#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari
Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!
Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.
Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.
Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!
Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 – Kebangkitan Sistem?!
Tanah lapang membentang luas, debu berterbangan kemana-mana hingga menutup awan. Cairan merah menggenang di banyak tempat, hingga mengalir bak layaknya sebuah sungai. Bau amis dapat tercium puluhan mill jauhnya, tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya.
Mayat orang dan makhluk lain tergeletak dimana layaknya sampah tidak berguna, tidak ada yang memperdulikannya.
Swisss... Hwush...
Clang... Clang....
Dar....
Suara kekacauan terdengar dari berbagai tempat, tapi tidak ada yang memperdulikannya. Mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri, terhasut sedikit saja, mungkin saja kepala mereka sudah tergeletak di tanah.
Situasi ini dapat digambarkan dalam satu kata saja, yaitu KEKACAUAN.
...***...
Suatu tempat di sana, seorang pria paruh baya berumur sekitar 50 tahunan sedang bertarung sengit. Rambutnya yang sudah ubanan berkibar dengan semangat, seperti menggambarkan perjuangan pria tersebut.
Tubuhnya yang sudah cukup tua, nampak sudah kelelahan dan penuh dengan luka, seperti dapat tumbang kapan saja. Namun, tatapan matanya masih tajam, layaknya seekor harimau yang akan memburu mangsanya apapun caranya!
"Hyyaaaah!!!!"
Teriak pria tersebut sambil mengayunkan tangannya. Sesaat setelahnya, tanah di sekitar bergemuruh dan terangkat keatas membentuk duri-duri tajam yang menjebak seekor beast besar didepannya.
"Sssshhhhhnnn!!..."
Seekor ular yang panjangnya mencapai satu kilometer menggeliat dengan keras, mencoba melepaskan diri. Sisik hitam pekatnya mengkilat sekejap dengan kilatan cahaya ungu, dengan mudahnya menghancurkan duri tanah tersebut.
"Cih!..." Decak pria tersebut, "Sudah aku duga itu tidak akan bertahan lama, tapi itu sudah lebih dari cukup!" Teriaknya.
Sebuah meteor yang sangat besar muncul di angkasa, mata semua orang terbelalak melihatnya. Saking besarnya itu, hari yang masih siang seakan berganti menjadi malam.
"Hyyaaaah!!!!...." Teriaknya habis-habisan.
Dengan menggabungkan elemen tanah, api, kayu, dan metal, maka terbentuklah meteor tersebut yang dapat meratakan sebuah gunung. Serta, dengan bantuan elemen cahaya dan waktu untuk mempercepat momentum, maka tidak mungkin ada yang bisa menahannya. Kan?
Merasakan ancaman yang luar biasa mengerikan, ular tersebut bergegas untuk melarikan diri.
"Mau melarikan diri?! Tidak mungkin kecuali aku mengijinkanmu!!" Teriak pria paruh baya tersebut.
Tangan kanannya terangkat ke depan. Tiba-tiba sebuah rantai dari api muncul tepat di bawah ular tersebut dan langsung mengikatnya dengan kuat. Dilanjutkan dengan bayangan hitam yang juga mengikatnya, serta aura tak terlihat keluar dari pria tua tersebut dan mencakup beberapa ratus mater disekitarnya.
Ular tersebut tidak bisa bergerak sama sekali, seakan ruang terkunci dan tidak mengijinkannya untuk bergerak.
Kini, hanya menunggu waktu hingga meteor tersebut terjatuh dan menghantamnya. "Sialan kau manusia!! Jika aku dapat selamat, aku pasti akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan!!"
Pria tersebut tersenyum tipis, "Silahkan saja, jika kau bisa binatang sialan!!... Aku pasti akan membunuhmu dan kembali membalas apa yang telah bajingan itu lakukan padaku!!!...."
Walau ia sudah di ambang batas, semangatnya tidak padam. Satu momen ini menentukan nasib mereka berdua, ini adalah pertaruhan yang mempertaruhkan nyawa mereka berdua.
"Hahaha!!..." Teriak ular tersebut, "Baiklah!!!..."
Booom!!!!....
Meteor menghantam dengan kekuatan yang luar biasa, gelombang kejutnya begitu besar hingga menghancurkan apapun dalam jarak puluhan kilometer jauhnya. Ini bisa dikatakan ledakan nuklir berskala kecil.
Pria paruh baya tersebut mengeluarkan sedikit energi yang tersisa untuk membentuk pertahanan agar tidak terkena efek gelombang kejutnya.
"Hah... Sepertinya aku bisa beristirahat sejenak," desah pria tua tersebut merasa sedikit lega. Namun itu tidak bertahan lama, ia segera merasakan energi yang sangat besar berkumpul ke satu titik.
"Hahaha.... Sepertinya aku yang menang manusia!!!" Teriakan keras terdengar dari dalam debu yang tebal. "Bahkan jika aku terbunuh, aku pasti akan mengajakmu juga!!!!"
