Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
“rangga gak mau kek, rangga gak mau nikah sama wanita yang belum rangga kenal” perotes rangga
“dengarin kakek dulu, urusan kenal mengenal gampang, malam ini juga kalian akan kenal, yang kakek tahu, jeni itu sangat cantik.” Rayu kakek nya
“aku gak peduli kek, mau dia secantik apapun, pokonya rangga gak mau dijodohin"
“kamu tidak bisa menolak rangga, karena ini menyangkut kerjasama antara kakek dan rekan bisnis kakek, kalau kamu mau menikah dengannya kita akan mendapatkan keuntungan banyak,”
Rangga sangat geram mendengar ucapan kakenya.
“itu sama saja kakek menjual rangga, pokonya rangga gak mau.” Ucap rangga sambil melangkahkan kakinya, namun baru beberapa langkah suara beriton kakeknya membuat langkah rangga terhenti
“apa gara-gara gadis miskin itu ?”
rangga berbalik. “maksud kakek apa?”
“kalau iya karena gadis itu, lebih baik kamu menjauhinya, karena kakek tak akan merestui kalian berdua”
“kakek tau darimana, ?” tanya rangga
“hmmm.. ta perlu tau kakek tau darimana, yang terpenting, malam ini kamu harus ikut kakek makan malam, kalau tidak kamu akan tau akibatnya bagaimana nasib gadis malang itu.”
Mendengar ancaman kakenya membuat rangga mengepalkan kedua tangannya , hatinya terasa sakit dan mau tidak mau ia harus menuruti permintaan kakeknya karena tak mau membuat mutia terluka. Ia sudah sangat hafal dengan sikap kekeknya, ia akan menyingkirkan siapapun penghalang untuk mencapai tujuannya, tak heran ia memiliki perbisnisan yang sangat maju, dan karnea itulah rangga tidak mau mengikuti jejek kakeknya untuk masuk ke dunia perbisnisan.
“baik, akau akan ikut” ucap rangga singkat sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Dan kakenya hanya tersenyum licik penuh kemenangan.
Sesampainya di kamar rangga merebahkan dirinya, menumpukan satu tangannya di atas kepalanya sambil memjamkan matanya,
“kenapa disaat aku menemukan seseorang yang benar-benar aku cintai malah ada hambatan seperti ini” gumam rangga dalam hati.
Akhirnya ia memutuskan untuk membersihkan diri dan tidur.
Makan malam..
“ranggaaa” kakek nya sudah menunggunya di bawah dan memanggil nama rangga beberapa kali, rangga memperiapkan diri sambil bermalas-malasan karena ia sebenarnya sangat terpaksa mengikuti acara ini.
“iyaa kek… sebentar.” Jawab rangga
Rangga menuruni tangga dengan pakaian casualnya, karena ini adalah acara keluarga, walaupun sebenarnya sambil di tumpangi oleh perbisnisan.
“lama sekali kamu ini”
“ iya maaf kek”
“yasudah ayo “
Rangga dan kekenya pun tiba di restoran X
“Maaf saya sedikit terlambat” ucap kake rangga sambil memeluk rekan bisnisnya itu.
“Oh iya tidak apa-apa, kita juga baru datang, silahkan duduk”
Rangga duduk di sebelah wanita itu karena kakenya menyuruhnya untuk duduk di situ.
“ Oh iya.. perkenalkan, ini rangga cucuku”
Rangga mengulurkan tangan kepada rekan kakenya dan kepada jeni cucunya.
“wahhh sangat luar biasa cucumu ini, ia sangat tampan dan gagah.” Rangga yang di puji hanya tersenyum paksa.
“Dan ini cucuku jeni, ia juga baru pulang dari paris setelah menyelesaikan kuliah desainernya” jeni tersenyum manis kepada rangga dan kakenya’
“salam kenal yah ngga, semoga kita bisa menjadi fatner yang cocok.”
“ya” jawab rangga dengan singkat,
“tenanglah jen, kalian tidak hanya akan menjadi fatner, tetapi juga akan menjadi couple yang sanagat serasi,”
“ah iya kamu benar sekali, aku sudah tidak sabar menyaksikan mereka menikah nanti”
Kedua kakek itu berbincang-bincang dengan gembira. Tetapi berbeda dengan rangga yang hanya diam dan selalu memasang wajah datarnya.
”kek aku permisi ke toilet dulu” ucap rangga
Sesampainya di toilet rangga menatap dirinya di cermin dengan mengepalkan kedua tangannya
Tiba-tiba jeni sudah ada di belakangnya, rangga dapat melihat jeni di cermin.
“ngapain lo ngikutin gue hah?”tanya rangga dengan sinis
“heyyy selow beby, aku Cuma ingin berbicara berdua denganmu.”
“biacara apa , cepat katakan.. aku mual lama-lama melihat wajahmu” ketus rangga