NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:27.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?

Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?

Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.

"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.

"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.

Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?

Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penekanan

Setibanya di rumah.

“Assalamu’alaikum Ayah.” Fira berteriak, sambil menutup pintu rumah, dan melihat ke sekeliling rumahnya tidak ada siapa-siapa. Karena ia pulangnya ke-magrib-an, dan kemungkinan ayahnya sudah pergi ke masjid.

Lalu ibu nya Fira?.

Ibu nya Fira sudah meninggal sejak 5 tahun yang lalu, saat Fira masih duduk di bangku SMP kelas 8. Fira juga mempunyai adik laki-laki bernama Bima. Tapi Bima sedang melanjutkan sekolahnya di Yogyakarta, karna dia mendapat beasiswa untuk pendidikan SMA. Di salah satu SMA terkenal di Yogyakarta,

Lalu Fira pun naik ke kamarnya, mandi, wudhu dan melaksanakan solat magrib. Dan seusai solat magrib ia mengaji, karna mengaji di waktu magrib adalah suatu kebiasaan Fira dari kecil. Jadi tak heran jika dari waktu magrib sampai isya dia selalu ada di kamarnya untuk mengaji.

***

Di Masjid Raya

“Aduh... Kak Bara lama banget sih solatnya, malu nih dilihatin banyak orang di sini,” gerutu Lisa yang sedari tadi menunggu di pinggir jalan, karna Kakak nya sedang solat di mesjid sebrang. Sedangkan Lisa tidak solat karna sedang datang bulan.

Dan tiba-tiba ada seorang lelaki yang menghampiri Lisa.

“Dek lagi apa magrib-magrib di pinggir jalan sendirian?” tanya Adit.

“Siapa sih, ga kenal juga,” gumam Lisa dalam hati. Dan hanya melirik ke arah Adit sesaat.

“Ga baik loh sendirian magrib-magrib di jalanan, apalagi cewek.”

“Lagi nunggu Kakakku solat, kenapa?” jawab Lisa cueak.

“Oh begitu, kenapa ga ikut ke mesjid saja?”

“Apa sih,” decak Lisa pelan, dengan kesal.

Kemudian sebuah mobil menghampiri mereka, mobil itu tak lain ialah mobil Bara.

Karna Bara membawa mobil nya ke tempat parkir masjid. Sedangkan Lisa, ia tadi meminta diturunkan di sebrang jalan raya, karna ia tak mau ikut ke mesjid.

Pintu kaca mobil terbuka, dan nampak lah Bara. “Dek, ayo masuk!” ajak Bara yang masih duduk di dalam mobil sambil melihat ke arah luar di mana adik nya berdiri.

Lisa hanya mengangguk, sambil berjalan dan membuka pintu mobil, kemudian duduk di samping Bara.

Bara pun langsung memajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Dan Adit yang melihat hanya mematung kemudian pergi berjalan ke mesjid.

Dan di dalam mobil Bara bertanya kepada Lisa. “Laki-laki tadi siapa?”

“Gak tahu orang aku gak kenal” Jawab Lisa.

“Oh.” Bara hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan fokus menyetir.

Dan sesampainya di rumah Bara dan Lisa melihat Papa dan Mama nya sedang menyiapkan makan malam.

“Eh ratu dan raja mama sudah pulang," sambut Wina (Mamanya) sambil tersenyum melihat kedatangan anak-anaknya.

“Ayo sini kita makan malam dulu,” ajak Hito (Papanya).

Bara dan Lisa berjalan beriringan menghampiri meja makan.

“Lisa tadi sudah makan Pa, ditraktir sama kakak ku tercinta hehe," ucap Lisa cengengesan sambil menggelayut di lengan Bara.

“Kamu gak makan lagi De?” tanya Bara sambil melirik ke arah adiknya yang ada di sampingnya itu.

“Enggak ah Kak, masih kenyang.”

“Oh ya Ma, Pa, Lisa ke kamar ya mau istirahat cape, Mama dan Papa selamat makan," ujar Lisa seraya berjalan menaiki anak tangga.

“Ya sudah ayo kita makan," Ajak Wina kepada Bara dan suaminya.

Kemudian mereka bertiga makan dalam keheningan hanya suara sendok garpulah yang terdengar.

Selesai menghabiskan makan malam, mereka bertiga mengobrol sambil menikmati potongan buah apel yang sudah disiapkan oleh Wina

“Oh ya Bar, bagaimana dengan proyekmu yang baru-baru ini?” tanya Hito sambil menyuap potongan apel ke dalam mulutnya.

“Berjalan lancar Pa, besok aku juga ada meeting penting dengan klien baru ku.”

“Bar, Papa mau tanya sesuatu sama kamu”

“Tanya apa Pa?”

“Umur kamu ini kan sudah 28 tahun, apa kamu tidak ingin segera memberikan Papa dan Mama cucu?”

“Maksud Papa apa? Pengen cucu gimana pa?” tanya Bara yang kurang paham dengan pernyataan papanya.

“Ya bikinin Papa cucu lah.”

“Ya bikin cucu gimana pa, emang nya bikin cucu gampang, kayak bikin gorengan," jawab Bara sambil terkekeh.

“Maksud Papa kamu itu, kamu harus cepat nikah terus kasih kita cucu!” jelas Wina.

“Ma... aku belum mau menikah,” protes Bara.

"Lagi pula kalau aku kenalkan Dia, Mama dan Papa pasti akan menolak." gumam Bara dalam hati

“Kamu harus secepatnya nikah Bar!” timpal Papa Hito.

“Ya nanti juga Bara nikah Pa, tapi tidak dengan waktu sekarang ini.”

