Di taman kediaman Tian.
Tian Lei duduk di kursi batu yang pernah ia duduki kemarin, ia benar-benar bosan berada di kediaman Tian, dan ia juga heran, mengapa Xie Ningxiang tidak datang menemuinya hari ini.
"Kenapa dia tidak datang? Apa dia punya masalah dalam keluarganya?" Gumam Tian Lei menggerutu.
Tian Lei kemudian melihat ke sekelilingnya untuk kesekian kalinya, lalu menghela nafas panjang.
"Ah, dari pada aku hanya duduk diam disini, lebih baik aku pergi ke gunung naga harimau untuk mencari bahan herbal!..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei pun pergi ke kandang kuda untuk membawa seekor kuda bersamanya menuju ke hutan.
Setelah mengambil satu kuda, Tian Lei langsung bergegas menuju ke luar kota menuju ke gunung naga harimau.
*****
Di gunung naga harimau.
Tian Lei mengikat kudanya di sebuah pohon besar dekat dengan pinggiran hutan.
Ia kemudian mulai berjalan menyusuri hutan untuk mencari bahan herbal dan inti beast untuk membuat pil kultivasi tingkat Earth spirit.
Tian Lei terus menyusuri hutan sampai ke wilayah pedalaman.
Walaupun telah lama mencari di pedalaman hutan, tapi Tian Lei tidak menemukan satu bahan herbal pun, melainkan ia hanya bertemu dengan beberapa hewan liar biasa.
Karena telah lelah berkeliling, Tian Lei kemudian memutuskan untuk kembali. Tapi, saat ia baru berbalik beberapa langkah, terdengar suara lolongan serigala di sekitarnya.
Auuuu!....
Tian Lei pun kaget sekaligus penasaran, lalu ia pun bergegas mencari tempat pertarungan itu.
Tak lama kemudian, Tian Lei berhasil menemukan tempat pertarungan, yaitu di sebuah pinggiran sungai dekat dengan air terjun.
Di area pertarungan itu, sudah tampak seekor beast serigala putih tingkat 1 dan seekor beast kera raksasa cakar besi tingkat dua level tinggi, setara dengan Earth spirit bintang 7 ke atas.
Beast serigala putih itu telah terluka parah, hal ini terlihat jelas dengan seluruh luka dan darah yang mengalir di tubuh putihnya.
Setelah beberapa saat mereka hanya diam-diaman, kera cakar besi itu pun melompat tinggi dan siap untuk mencakar seluruh tubuh dari serigala putih.
Serigala putih pun dengan sekuat tenaga menahan serangan tersebut, ia tidak bisa menghindar karena luka di tubuhnya.
Serigala putih menindih tubuh kera cakar besi di bawahnya dan menggigit tangan kirinya, sedangkan kera cakar besi dia tidak diam saja, melainkan menggunakan tangan kanannya untuk mencakar tubuh serigala putih.
"Auuuu...." Lolongan menyedihkan pun terdengar memenuhi area hutan itu.
Karena tidak kuat lagi menahan serangan dari cakar kera cakar besi, serigala putih pun melepaskan gigitannya dan kemudian di pukul sampai menabrak pohon besar di belakangnya oleh kera cakar besi.
Kera cakar besi pun berjalan mendekati serigala putih yang sudah terluka para dan tidak berdaya itu.
*****
Sementara itu, Tian Lei hanya diam dan melihat pertarungan yang berat sebelah itu dengan tatapan datar.
"Benar-benar membosankan. Kalau tidak punya kemampuan kenapa harus melawan? Kenapa tidak kabur saja? Dasar monster bodoh!..." Gerutunya.
Tian Lei lalu melirik sesaat ke arah kepala serigala putih itu, dan kemudian ia merasakan perasaan yang sangat pamiliar dengan sebuah tanda seperti segel berwarna emas di dahi serigala itu.
"Tanda itukan Milik Xiao Bai! Apakah serigala putih ini juga keturunan dewa Serigala putih seperti Xiao Bai?"
Tian Lei benar-benar terkejut dengan tanda yang ia lihat itu, ia tidak menyangka kalau ia akan menemukan keturunan dewa Serigala putih seperti saudaranya di kehidupan sebelumnya.
