Hari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Pagi itu, udara di halaman SMA Pelita Bangsa terasa begitu segar, sejalan dengan debar jantung Juwita yang bergemuruh penuh semangat. Hari ini adalah tahap final uji coba dan verifikasi kode program kecerdasan buatan sebelum seluruh proyek unggulan dikirimkan secara serentak ke dewan juri tingkat nasional. Bagi Juwita, proyek ini bukan sekadar tiket menuju masa depan yang cerah, melainkan sebuah monumen pembuktian atas seluruh air mata, keringat, dan penderitaan yang telah ia dan ibunya lalui.
Sambil melangkah menapaki koridor sekolah menuju laboratorium komputer utama, Juwita mendekap erat pelindung flashdisk merah jambu di dalam tasnya. Di tengah jalan, sebuah suara familiar menyapanya dengan ramah.
"Pagi, Juwita. Kelihatan cerah banget hari ini. Kurang tidur lagi ya gara-gara mikirin presentasi?"
Juwita menoleh dan mendapati Kevin Aditama berdiri di sampingnya dengan senyuman paling hangat yang pernah pemuda itu perlihatkan. Mengenakan kemeja seragam yang disetrika rapi dan tatapan mata yang memancarkan dukungan penuh, Kevin tampak benar-benar seperti seorang teman sejati yang peduli.
Juwita tertawa kecil, menggelengkan kepalanya. "Pagi juga, Kevin. Aku tidur cukup kok semalam. Justru aku gugup banget karena sebentar lagi sistem kita bakal diuji langsung sama tim Profesor Hendra."
Kevin melangkah berdampingan dengan Juwita, berjalan beriringan menyusuri koridor yang mulai dipadati siswa-siswi lain. "Tenang saja, Juwita. Bukankah kita sudah menghabiskan waktu seminggu penuh untuk membedah dan merapikan setiap baris kodenya bersama-sama? Algoritma buatanmu itu jenius. Tidak mungkin ada kesalahan," ucap Kevin mantap, menepuk bahu Juwita pelan dengan gestur menyemangati.
Mendengar ucapan itu, dada Juwita membuncah oleh rasa haru dan terima kasih. Bayangan peringatan ibunya—tentang harimau yang mengubah belangnya—sempat melintas sekilas di benaknya, namun langsung ia tepis jauh-jauh. Di hadapannya saat itu, Kevin sama sekali t…
DARA DAN JUWITA (Anak Yang Tak Dianggap)
Senyuman Manis di Atas Lubang Perangkap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments