Pulang pada malam yang sama, tanpa satu pun lentera: embun hutan masih menempel di bahunya, dan penjaga di gerbang barat hanya menunduk begitu bayangnya lewat. Yang ia bawa pulang bukan jawaban, melainkan kesimpulan yang tak sanggup ia buktikan.
Di hutan tadi, ia sempat menatap dari balik semak sesuatu yang memakai wajah Tuan Muara menghadapi Tuan Glaint; mundur ia lakukan tanpa menghitung langkah. Pencuri takdir tidak mengejar; ia hanya menunggu korbannya pulang sendiri.
Ia tidur sampai matahari tinggi. Di kamar, kotak figur kertas masih berisi dua lipatan yang ia potong sendiri di batas hutan tadi malam; setelah menyeduh teh, Nuri duduk tegak, menutup mata, dan menaikkan dirinya ke Ruang Senja.
---
Kabut senja tidak berubah suhu sedikit pun. Meja perunggu panjang, kursi-kursi kosong, dan bintang kirmizi menunggunya seperti biasa.
Nuri menaikkan boneka Sang Jurutulis ke kursi biasa: pena tua di tangan kanan, buku catatan tebal di kiri, kepalanya menoleh setengah ruas jari seolah mendengar.
"Itu bukan ramalan," katanya pada boneka itu. "Itu perhitungan. Satu keping membuat satu avatar naik derajat. Bila dikumpulkan cukup banyak, satu kota bisa ditelannya dalam semalam."
Ia mengeluarkan Keping Penjaga dari sakunya, memutarnya di antara jari, lalu meletakkannya di depan boneka. "Lihat," katanya. "Bukan keping ini yang kutakuti; yang kutakuti adalah betapa sedikit yang diperlukan untuk mengubah satu orang menjadi satu kota."
Tanpa basa-basi ia menunduk dan menyalurkan doa lewat boneka Sang Jurutulis — bukan kepada yang bersemayam di atas kabut, melainkan kepada tulang punggung kecil yang mengendap di kepala seorang penyidik.
Di rumah Pengawas Han — yang tertidur dengan satu tangan tergantung di luar ranjang — visi datang tanpa suara: wajah Tuan Muara terbalut jas panjang dan topi tinggi belah dua, satu lensa kristal yang menyala pelan, dan jejak ramalan Nuri di hutan yang menempel pada takdir itu sampai ke ujung Gang Tebu.
Nuri membuka matanya. "Malam ini ia akan datan…
SANG PENAFSIR LANGIT
Bab 163: Satu Lensa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 188 Episodes
Comments