NovelToon NovelToon
Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Melodi Nada Asmara, seorang gadis dua puluh tahun yang sangat mencintai musik. Musik adalah napas bagi Melodi. Dunianya tak pernah sepi karena selalu ada melodi yang mengalun di dalam telinganya.

Berbeda dengan Abas Baskara, seorang pria misterius dan dingin, yang menganggap musik hanyalah suara berisik yang mengganggu ketenangan hidupnya.

Pertemuan Melodi dan Abas di tepi pantai di suatu senja, mengubah hidup mereka. Abas yang selalu menganggap musik itu berisik, ternyata menemukan ketenangan dalam setiap petikan gitar yang dimainkan Melodi. Melodi yang biasanya memainkan gitar dengan jiwa yang bebas, kini memahami bahwa setiap nada memiliki makna jika dimainkan untuk seseorang.

Bersama Melodi, Abas menemukan ketenangan yang selama ini dia cari. Bersama Abas, Melodi belajar, bahwa musik bukan sekadar kumpulan nada, melainkan bahasa yang mampu menyembuhkan luka hati.

Bagaimana kisah Melodi dan Abas? Simak dalam Senandung Cinta Melodi! 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Langit senja kala itu terasa begitu menyakitkan bagi Abas. Dia menatap matahari yang seolah akan tenggelam ke dasar laut dengan tatapan dingin dan sedih di waktu yang sama.

"Maaf... Bukan kamu yang salah... Tapi aku."

Kata-kata itu terus terngiang di telinga Abas. Wajah Sabrina yang berderai airmata kembali terlintas di pikirannya, membuat rahangnya sedikit mengeras. Abas memejamkan matanya, mencoba menghapus bayangan wajah Sabrina dari benaknya.

"Bukan salahku," gumamnya.

Angin pantai membelai lembut raut kaku Abas seolah memahami luka yang disembunyikannya. Abas menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, membiarkan angin membawa keluh kesahnya yang tak terlihat.

"Ting... Ting... Jreng..."

Suara petikan gitar memecah keheningan. Abas mengerutkan kedua alisnya dengan mata masih terpejam.

"Ting... Ting... Jreng..."

Abas membuka matanya mendengar alunan gitar yang mengusik ketenangannya sore itu.

"Jreng... Jreng... Jreng..."

Dia menoleh, mencari sumber suara yang sudah mengganggu kedamaiannya. Tatapannya terpaku pada seorang gadis dengan gitar di pangkuannya. Rahang Abas kembali mengeras. Dia berjalan mendekat dengan cepat ke arah gadis itu. Harinya sudah cukup buruk seharian ini. Dia tidak ingin satu-satunya waktu yang tenang baginya sore itu juga terusik oleh suara gitar yang berisik.

"Senja... katakan padanya..."

"Luka ini kan ku bawa... Tanpa suara... Tanpa kata..."

Suara nyanyian gadis itu membuat langkah Abas berangsur melambat.

"Angin... sampaikan padanya..."

"Hati ini kan ku jaga... Dalam nada... Dalam diam..."

"Jreng... Jreng... Jreng... Jreeeng..."

Langkah Abas terhenti hanya beberapa langkah dari gadis itu. Abas menatap gadis itu. Lagu yang dinyanyikannya seolah membaca apa yang ada dalam hatinya, membuat dadanya terasa sesak.

Abas masih terpaku, menatap gadis bermata lentik yang selesai menyanyikan lagunya.

"Hmmm... Bagian chorus udah," gadis itu menggumam sambil mengambil buku yang ada di sampingnya lalu menulis sesuatu.

"Tinggal bagian verse dua," lanjutnya sambil menatap bukunya.

Abas memperhatikan gadis itu untuk sesaat. Gadis itu meletakkan kembali buku catatannya di sampingnya. Dia menatap ke arah matahari yang semakin tenggelam. Rambut panjangnya yang diikat sembarang perlahan tertiup angin.

"Jreng... Jreng... Jreng jreng... Jreng..."

"Senyummu tak lagi sama... sejak dirinya hadir dalam duniamu..."

Abas mengerutkan kedua alisnya. Napasnya tercekat mendengar lirik lagu yang dinyanyikan gadis itu.

