Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maksudmu Apa?
Seorang wanita cantik masuk ke dalam mobil mewah bersama empat anak kembarnya. Wanita tersebut bernama Kimberly sedangkan ke empat anak kembarnya yang bernama Adrian, Alexander, Amanda dan Alma.
Mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan bandara menuju ke rumah mewah yang sebulan lalu dibelinya.
Hingga tiga puluh menit kemudian mobil tersebut berhenti tepat di depan gerbang rumah mewah. Di mana mereka di sambut empat pelayan kepercayaan Kimberly untuk mengasuh ke empat anak kembarnya yang berumur enam tahun.
Flash Back On
Kimberly sebenarnya memiliki lima anak kembar namun putra pertamanya terlahir lemah dan butuh penanganan khusus di rumah sakit.
Di mana saat itu keluarganya berniat ingin membunuh Kimberly bersama ke lima anak kembarnya ketika Kimberly hamil 9 bulan namun gagal.
Kimberly yang tidak ingin ke lima anak kembarnya di bunuh oleh keluarganya membuat Kimberly terpaksa menitipkan anak pertamanya ke sahabat karibnya yang bekerja sebagai dokter. Di mana nantinya ada seorang pria yang akan menjemput anak sulungnya.
Sebelum Kimberly pergi, Kimberly menghubungi seorang pria yang bernama Diego. Di mana Diego adalah Ayah kandung dari ke lima anak kembarnya.
Kimberly menghubungi Diego untuk meminta dan memohon agar Diego bersedia merawat Arnold dengan penuh kasih sayang. Selain itu Kimberly juga mengatakan kalau dirinya terpaksa meninggalkannya karena ada urusan yang tidak bisa di tunda.
Enam tahun kemudian Kimberly kembali dari luar negri bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa putra sulungnya dan membalas perbuatan Ayah kandungnya yang sering menyiksanya dan selalu membela Ibu tiri serta adik tirinya yang sangat kejam.
Flash Back Off
Kimberly turun dari mobil sambil tersenyum menatap satu persatu ke empat anak kembarnya yang juga turun dari mobil. Di mana putra keduanya yang bernama Adrian menguasai seni ilmu bela diri.
Sedangkan putra ke tiga yang bernama Alexander menguasai ilmu medis, putri ke empat yang bernama Amanda menguasai program IT dan putri ke lima yang bernama Alma menguasai desain.
"Selamat datang Nyonya Muda, Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil." Ucap ke empat pelayan dengan serempak.
Kimberly dan ke empat anak kembarnya hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly menatap satu persatu ke anak kembarnya sambil tersenyum.
"Adrian, Alexander, Amanda dan Alma." Panggil Kimberly dengan nada lembut.
"Iya, Mom." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak.
"Apa tujuan kali ini kita kembali ke tanah air?" Tanya Kimberly dengan nada lembut.
"Mencari Kakak pertama dan mencari Daddy." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak sambil masing-masing mengangkat tangan kanannya ke atas dengan senyuman manis melebihi gulali.
"Kalian salah. Kalian tidak mempunyai Daddy. Jadi Kita hanya mencari Kakak pertama dan membawanya kembali ke negara S." Ucap Kimberly yang sebagian berkata bohong dan sebagian lagi benar.
"Mommy bohong. Aku sudah mengetahui keberadaan Daddy. Di mana Daddy berasal dari Keluarga Roberto." Ucap putri kelima yang bernama Amanda.
"Mana mungkin Mommy membohongi kalian. Mommy mengatakan sejujurnya kalau Daddy kalian sudah meninggal dunia." Ucap Kimberly berbohong sambil memasang wajah pura-pura sedih.
"Setelah kita menemukan Kakak pertama barulah kita akan pergi mengunjungi makam Daddy kalian." Ucap Kimberly.
"Tapi Mom ...." Ucapan ke empat anak kembarnya terpotong oleh Kimberly.
"Nanti kita lanjutkan bicara karena saat ini Mommy ingin pergi ke perusahaan cabang baru untuk mengecek dokumen dan melihat perkembangannya." Ucap Kimberly yang tidak ingin membahas Ayah kandung mereka yang sebenarnya masih hidup.
"Kami ikut ya Mam." Pinta ke empat anak kembarnya dengan serempak.
"Apa kalian tidak lelah?" Tanya Kimberly.
"Tidak, Mom." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak.
"Kalian berempat boleh ikut Mommy ke perusahaan asalkan kalian ..." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya.
"Kami berkelakuan baik dan tidak mengganggu Mommy kerja." Jawab ke empat anak kembarnya dengan serempak yang tahu kalimat selanjutnya.
"Bagus. Kalau begitu kita pergi ke perusahaan cabang kita." Ajak Kimberly sambil mempersilahkan ke empat anak kembarnya masuk satu persatu ke dalam mobil.
Setelah ke empat anak kembarnya masuk ke dalam mobil barulah Kimberly masuk ke dalam mobil. Kemudian Kimberly mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan cabang.