“Papa sudah jodohin kamu sama anak sahabat Papa, gadis itu baik, anggun, solihah dan pastinya bisa jadi istri yang baik buat kamu," ucap Hito.

“Tapi Pa kenapa harus dijodohin? Emangnya ini zaman Siti Nurbayah, ada acara jodoh-jodohan segala,” gerutu Bara.

“Pokonya kamu harus mau dijodohin sama anak nya Tn. Alex! Titik! ... Ingat Bar, Papa sama Mama sudah tua, kita juga gak tahu usia kita mau sampai umur berapa, jadi Papa ingin segera lihat kamu hidup berkeluarga!” jelas Hito penuh penekanan.

“Pa... aku kan sekarang lagi fokus sama bisnis aku,” kilah Bara, dengan wajah memelas

“Sudah! Pokonya minggu depan kita bakalan berkunjung ke rumah Tn. Alex, sekalian ngenalin kamu sama anaknya," jelas Hito dengan penuh penekanan.

“Apa! minggu depan?” teriak Bara, kaget.

“Iya, jadi kosongkan jadwalmu minggu depan, dan kau harus ikut ke sana!”

“Iya Bar, minggu depan kamu harus ikut ke sana, lagi pula apa salahnya kalian bertemu terlebih dahulu, siapa tahu kalau sudah bertemu, kalian jadi saling suka,” ucap Wina dengan senyum yang lebar.

“Baiklah Bara ikutin maunya Papa sama Mama.”

Karna waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Mereka bertiga pun bergegas masuk ke kamar mereka, untuk beristirahat.

“Huh kenapa harus ada perjodohan segala sih.” gumam Bara dalam hati, sambil duduk selonjoran di atas ranjang.

Bara terlihat Frustrasi dan dia mengacak-acak rambutnya karna kesal.

.

.

.

.

.

Jangan lupa juga untuk Klik Favorit, biar kalian ga ketinggalan episode-episode terbaru nanti ya. :)

Salam hangat untuk readers ku tercinta. ❤️

Follow IG ku : @dela.delia25

Subscribe juga Youtubeku : Delia Septiani

1
Brayen
aku ko berasa kasihan sm si fira😥
Dikdik Suarna
Luar biasa
Siti Aprila batubara: alurnya lambat! cerita kurang greget
total 1 replies
SisAzalea
Dion &fira
Laila Yusra
kok ceritanya, serta kebetulan
Laila Yusra
ok
Neulis Saja
sudahlah Raina akhiri saja jgn memaksa cintanya laki2 yg sdh tdk mencintaimu karena kalau dipaksakan juga kamu akan tersakiti dgn cinta
Neulis Saja
kamu itu waktu bara belum cinta sama kamu, kamu bertekad utk menyelamatkan pernikahanmu tapi setelah bara bertekad utk melepas hubungannya dgn pacarnya kamu tdk tega dan merasa berdosa lebay amat kamu itu
Neulis Saja
next
Neulis Saja
si bara apa maksudnya dgn menyuruh Dion utk membawa surat perjanjian antara bara dgn Fira? yg dihawatirkan akan dijadikan senjata oleh Raina dan apa betul Fira seorang wanita yg tangguh, hebat dan pemberani kukira salah alamat kalau utk diucapkan ke Fira, dia perempuan biasa aja gak ada yg istimewa?
Neulis Saja
Fira, you have to believe that your husband already loves you. trust me please 🙏
Neulis Saja
in my opinion Raina, you don't need to remember him anymore, you just need to remember yourself about what steps to take in the future 🙏
Neulis Saja
raina silahkan cari info tentang kegalauanmu agar hati, perasaan dan perbuatanmu menjadi seiring dgn kebenaran, agar tdk merugikan hidupmu tdk selalu yg kita inginkan terwujud jadi jalani saja takdirmu dan selalu berdua dan berdoa, how do you agree with my statement?
Neulis Saja
a good person is not someone who never makes mistakes, but when he makes a mistake he wants to change for the better
Neulis Saja
Allah has a beautiful plan for your soul mate Dion, i'm sure Dion Will find his true love. Hopefully 🙏
Neulis Saja
ini masalahnya tak seberat yg dibayangkan oleh mereka berdua, karena diantara mereka berdua punya hubungan disebelum terjadi pernikahan dan dlm hubungannya tdk melampaui batas2 atau norma2 adat ketimuran apalagi agamanya yg paling berat itu jika diantara keduanya ketika menjalin hubungan dgn menghasilkan anak diluar nikah misalnya atau yg perempuan ketika menjalani n hubungan sampai hilanngnya keperawanan misalnya akibat hubungan bebas jadi kalau hrs terbuka ya wajarlah kalau mereka berdua punya pacar masing2 sebelum pernikahan utk bicara terus terang masalahnya dimana ? kan bara juga tdk akan melanjutkan hubungannya dgn pacarnya, don't make life difficult !
Neulis Saja
bara, you show that you have ended your relationship with Raina
Neulis Saja
maybe from here there be Will an explaination to fira about bara and Raina in the past. hopefully 🙏
Neulis Saja
bara, you lie and then there Will be more lies, until when?
Neulis Saja
ya bagi muslim cipika cipiki yg bukan muhrim berdosa kamu kan bara muslim wajar katamu tapi tdk dlm ajaran Islam seorang muslim hrs menjaga sikap no kiss, no hug let alone free sex !
Neulis Saja
sudahlah cinta tdk bisa dipaksakan kalaupun bisa dipersatukan ada hati yg tersakiti, berdolah melalui jalur langit pasti Allah mengabulkan keinginan hambanya 🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!