Jaga kesehatan .  Lu juga jangan lewatkan jam makan . " ujar Kirani dengan suara bergetar .

Kirani lalu mengeluarkan sebuah ponsel , selembar foto , dan amplop berisi uang tunai .

" Ini gue beli pakai uang gue sendiri .  Lu gak boleh nolak . "

" Tapi dari mana kamu dapat uang sebanyak ini? " Brisa menatap Kirani curiga . Tatapannya tertuju pada leher Kirani .

" Jangan bilang kamu menjual kalung peninggalan Ibu mu ? "  tanya Brisa .

Dengan ragu Kirani mengangguk . " Udah gak usah lu pikirin . Itu hanya sebuah kalung . Tanpa kalung itupun , Ibu gue selalu ada di hati gue . Lagian gue yakin Ibu akan setuju karena ini gue ngelakuin ini untuk adik kesayangan gue kok . "

Brisa tak sanggup lagi menahan air matanya . Entah kebaikan apa yang pernah Ia buat hingga dipertemukan dengan orang sebaik Kirani . Gadis yang Ia pikir adalah gadis aneh ,ternyata adalah gadis berhati malaikat .

Mereka berpelukan cukup lama .

" Rin , aku titip kunci toko buku kak Eijaz yah . Tolong sampaikan salam dan ucapan terimakasihku padanya . Katakan maaf jika aku tidak menepati janjiku untuk menjaga toko hingga dia kembali . " ujar Brisa di jawab anggukan oleh Kirani .

" Ran ... boleh aku minta satu hal lagi gak ? Tolong jaga rumah pohon kita yah . Suatu saat jika aku kembali ke negara ini , dan kita tidak bisa bertemu  setidaknya aku bisa mengenang kebersamaan kita disana . " ujar Brisa .

Kirani mengangguk . Dua gadis itu kembali berpelukan sambil  menangis . Sulit rasanya berpisah setelah hampir 3 tahun terakhir mereka saling menguatkan , saling mengisi hari hari .

Lambaian tangan dan senyuman  Brisha hari ini akan selalu Kirani ingat dalam hidupnya . Jika dia memiliki seorang saudari tidak sedarah yang sedang berjuang mencari kebahagiaannya di tempat lain .

.

.

.

.

.

" *Jangan sesalkan perpisahan, jika perpisahan itu akan membawa kita ke dalam pertemuan yang baru, sebuah perjalanan yang lebih Indah*. "

.

.

.

.

.

To be continue

1
Susana Widjaja
Luar biasa
Ratu Fadira
bawang jahat bngt ini bikin mata gw bengkak😭😭😭😭😭😭
Rita Khairina
Luar biasa
Fenti
aku mampir kak 😁
Hearty💕💕
Selamat ya Romi dapat boss ajaib
Hearty💕💕
Eijaz parahkah sakitnya?
Hearty💕💕
Bener....
Hearty💕💕
Duh penjahat nih kayaknya
Hearty💕💕
Serem bener part ini... dunia sedang dalam kejatuhannya
Hearty💕💕
Cie 😀😍
Hearty💕💕
Sedap Gio....
Hearty💕💕
Ya pasti sesak karena nggak tahu merek bahas apa sebenarnya
Hearty💕💕
Udah jadian nih Gio ❤ Amora
Hearty💕💕
Sakitnya hati ini.....
Hearty💕💕
Akhirnya Gio nggak patah hagi lagi

Echa juga semangat kejar gadis masing²
Hearty💕💕
Wow Franda sampai segitunya
Hearty💕💕
Terim kasih Kk, sudah diajak jalan² ke Raja Ampat
Hearty💕💕
Jadi keluarga beneran nih 😍
Hearty💕💕
Maksudnya apa ya?
Hearty💕💕
Hebat nih Papanya Dafha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!