Hingga dua puluh lima menit kemudian Kimberly menghentikan mobilnya tepat di depan lobby. Kimberly dan ke empat anak kembarnya turun dari mobil dan berjalan ke arah lobby.
Asisten setianya yang setengah jam lalu sedang menunggu kedatangan Kimberly langsung menyambut kedatangan Kimberly kemudian membawanya ke ruang kerja yang sudah disiapkannya sejak seminggu yang lalu.
Kini Kimberly berada di ruang kerja sambil memeriksa dokumen sedangkan ke empat anak kembarnya masing-masing duduk di sofa sambil menikmati cemilan yang sudah disiapkan oleh asisten Kimberly.
Tidak berapa lama datang sahabat baiknya yang bernama Ronald. Di mana Ronald diberikan kepercayaan untuk mengelola perusahaan milik Kimberly.
Selain itu Ronald diberikan tugas untuk memata-matai Ayah kandungnya dan juga ke dua wanita jahat yang berulang kali menyakiti Kimberly.
"Kimberly, akhirnya kamu kembali. Selama kamu tidak ada Ayahmu, Kevin Baskoro. Sudah mengamankan posisi nya sebagai Ketua Dewan Grup Baskoro dan demi menjalin hubungan dengan Keluarga Roberto, Kevin Baskoro sudah mengatur putrinya dari Ibu tirimu, Cintya untuk menikahi dengan keluarga Roberto sebagai pembawa keberuntungan." Ucap Ronald panjang lebar.
"Keluarga Roberto?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut sambil menatap ke arah Ronald.
"Benar. Keluarga Roberto ingin menikahkan putra sulung mereka yang bernama Tuan Muda Diego. Di mana Tuan Muda Roberto adalah pemimpin termuda dari Keluarga Roberto." Jawab Ronald.
"Sayangnya sebulan yang lalu mengalami kecelakaan mobil. Tidak hanya kehilangan penglihatannya tapi juga mengalami cacat pada kedua kakinya hingga menjadi lumpuh." Sambung Ronald.
Kimberly hanya terdiam sambil mendengarkan kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Ronald.
"Nyonya Besar Roberto tidak mau menyerah karena itu Nyonya Besar Roberto mencari pengantin keberuntungan di seluruh kota. Hingga akhirnya Nyonya Besar Roberto memilih Cintya." Ucap Ronald mengakhiri ceritanya.
"Aku mengerti. Mungkin ini kesempatanku untuk membawa putra sulungku untuk membawanya pergi dari tangan Ayah kandungnya." Ucap Kimberly yang ingin membawa putra sulungnya.
"Tapi Keluarga Roberto sangat berkuasa dan memiliki banyak pengawal yang sangat tangguh serta setia. Jika kita membawa pergi putra sulungmu mungkin tidak semudah itu." Ucap Ronald yang merasa tidak mungkin berhasil membawa Arnold.
"Dulu Aku terpaksa menitipkan putra sulungku ke Keluarga Roberto. Tapi sekarang Aku sudah memiliki kemampuan jadi Aku harus membawa putra sulungku kembali tanpa peduli seberapa sulitnya." Ucap Kimberly yang ingin secepatnya membawa putra sulungnya.
"Baiklah. Tapi Kita harus merencanakan ini dengan matang." Ucap Ronald yang tidak ingin Kimberly terluka mengingat Kimberly memiliki sifat keras kepala.
"Oh ya, besok pagi Cintya akan menikah dengan Tuan Muda Diego, mungkin saja akan berdampak pada Arnold." Ucap Ronald yang tidak ingin terjadi dengan Arnold.
"Kalau begitu siapkan mobil. Aku ingin menemui keluarga Boskoro." Ucap Kimberly sambil berdiri.
"Baik." Jawab Ronald dengan singkat.
Kemudian kedua orang dewasa dan ke empat anak kembar pergi meninggalkan perusahaan menuju ke tempat kediaman Keluarga Baskoro yang merupakan Ayah Kandung Kimberly.
Tiga puluh menit kemudian mobil tersebut berhenti yang tidak jauh dari depan gerbang Villa Keluarga Baskoro. Sebelum turun dari mobil, Kimberly meminta Ronald untuk tetap duduk di dalam mobil sambil mengawasi ke empat anak kembarnya.
Setelah selesai berbicara Kimberly turun dari mobil dan berjalan ke arah gerbang namun dua orang bodyguard berseragam hitam-hitam menghalangi langkah Kimberly.
"Siapa kamu?" Tanya salah satu pria tersebut dengan nada kasar.
"Aku adalah orang yang tidak bisa kalian lawan." Jawab Kimberly dengan nada dingin.
"Tidak bisa melawan kami? Maksudmu apa?" Tanya pria bertubuh tegap sambil mengangkat tangannya ke arah dada Kimberly untuk mendorongnya agar terjatuh.