NovelToon NovelToon
BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Tante Guru dan Tuan Kaku

​Matahari di atas kebun binatang siang itu cukup terik, namun semangat anak-anak TK Pelita Bangsa tidak surut. Aiswa menyeka keringat di dahi sambil sesekali menghitung jumlah muridnya. Sebagai guru muda, ia harus ekstra waspada, apalagi setelah sesi berenang yang melelahkan namun seru.

​"Anak-anak, tetap dalam barisan ya! Jangan ada yang lepas dari gandengan temannya," seru Aiswa lembut namun tegas.

​Di tengah hiruk-pikuk itu, mata Aiswa menangkap sosok kecil yang kontras. Seorang anak perempuan berbaju pink berdiri mematung di dekat kandang burung. Ia tidak menangis, tapi wajahnya yang cantik terlihat mendung dan bingung.

​Aiswa mendekat, berjongkok agar tingginya sejajar dengan anak itu.

"Halo sayang? Kamu kenapa sendirian? Mama dan Papa kamu di mana?"

​Gadis kecil itu menoleh. Alih-alih menjawab, ia justru menghambur ke pelukan Aiswa, memeluk leher sang guru dengan erat. Aiswa tersentak, namun refleks mengusap punggung kecil itu.

​"Apa kamu... ibu guru dari mereka?" tanya gadis itu pelan, menunjuk murid-murid Aiswa dengan jari mungilnya.

​Aiswa tersenyum manis.

"Iya, benar. Boleh tahu siapa nama kamu?"

​"Boleh aku panggil kamu Tante Guru?" tanya anak itu balik, mengabaikan pertanyaan Aiswa.

​Aiswa tertawa kecil.

"Tentu saja boleh, Sayang. Tapi kamu belum jawab Tante, di mana orang tuamu? Kenapa bisa terpisah?"

​"Aku enggak tahu Tante guru, aku terpisah dari Papa dan Mbak Suci," jawabnya jujur.

​Aiswa segera berkoordinasi dengan Bu Dwika, rekan seniornya.

"Bu, saya bawa anak ini ke aula depan dulu ya untuk diumumkan. Kasihan orang tuanya pasti panik."

​"Oh iya, bawa saja, Ais. Biar anak-anak aku yang pegang dulu," jawab Bu Dwika sigap.

​Di aula, pengeras suara menggema, menyebutkan ada seorang anak yang terpisah dari orangtuanya dengan ciri-ciri, anak perempuan, berusia lima tahun, berbaju pink, bernama Zianna.

Tak butuh waktu lama, seorang pria dengan langkah lebar dan raut wajah tegang muncul. Penampilannya sangat mencolok, setelan jas yang tampak sangat mahal, jam tangan mewah, dan aura dominan yang membuat orang sekitarnya segan.

​Pria itu langsung memeriksa keadaan putrinya dengan teliti.

"Zianna? Kamu tidak apa-apa?"

​Zianna menggeleng, lalu menunjuk Aiswa yang berdiri tak jauh dari sana. Pria itu, Devan Argian Papa Zianna. Devan menoleh menatap Aiswa. Ia menatap Aiswa dengan tatapan tajam dan intens yang cukup lama, terlalu lama sampai Aiswa merasa salah tingkah.

​Duh, ini orang kenapa lihatnya begitu banget sih? Serem! Kayak aku punya utang pinjol saja, batin Aiswa ketakutan.

​Devan melangkah mendekat. Sebuah senyum tipis, sangat tipis, hampir tak terlihat muncul di wajahnya yang kaku.

"Terima kasih."

​"Iya... sama-sama. Lain kali anaknya diperhatikan lagi ya, Pak. Kasihan kalau sampai hilang seperti tadi," ucap Aiswa spontan, sedikit memberi teguran karena gemas melihat orang tua yang lalai.

​"Pak?" gumam Devan dalam hati saat Aiswa pamit pergi.

Dia panggil aku Pak? Apa aku terlihat setua itu di matanya?

​Tak lama kemudian, asisten Devan mendekati Aiswa yang hendak kembali ke rombongan, bermaksud memberikan amplop tebal berisi uang sebagai imbalan. Namun, Aiswa dengan tegas menggeleng.

​"Nggak usah, Mas. Uangnya dibawa pulang saja. Pesan saya cuma satu, besok-besok lebih diperhatikan lagi Ziannanya. Sesibuk apa pun, sempatkan melihat anak," ucap Aiswa telak, lalu melenggang pergi tanpa beban.

​Di dalam mobil mewah yang melaju tenang, Devan terdiam. Laporan dari asistennya bahwa wanita itu menolak uang pemberiannya membuat Devan semakin terpaku. Wajah guru TK yang berani menegurnya itu terus berputar di kepalanya.

​"Papa suka Tante Guru, ya?" celetuk Zianna tiba-tiba tanpa filter.

​Devan tersadar dari lamunannya.

"Tante Guru? Siapa?"

​"Dia yang menolong Zianna tadi, Pa. Aku suka panggil dia Tante Guru."

​"Kenapa?"

​"Ya karena aku suka saja," jawab Zianna enteng. "Apa Papa juga suka Tante Guru?"

​Devan terdiam sejenak, menatap jalanan di depannya dengan tatapan yang kini lebih bermakna. Ia mengangguk mantap.

​"Kalau kamu suka... tentu Papa juga suka."

Devan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah spion depan, menatap sang asisten yang hari ini merangkap menjadi sopirnya.

"Lucas."

"Ya, Tuan?"

"Cari tahu semua hal tentang 'Tante Guru' yang dikatakan Zianna tadi. Aku ingin laporannya ada di mejaku besok pagi," perintah Tuan Muda Argian itu dengan nada dingin yang tak terbantah.

Lucas mengangguk patuh.

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan."

Setelah itu, suasana mobil kembali hening. Devan bersandar pada kursinya, menatap keluar jendela. Namun, pikirannya tidak lagi tertuju pada pekerjaan. Sebuah senyum tipis,kali ini lebih jelas, terbesit di wajahnya saat bayangan wajah polos Aiswa yang berani menegurnya tadi kembali melintas.

1
Ibu² kang Halu🤩
𝚔𝚎𝚛𝚎𝚗𝚗 𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛???
Ibu² kang Halu🤩: oke kak. semangat ya💪💪 sehat selalu kak🤗
total 2 replies
Lisa
👍 Gercep aj nih si Devan 😊
Lisa
Ceritanya makin asyik nih 😊
Lisa: sama² Kak Ai
total 2 replies
Lisa
Rejeki nomplok utk Lucas nih 😊👍
Lisa
Ceritanya menarik juga nih
Ai_Li: Terima kasih kak sudah baca🥰
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Amin..sama² Kak..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!