NovelToon NovelToon
LOVE SON OF THE RULER

LOVE SON OF THE RULER

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:222.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan novel SON OF THE RULER (S 1 & 2).



Cinta mempersatukan mereka untuk menjalani kehidupan yang disebut rumah tangga.


Kisah cinta romantis empat putra penguasa yang memiliki sisi gelap, yang sama sekali tidak di ketahui oleh masing-masing pasangan mereka.



"Kehidupanku penuh dengan rahasia, dan hanya bisa diketahui oleh beberapa orang tertentu. Aku tidak akan membuat keluarga kecilku ikut didalamnya, cukup aku saja," Revan Li.


"Jauh dari istri membuat aku belajar akan pentingnya kepercayaan, berbeda dengan orang yang LDR. Saling mempercayai adalah bagian penting untuk sebuah hubungan bertahan hingga maut memisahkan." Revin Li.



"Kehidupan, kematian dan rejeki, ditentukan oleh tuhan. Tapi hubungan yang bertahan hingga maut memisahkan hanya bisa ditentukan dengan kepercayaan satu sama lain." Carlos Sia.



"Penantian membuahkan hasil, jika kita sabar dan teguh dalam menjalaninya. Selesaikanlah masalah itu dengan kepala dingin dan hadapi masalah itu dengan keberanian yang kuat, maka kehidupan yang baik akan selalu bersamamu." Reon Sang.

***

Kisah rumah tangga yang sering kali membawa tawa bagi mereka.


Penasaran yuk liat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAMIL

Revan tak henti-hentinya mondar-mandir didepan ruang UGD, ia terus menatap pintu ruang UGD yang masih tertutup rapat, entah kapan dokter yang memeriksa istrinya akan keluar dari sana.

Pintu ruangan UGD terbuka, dengan cepat Reva menghampiri dokter wanita itu dan menyerang dengan berjuta pertanyaan.

"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? Baik-baik saja kan? Tidak terjadi hal yang tidak-tidak kan?" tanya Revan tanpa henti, yang mendapat gelengan kepala dari dokter itu.

"Nyonya baik-baik saja, tuan. Dan selamat," ucap dokter wanita itu dengan senyum diwajahnya.

Revan mengernyit dengan apa yang dikatakan oleh dokter itu. Selamat? Selamat untuk apa? Batin Revan semakin bertanya-tanya.

"Maksud dokter apa?" tanya Revan yang tidak ingin berbasa-basi lagi.

Dokter itu menghembuskan nafasnya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, ia kadang ingin tertawa melihat reaksi Revan yang seperti orang kebingungan.

"Istri Anda tengah hamil satu bulan lebih, jadi sebaiknya Anda menjaga nyonya dengan baik, karena usia kandungannya yang masih rentan dan butuh pengawasan, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, tuan," jelas dokter itu panjang lebar, sedang Revan terdiam mendengar hal itu.

"Hah?!" Dokter wanita itu mengigit bibir bawahnya untuk manahan tawanya melihat Revan yang seperti orang bodoh sekarang ini.

"Anda akan jadi seorang ayah, tuan. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit dokter itu dengan mengelengkan kepalanya, ingin rasanya ia tertawa lepas sekarang juga.

Revan mengerjapkan matanya beberapa kali, dengan mencoba mencerna setiap ucapan dokter itu. Hamil? Menjadi ayah? Revan seketika berteriak membuat beberapa orang yang berlalu lalang didekatnya, terkejut dan menyentuh jantung mereka yang berdetak dua kali lebih cepat.

"AKHIRNYA!" teriak Revan lalu berlari masuk kedalam ruangan UGD untuk melihat kondisi Rania, tanpa peduli dengan orang yang terkejut karena teriakannya.

Revan tersenyum melihat Rania yang terbaring diatas brangkar dengan kondisi yang mulai lebih baik dari sebelumnya.

"Sayang!" panggil Revan lalu berlari kecil mendekat kearah Rania dan mencium wajah Rania tanpa henti.