"Tawamu tak lagi ada... sejak dirinya membawamu pergi jauh bersamanya... Oh..."

Bayangan wajah Sabrina kembali terlintas di benak Abas —senyumnya, tawanya, bahkan... tangis terakhirnya. Dada Abas naik turun, mencoba menahan sesuatu dalam hatinya yang terasa akan meledak. Tangannya terkepal kuat di samping tubuhnya. Abas merasakan sakit di tenggorokannya. Tanpa Abas sadari, airmata yang tak pernah mengalir dari kedua matanya, menetes begitu saja.

'Kenapa... lagunya terdengar indah dan... menyakitkan di saat bersamaan?'

"Oi! Melodi!!!" teriak seorang pria dari kejauhan, menyadarkan Abas. Dia segera menaikkan kacamatanya dan mengusap airmatanya sambil melihat ke arah gadis bergitar yang menoleh ke arah pria yang memanggilnya.

"Apa, Bang?" tanya Melodi sambil berdiri menghadap pria itu.

"Pulang. Dicariin Ibuk," kata pria itu.

"Yaelah, pake dicariin. Kek anak kecil aja," kata Melodi lalu melangkah pergi bersama pria yang memanggilnya.

Abas menaikkan kedua alisnya, menyadari gadis itu meninggalkan buku catatannya. Dia berjalan, mengambil buku catatan yang masih tergeletak di atas pasir pantai. Mata Abas menangkap tulisan di dalam buku yang sepertinya lirik lagu yang dinyanyikan gadis bernama Melodi.

"Tunggu!" teriak Abas dengan suara serak. Melodi dan pria di sampingnya menoleh ke belakang.

"Kenal?" tanya pria di samping Melodi. Melodi menaikkan kedua bahunya sambil menatap pria berkacamata yang berjalan ke arahnya.

Abas berjalan menuju Melodi yang berhenti berjalan dan menghadap ke arahnya.

"Ketinggalan," kata Abas sambil menyodorkan buku Melodi. Melodi menaikkan kedua alisnya.

"Eh, makasih," kata Melodi sambil menerima bukunya.

"Kebiasaan," kata pria di samping Melodi sambil mengacak pelan rambut Melodi. Abas memperhatikan keduanya.

"Makasih, Mas, udah balikin buku adek saya," ucap pria itu.

"Adek saya ini memang pelupa orangnya," lanjutnya. Abas mengangguk tipis.

"Ih! Apaan sih Bang Alto!" kata Melodi sambil menepuk bahu pria yang ternyata kakaknya.

"Makasih ya," kata Melodi sekali lagi. Abas hanya mengangguk tipis.

"Yuk, pulang. Katanya Ibuk nyariin," kata Melodi lalu mengangguk ramah ke arah Abas. Alto melakukan hal yang sama. Keduanya berjalan meninggalkan Abas yang masih menatap punggung mereka.

Setelah Melodi dan Alto berjalan beberapa langkah darinya, Abas menarik napasnya dalam-dalam lalu kembali menatap ke arah horison dimana matahari sudah benar-benar tenggelam. Tiba-tiba, lagu Melodi yang baru saja didengarnya terngiang di kepalanya.

"Senja... katakan padanya..."

Di tengah deru ombak pantai senja itu, Melodi yang samar-samar mendengar lagunya menghentikan langkahnya. Dia menoleh, mencari sumber suara. Matanya menangkap Abas yang sedang menatap horison sambil menyenandungkan lagu yang baru saja ditulisnya.

'Dia... sepertinya sedang terluka,'

***

Melodi merebahkan tubuh di atas tempat tidurnya. Dia menatap langit-langit kamarnya. Melodi mengerutkan kedua alisnya saat teringat wajah pria di tepi pantai saat menyanyikan lagunya.

"Cowok tadi itu... kenapa ya?" gumam Melodi.

Bola mata Melodi bergerak perlahan. Dia lalu bangun dan meraih buku catatan lagu-lagunya. Dia menatap buku itu sambil masih memikirkan pria yang mengembalikan bukunya itu.

"Jadi... dia tadi... dengerin aku nyanyi?" tanya Melodi pada dirinya sendiri.