"Sialan!... Bagaimana dia bisa bertahan dari serangan terkuatku!!.." ucap pria itu tidan percaya, "Sepertinya rumor tentang beast ini termasuk yang paling kuat di rank SS bukan hanya bualan saja!!"
"Matilah manusia!!!"
Mulut ular tersebut terbuka lebar, energi yang sangat besar terkumpul kedalam satu titik. Segala sesuatu yang ada di sekitarnya tersedot kedalam, seperti lubang hitam.
"Sial! Itu ultimate skillnya! End of Horizon!!" Kata pria tua. "Dikatakan, itu bisa melenyapkan sebuah benua dengan mudah dan di tambah usaha mati-matiannya, daya hancurnya akan lebih dari itu!"
"Aku harus menghentikannya apapun yang terjadi!"
Dengan sekuat tenaga, pria tua tersebut menarik semua kekuatannya yang tersisa untuk mengisolasi area tersebut menggunakan elemen ruang-nya.
"Usaha yang sia-sia, manusia!!!" Teriak putus asa ular tersebut.
Pria tersebut tidak menggubrisnya, ia fokus mengendalikan kekuatannya. Namun kekuatannya tidak cukup kuat untuk dapat menahannya, ditambah ia sudah sangat kelelahan dan mencapai batasnya.
Darah mengalir deras dari semua lubang di tubuhnya. "Sedikit lagi! Akan kuperkecil areanya walau hanya satu centimeter!" Bisik putus asanya.
Dan...
Booom!!!!!
Ledakan maha dahsyat membentang ratusan kilometer jauhnya, melenyapkan segala hal yang dilewatinya. Tanah lapang kini berubah menjadi kawah dengan diameter ratusan kilometer.
"Uhuk..." Pria tua tersebut terbatuk berat, darah pekat mengalir dari mulutnya.
Akibat serangan bunuh diri itu, setengah badannya hancur tak bersisa. Kini, tinggal bagian atas tubuhnya yang masih tersisa.
Ia tergeletak di kawah yang begitu dalam dengan keadaan yang memprihatinkan. Wajahnya semakin pucat akibat terlalu banyak kehabisan darah, matanya semakin sayu menggambarkan keputusasaannya.
"Hah... Hah..." Napasnya berat. "Abyssal World Serpent! Beast rank SS! Bukan tanpa alasan di sebut sebagai bencana tingkat benua!"
Matanya menatap ke langit biru, "sepertinya hanya sampai sini aku bisa bertahan," ucapnya pelan.
Matanya berlinang, perlahan air matanya mengalir ke pelipis, "Maafkan aku Lian'er, aku tidak bisa membalaskan kematianmu!... Maafkan aku sayang..."
"Andai aku dapat kehidupan kedua, aku pasti akan membalas para bajingan kaparat itu!!" Lanjutnya.
"Tidak aku sangka, hari kematianku akan sama dengan hari kelahiranku..." Ucapnya dengan senyum lesu. "Yah, itu tidak ada artinya lagi..."
Tepat setelah mengucapkan itu, gelang emas ditangannya bersinar terang. Kemudian, mencengkram erat pergelangan tangannya dan melebur menjadi satu.
"Apa ini? Tanganku panas," katanya sambil menoleh pelan dengan sisa tenaganya. "Bukankah itu gelang yang sudah bersamaku sejak ditelantarkan ke panti asuhan? Aku sudah mencari tahu benda apa sebenarnya itu, tapi tidak menemukan apapun. Apa sebenarnya benda itu?"
Ia merasa terheran-heran, "tapi itu sudah tidak berguna, bagaimanapun aku pasti akan mati," ucapnya putus asa.
Tiba-tiba, sebuah hologram emas muncul di depan mukanya. "Apa ini? Apa aku berhalusinasi sesaat sebelum mati?"
[Ding... Integrasi Genesis System sistem telah berhasil!]
[Memindai host...]
[~~]
[Pemindaian selesai...]
[Terdeteksi host dalam kondisi kritis, mencari metode penyelamatan...]
[Memulai penyembuhan... Kondisi terlalu kritis, tidak direkomendasikan.... Gagal!]
[Mencari metode lain....
[Gagal!....
[Gagal!...
[Gagal!....
[........
[Metode memutar waktu.... Sangat direkomendasikan!....]
[Mohon tentukan waktu yang ingin diputar...]
"...."
[Host tidak menjawab, mencari masa waktu yang paling ideal secara otomatis...]
[Berhasil di tentukan!...
[Memulai memutar waktu!....
[1%.... 5%.... 15%....
"Apa ini?" Tanya pria tua tersebut, "apa ini nyata..." Ia masih tidak percaya.
Perlahan, kesadarannya mulai menghilang. "Sepertinya sampai sini sa–" sebelum sempat selesai berbicara, kesadarannya menghilang.