Spinn off "HASRAT SEPUPU (PENGKHIANATAN)"
Lahir dari rahim yang sama, wajah yang sangat mirip, lahir di hari, bulan dan tanggal yang sama.
Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.
Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.
Keduanya juga tidak terlalu akrab lalu bagaimana jadinya jika kekasih Amman menikah dengan Ammar dan begitupun sebaliknya?
Yuk kawal kisah 2A (AMMAN DAN AMMAR)!
Simak kelanjutannya berikut!!!
So happy reading and stay tune 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 JERAT CINTAI SI KEMBAR
Dua hari kemudian.
Ammar masuk ke dalam sebuah diskotik dengan pesona yang mampu membuat semua wanita melirik ke arahnya.
Dirinya duduk di sebuah sofa dengan memangku sebelah kaki, tak lupa Ammar menyalakan rokok guna membuat hatinya tenang.
Terlihat seorang wanita cantik dengan menggunakan pakaian seksi berjalan ke arah tempat duduk Ammar.
"Hai, apa kamu butuh seorang teman? Aku bersedia menemanimu." ucap wanita itu dengan suara yang serak-serak basah.
Ammar memindai penampilan sang wanita dari atas sampai bawah.
"Silahkan." Ammar menggeser duduknya.
Wanita tersebut tersenyum manis dan duduk disebelah Ammar, tak lupa dia duduk dengan sangat sensual hingga paha mulusnya terpampang jelas di mata seorang Ammar Arsalaan.
Ammar yang memang seorang cassanova langsung tersenyum tipis.
"Apa kau sengaja menggodaku?"
Rasa berani yang ada di dalam diri Ammar membuatnya langsung menyentuh paha mulus itu.
Wanita tadi hanya tersenyum ke arah Ammar. "Jika Anda membutuhkan kehangatan, aku bersedia menemani Anda. Asal—" lanjutnya sambil memberi kode bayaran.
"Oh, bayaran? Kau tenang saja, aku adalah orang kaya. Berapa pun uang yang harus aku keluarkan, itu tidak terlalu menjadi masalah." Ammar ingin mencium bibir indah milik wanita itu, tetapi deheman seorang wanita lain mampu menghentikan aktivitas Ammar.
Ammar menatap ke asal suara dan dia menjauhkan tubuhnya dari wanita yang duduk disebelahnya.
"A—audrey? Kamu ada disini?'' ucap Ammar terbata.
"Ya, aku dan Elisa memang sering datang ke tempat ini. Kamu juga ada disini? Dan—?' Audrey menunjuk ke arah wanita disebelah Ammar.
"Oh, bukan." Seakan tau apa yang ingin Audrey katakan, Ammar lansung membantah apa yang Audrey pikirkan. "Dia hanya menemani aku duduk disini, tidak lebih." lanjutnya sambil melirik wanita tadi dengan gugup .
Sang wanita memasang raut wajah masam, hampir saja dia mendapatkan bayaran dan sekarang sudah hilang begitu saja.
"Aku permisi." Ucap wanita itu sambil beranjak dari tempat duduk.
"Nah, perempuan itu sudah pergi. Sebaiknya kamu yang menggantikan dia duduk disini untuk menemani aku sebentar." Ammar menepuk bangku yang ada disampingnya.
Audrey tersenyum tipis dan duduk disebelah Ammar, sementara Elisa dia pergi ke tempat lain bersama dengan teman sefrekuensi nya.
"Apa kamu tidak minum?" Ammar melirik wajah cantik Audrey.
Audrey menggeleng. "Aku tidak suka meminum alkohol." lanjutnya.
"Jadi untuk apa kamu datang ke tempat ini jika bukan untuk minum?" Ammar menjadi penasaran.
"Aku hanya ingin refreshing sejenak."
"Apa kamu—?"
Audrey mengerti apa yang Ammar pikirkan, dia menggeleng dan tersenyum tipis. "Aku bukan wanita seperti itu. Meskipun aku sering pergi ke diskotik, tetapi aku tidak pernah melakukan hal maksiat apapun. Aku bisa menjaga diri karena semua yang ada di dalam diriku hanya untuk suamiku."
Ada rasa kagum tersendiri di dalam hati Ammar ketika Audrey ternyata tetap menjaga kehormatan untuk suaminya nanti.
'aku semakin penasaran dengan gadis ini.' Ammar membatin.
Mereka kembali mengobrol dan Ammar lupa dengan hasrat yang tadi ingin disalurkan.
"Apa kamu sudah memiliki kekasih?" akhirnya Ammar memberanikan diri untuk bertanya tentang status Audrey.
Audrey menggeleng. "Sudah enam bulan aku putus dengan kekasihku. Ya, dia meminta untuk berciuman."
"What? Hanya berciuman saja kamu tidak mau?"
Audrey kali ini mengangguk. "Aku tidak pernah melakukan hal apapun selama berpacaran, paling lebih ke pegangan tangan saja."
Ammar tidak menyangka ternyata di dunia yang sudah semakin modern ini masih saja ada wanita seperti Audrey.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPAKAN DUKUNGAN, TERIMA KASIH 🙏**
turun dr mobil masuk LIFT apartemen PASTI ADA SECURITY, KNP SAAT ITU ANISA TDK BERONTAK, EEH sdh masuk kamar baru NIAT KELUAR...
PAARARAAH KAMU THOR
Bill 5jt aja KAGET JANTUNGAN
thor thor..
wkwkwkkkkk