"Ada apa? Sepertinya sangat bahagia?" tanya Rania dengan menatap Revan yang juga menatapnya dengan raut wajah bahagia.

"Makasih sayang," ucap Revan lalu kembali mengecup wajah Rania tanpa henti.

"Ada apa sih? Kasih tau dong," ucap Rania yang hanya dibalas senyuman lebar oleh Revan.

"Kamu hamil sayang, kita akan jadi orang tua. Terima kasih," ucap Revan lalu mengecup wajah Rania yang perlahan-lahan terlihat seperti ingin menangis.

"Sudah, tenanglah. Aku sangat berterima kasih. Thank you my wife," ucap Revan lalu memeluk Rania yang memangis haru dipelukannya.

***

Revin tengah duduk diruang rapat dan menatap datar pada seorang wanita yang tengah melakukan presentasi dihadapannya, dan beberapa petinggi perusahaannya.

BRAK!

Revin mengembrak meja dengan kesal, dan menatap dingin pada semua orang yang hadir diruang rapat itu. Sedang sang sekertaris hanya berwajah datar, melihat sang bos yang murka kali ini.

"Apa kalian tidak bisa membuat hal yang lebih baik! Jangan pernah mengadakan rapat yang begitu menyita waktu seperti ini! Jika kalian saja tidak bisa memberi yang terbaik untuk kalian perlihatkan padaku!" ucap Revin dingin, lalu segera berlalu keluar meninggalkan semua orang yang terdiam dengan kepala menunduk, mendapat teguran keras dari sang bos besar.

Sekertaris Revin yang bernama Cleo segera keluar dari ruang rapat, mengejar sang bos yang sudah pasti pergi ke ruangan kebesarannya.

Revin membuka pintu ruangannya dengan keras, dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara berfikir para karyawannya yang dengan entengnya mengatakan rapat, tapi sama sekali tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Revin dengan cepat mendekat kearah kursi kebesarannya, lalu mendudukkan tubuhnya dan memijit pangkal hidungnya.

Beberapa menit kemudian.

Tok! Tok! Tok!

terdengar suara ketukan pintu, membuat Revin dengan malas mendogak dan menatap pintu ruangannya.

"Masuk!" ucap Revin dingin lalu kembali memijit pangkal hidungnya.

Cleo masuk kedalam ruangan Revin, setelah mendengar suara sang bos yang mengijinkannya untuk masuk.

Cleo dengan perlahan meletakkan secangkir kopi diatas meja kebesaran Revin.

"Ini kopinya, tuan," ucap Cleo lalu segera membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan itu, membiarkan sang bos menenangkan fikiran terlebih dahulu.

Revin menghembuskan nafasnya, lalu perlahan meraih cangkir kopi yang dibawa oleh Cleo tadi. Ia meminum kopi itu untuk mencari ketenangan.

'Kenapa besok lusa terasa begitu lama sekarang,' ucap Revin dalam hati, lalu kembali menyeruput kopinya.

* * *

Pukul 2 siang.

Revin menghembuskan nafasnya saat pekerjaannya selesai, ia segera bangkit dari duduknya untuk pulang. Ia ingin membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sekarang, atau lebih tepatnya ingin menghubungi istrinya.

Revin membuka pintu ruangannya dan berjalan keluar keruangan Cleo.

"Cleo, semuanya sudah selesai. Jika masih ada, kirimkan saja lewat email," ucap Revin saat membuka pintu ruangan sekertarisnya, lalu pergi meninggalkan Cleo yang terdiam seribu bahasa. Karena tidak biasanya sang bos menyelesaikan semuanya lebih cepat seperti sekarang ini.

"Hem, sepertinya bos sudah sangat rindu dengan istrinya, hingga buru-buru ingin pulang dan menelfon istrinya," ucap Cleo lalu menghembuskan nafasnya. "Apalah dayaku yang seorang jomblo," lanjut Cleo dengan mengelus pelan dadanya. Kapanlah jodohnya akan datang, hanya tuhan yang tau.

