"Ini enak sekali Miss. Aku ingin makan bekal buatan Miss setiap hari" ucapnya dengan mulut yang dipenuhi dengan makanan sehingga membuat Sarah tertawa melihat tingkah muridnya itu. Dia gemas sekali dan ingin mencium pipi gembul nya itu.
"Habiskan makanan yang ada di dalam mulut mu dulu baru berbicara nak" ucap ku lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Nah, sudah selesai. Sekarang pergilah bermain-main dengan teman mu yang lain" ucap ku. Terlihat Damien terdiam tidak menanggapi perkataan ku.
"Damien takut Miss, mereka akan bilang kalau Damien anak nakal makanya Ibu Damien pergi meninggalkan kami. Dulu Damien sering di ejek tidak punya Ibu saat Damien masih TK" ucapnya menunduk. Aku tahu dia sedih sekarang. Aku langsung memeluknya dan mencoba memberikan penjelasan padanya.
"Damien anak baik kok, nanti kalau ada teman Damien yang berkata seperti itu Miss akan memarahinya. Jangan sedih lagi ya, jadi mulai sekarang Dami harus mau bergabung dengan teman-teman Dami yang lain".
"Terima kasih Miss, muach.." ujar Damien senang karena Sarah baik kepadanya.
"Miss apa boleh Damien panggil Miss..ehm..ehm." ucap Damien gugup sambil meremas remas tangannya. Sarah tahu jika anak itu sedang gugup.
"Memanggil apa nak" ucap ku.
"Mommy". Aku terkejut dengan perkataan Damien. Sehingga membuat ku membelalakkan mataku. terlihat Damien takut pada ku.
"Maaf Miss, Damien lancang. Pasti Miss tidak ingin punya anak seperti Damien ya" ucapnya.
"Bukan nya aku tidak suka dengan Damien, hanya saja aku terkejut dengan permintaan anak itu. Aku bingung harus menjawab apa. Tapi aku tidak tega melihatnya" batin ku
"Baiklah, Damien bisa memanggil ku mommy" ucap ku begitu saja. Entah kenapa kata-kata itu langsung keluar dari mulut ku.
"Yes...sekarang Damien punya mommy yang baik dan cantik dan juga pintar memasak" ucap Damien sambil melompat-lompat di tempatnya kegirangan.
Aku gemas sekali dengan anak yang ada di depan ku saat ini yang terlihat ceria. Berbeda sekali dengan biasanya. Kini aku mengerti jika anak ini memang membutuhkan sosok Ibu. Aku langsung menggendong tubuhnya kemudian mencium pipi gembul nya tangan Damien melingkar di leher ku.
"Muach..muach .muach, anak mommy imut sekali" ucap ku. " Tapi kalau sedang di sekolah jangan panggil mommy ya sayang, kecuali kita sedang berdua. Selebihnya kalau di luar sekolah kamu bisa memanggil ku mommy".
"Siap mom" jawab Damien dengan cepat.
*************************************************
Biasanya setiap weekend Darren dan Damien akan berkunjung ke tempat neneknya. Seperti sekarang ini mereka sedang duduk santai bersama neneknya di taman rumah.
"Bagaimana dengan sekolah mu Darren?" tanya Elisabeth pada cucunya yang paling besar.
"Baik nek, aku menikmatinya" jawab Darren sambil menyeruput minumannya. Darren memang anak yang pintar, sehingga Elisabeth tidak terlalu khawatir dengannya. Berbeda dengan Damien, anak itu sedikit susah kalau berurusan dengan sekolah.
"Kalau cucu nenek paling tampan ini gimana?" tanya Elisabet sambil mencubit gemas pipi cucunya.
"Aku suka sekolah nek, soalnya ada mommy cantik disana. Tiap hari mommy akan bawa bekal untuk ku. Masakan mommy enak banget nek" ucap Damien senang.
Mendengar penuturan dari cucunya Elisabeth menjadi penasaran. Apa anaknya itu tidak memberitahunya kalau Dia sudah memiliki kekasih. Pantas saja kemarin Dia menolak anak temanku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Muhammad Mundzir
hai kak aku mampir di karya kakak di sini.mampir juga ya kak dengan ceritaku di cinta buta membawa petaka ,jangan panggil aku murahan dan cinta ke dua di kesempatan ke dua.
2025-02-05
0
Aries suratman Suratman
Kalo sampai episode:10 Masih pakai bahasa Seolah cerita kehidupan pribadi author(Berarti Author ngga butuh kritik dan saran)👏👏👏🤷
2025-03-28
0
Aries suratman Suratman
Intinya kalo ceritanya masih kaya cerita kehidupan pribadinya Author
yang baca ceritanya jadi kurang nyaman dan terasa kurang pas
2025-03-28
0