Melodi membuka buku catatannya. Dia berhenti di halaman yang memuat lirik lagu yang dinyanyikannya di tepi pantai petang tadi. Melodi membaca tiap kata yang dia tulis sambil menyenandungkan nada lagunya. Dia seketika berhenti, saat senandungnya sampai pada bagian chorus lagu. Wajah pria di tepi pantai kembali terlintas dalam benaknya.

Melodi mengambil gitarnya. Dia menatap sesaat ke arah buku catatannya sebelum akhirnya memetik gitarnya.

"Ting... Ting... Jreng..."

"Ting... Ting... Jreng..."

"Jreng... Jreng... Jreng jreng... Jreng..."

"Saat pertama kita jumpa... Tawamu bersinar paling cerah... Menerangi duniaku yang kelam... Membawa diriku pada cahaya... Oh... Tak pernah ku sangka... Senyummu membawa dusta petaka... Membuatku jatuh terlalu dalam... Membawa diriku kembali tenggelam... Oh..."

"Ting... Ting... Jreng..."

"Senja... Katakan padanya... Luka ini kan ku bawa... Tanpa suara... Tanpa kata... Angin... sampaikan padanya... Hati ini kan ku jaga... Dalam nada... Dalam diam..."

Melodi masih memetik gitarnya. Petikannya mengalir begitu saja tapi terdengar sendu. Untuk pertama kalinya, saat menyanyikan lagu ciptaannya, satu wajah terlintas di benaknya. Satu wajah yang bahkan tak dikenalnya.

'Apa dia baik-baik saja?'

***

Abas kembali masuk ke mobilnya. Senja telah pergi. Seperti Sabrina. Tinggal gelap yang merayap perlahan mengisi hatinya.

Abas menyalakan mesin mobilnya. Dia membenarkan posisi kacamatanya sebelum menginjak pedal gas perlahan.

'Bukan salahku...'

'Lalu... apa itu salahmu?'

***

Author's Note:

Lagu ciptaan Melodi bisa didengar lewat:

https://suno.com/s/bacGcE0RHTOboMvN

1
Ne Ajja
tanya langsung sama orangnya, Bas...
jangan bisanya nanya dalam hati mulu 🤭
Purnamanisa: kepo banget emang si Abas, tapi sok cool 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ne Ajja
ada yg panas tapi bukan kompor 😂
Purnamanisa: apa tuuuh 😅😅🤣🤣
total 1 replies
Ne Ajja
belokin dong, Bar...
dah tau kakamu itu lempeng aja orangnya...
sesekali bolehnya didorong, sampe nyungsep juga ngga pa2...🤣🤣
Purnamanisa: Kalo dibelokin langsung Abasnya ngambek, Kak... biarkan dia belok sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Ne Ajja
ngga, Bas...
beneran yg kamu lihat itu, Aku. 🫣 🤭🤣
Purnamanisa: 😅😅
Melodi dimana2 🤣🤣
btw, video Senja Dalam Diam sudah ada di tiktok Purnamanisa ya, kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
Suka sama lagunya.
Hafal bagian reffnya🤭
Purnamanisa: senjaaa... katakan padanya...🤭🤭
total 1 replies
Ne Ajja
"rasa" hadir tanpa butuh alasan...
eaaa....🤭
Purnamanisa: terimakasih kakaaak... biasanya kalo udah eps 20 keatas baru rame kak 😅😅 bantuin up dan share ya kalo menurut kakak ceritanya keren 🙏🙏 terimakasih udah selalu baca karya2 author 😊😊
total 3 replies
Ne Ajja
arahin, Mel 🤭
Purnamanisa: lupa ga bawa kompas, Kak 😅😅
total 1 replies
Ne Ajja
ohhh....astaga...
bener2 plot twist nya..

jangan sampe Alto yg disalahin ya atas berpalingnya Sabrina...
die aja ngga tau klo lagi disukai sama si Sab..
Purnamanisa: daripada nikah tapi kebayang2 cowok lain kan yaa 😅😅😅
total 3 replies
Ne Ajja
aku udah vote + gift...
moga bisa naikin pembacanya ya...
semangat Ka...💪💪
Ne Ajja: sami2 ka...
total 2 replies
Ne Ajja
👍👍👍👍👍
Ne Ajja: okeh...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!