Ting!

Pintu lift terbuka, Revin dengan cepat berjalan keluar dari lift untuk segera tiba dibasemant perusahaannya, dan dengan cepat mendekat kearah mobilnya yang terparkir dengah cantik disana.

"Hem, firasatku mengatakan, jika Brother ada dirumah sekarang ini," ucap Revin, lalu segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah sang kakak.

***

Lima belas menit kemudian.

Revin memarkirkan mobilnya didepan rumah dan seperti dugaannya mobil sang kakak sudah terparkir lebih dulu disana.

Revin segera membuka pintu mobilnya, lalu berjalan dengan santai untuk masuk kedalam ruang itu. Kenapa Revin memilih untuk tinggal dengan Revan dibanding sang ayah? Karena menurut Revin, jika tinggal dengan sang ayah akan merepotkan ibunya. Padahalkan dia sudah menikah, dan jika dengan sang kakak itu akan sedikit membantu kakak iparnya. Ya begitu menurut Revin. Meski ia harus melihat keromantisan yang kadang membuatnya ingin segera terbang ke negara B.

Revin terdiam saat tiba diruang tamu dan mendapati Rania yang sudah duduk cantik disana dengah menatap malas pada layar tv yang menyala.

'Tumben kakak ipar sudah pulang,' ucap Revin dalam hati, dengan menatap aneh Rania yang sesekali menghembuskan nafasnya malas.

"Kakak ipar sudah pulang?" tanya Revin yang berjalan mendekat kearah Rania lalu mendudukkan diri disofa tunggal yang berhadapan dengan kakak iparnya itu.

Rania menoleh pada Revin lalu mengangguk kecil, saat ini rasa bosan tengah menghampiri dirinya.

"Brother juga sudah pulang?" tanya Revin lagi, dan Rania hanya menganggukkan kepalanya hingga terdengar suara seseorang yang baru keluar dari dapur.

Revin menoleh dan seketika tersedak salivanya sendiri, saat melihat seorang pria yang berjalan kearah mereka.

1
Salsha Bila Maharani
pingin kisan rhena thor
ningnong
judulnya apa thor
Wita Arym
Apakah it reana
Umi Rahmawati
pas baca eps ini,,,, ya allah sedih banget ,, sampek nangis,,,,, untung bacanya di kamar,,,, jdi kagak tahu p. suami kalau lagi nangis
Ita Nusta Mega
noveltoon dong thor
Ita Nusta Mega
Aku ga sanggup ngebacanya thor...aku ga ikhlas Ana meninggal...😭😭😭... sedikit kecewa...
Ita Nusta Mega
makin lucu ... guemmmeeeessss Ama author nya...😅😅😅💪
onalis
kasih tau dong thor judul nya ap
Nurul84837058
msh blm ikhlas anna meninggal suka gamon kalo liat arian:(
Erlin
jadi baper.. habis dech tissue 1 kotak.. mantul thoor sdh bikin baper
Erlin
wkwkwk
Defe
udah ad belum novel Jaydennya thor???
Yu Ye
Kok ra ia mcm kurang perhatian sama anak ya ya tor
Jepilopez
Jgn di tamatin thor
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Maria Ina Tapo
thor novel jayden judulnya apa yah
Herfina Fina: authornya nggak mau jawab kayaknya... kita jadi pensaran
total 1 replies
Lyn
ok siap Thor. mari kita ke novel Jayden.
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nayra Syafira Ahzahra
ok thor.... makasih
Herfina Fina
judulnya apa thor? aku penasaran gimana jayden setelah dewasa... please thor kasih tahu.. aku ngikutin cerita ini dari awal 🙏
Amel Otiek
knp ana mesti di buat mati gk asik
Nadia Farah Dini
cerita nya ini nyambung ya ko aku bingung bacanya yang mana duluan yang disebalah udah punya anak disini baru punya anak jaid bingung aku harus baca yang mana duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!