Xiao Bai yang disebut Tian Lei adalah seekor beast serigala putih keturunan dari dewa serigala putih yang ia temukan sedang kewalahan melawan kawanan monster lainnya dan di selamatkan oleh Tian Lei.
Dia adalah beast dan juga saudara yang setia bagi Tian Lei, bahkan saat Tian Lei harus menghadapi musuh yang kuat di kehidupannya yang sebelumnya, Xiao Bai masih rela membantu Tian Lei bahkan ia sampai kehilangan nyawanya untuk menahan serangan musuh saat Tian Lei masih kewalahan.
Tian Lei Sebenarnya tidak mau menolong serigala putih yang sudah tidak berdaya itu, karena akan merepotkan baginya jika harus berhadapan dengan beast tingkat 2 peringkat tinggi.
Tapi, karena ia melihat serigala putih itu juga seekor beast keturunan dewa Serigala putih seperti saudaranya dulu, ia pun berubah pikiran dan berniat melawan kera cakar besi itu walau akan sangat merepotkan.
"Huh... Baiklah, karena kau sangat mirip dengan saudaraku, maka tidak ada salahnya aku menyelamatkan mu. Pedang Heavenly Demon, ayo kita berjuang bersama lagi..." Tian Lei pun memfokuskan kekuatan jiwanya untuk mengeluarkan pedang Heavenly Demon dari tubuhnya.
Perlahan di depan tubuh Tian Lei muncul sebilah pedang bergagang hitam, dan bilah pedang berwarna merah gelap yang begitu mendominasi seperti dengan namanya.
Tian Lei pun membuka matanya dan kemudian menggapai pedang yang melayang di depannya. Ia langsung menghilang dari tempatnya saat ini dan langsung melesat ke arah kera cakar besi.
Slash....
"ROARRR!..."
Sebuah tebasan pedang mendarat di punggung kera cakar besi, dan membuat kera cakar besi meraung kesakitan.
Kera cakar besi pun melihat kearah Tian Lei yang berdiri didepan serigala putih yang ia lawan tadi dengan mata yang menunjukkan amarah yang amat besar.
Tian Lei menodongkan pedangnya ke depan dan berkata: "Hei monyet kecil. Lebih baik kau pergi sebelum aku menggunakan teknik serangan tahap dua dari pedang ini." Ucapnya.
Ya. Monster tetaplah seekor monster, beast kera cakar besi itu tidak memperdulikan perkataan Tian Lei dan kemudian bergerak menyerang Tian Lei dengan cakarnya yang amat kuat.
Tapi serangan itu berhasil dihindari oleh Tian Lei dengan mudahnya, Tian Lei kemudian memancing beast kera cakar besi itu ketempat lain, karena akan sia-sia jika serigala putih yang ia selamatkan itu terkena serangannya nantinya.
Setelah cukup jauh dari tempat kera putih yang terluka itu, Tian Lei pun berhenti dan mengangkat pedangnya secara horizontal, dan mulai menyalurkan energi spiritualnya ke pedang Heavenly Demon.
Energi spiritual yang ia butuhkan untuk melepaskan jurus kedua dari teknik 4 formasi pedang suci, sangatlah banyak. Mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengalirkan energi spiritualnya ke pedang.
Tapi, itu berlaku untuk pedang lain. Untuk pedang Heavenly Demon, tidak memerlukan banyak waktu karena pada dasarnya pedang Heavenly Demon milik Tian Lei sudah memiliki energi spiritualnya sendiri yang tersimpan didalam pedang.
Beberapa saat kemudian, kera cakar besi telah sampai di tempat Tian Lei, dan langsung bergerak menyerang Tian Lei.
Sementara itu pedang Heavenly Demon milik Tian Lei juga telah di penuhi oleh aura berwarna putih dan perlahan membentuk seperti roh harimau putih.
Tian Lei yang tadinya menutup matanya kini membuka matanya lebar-lebar dan mulai mengeluarkan serangannya.
"White Tiger roaring strike!" Teriak Tian Lei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
MATADEWA
Berikutnya.....
2024-03-17
0
Anonymous
🥰🙃🥰🙃
2024-02-23
0
azizan zizan
lah Thor kok novel berkisarkan zaman Cina kuno kok malah pakai bahasa inggeris gimana Thor...????
2024-02-07
0