My Sweety Sugar Mommy

My Sweety Sugar Mommy

Jas Kelulusan

Aroma kain baru dan wangi lavender yang samar langsung menyambut Arvino saat ia melangkah masuk ke dalam Hani’s Atelier. Kedai tempatnya bekerja sebagai koki memang tidak jauh dari kawasan butik ternama di Surabaya ini, namun melangkah ke dalam ruangan berpendingin udara dengan lantai marmer mengilap tetap saja membuat Vino mengusap tengkuknya yang mendadak dingin.

Hari ini, acara perpisahan SMA tinggal menghitung hari. Sebagai siswa kelas dua belas yang tidak memiliki banyak simpanan, membeli jas baru jelas di luar jangkauan. Namun, petunjuk dari temannya membawanya ke tempat ini, sebuah butik elegan yang konon menyewakan beberapa koleksi jas khusus untuk acara resmi.

"Selamat siang. Ada yang bisa dibantu?"

Suara itu tenang, halus, namun memiliki ketegasan yang tertata.

Vino menoleh dan seketika kata-kata yang sudah disiapkannya di kepala menguap begitu saja.

Seorang wanita berdiri beberapa langkah darinya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, anggun dengan setelan blus putih gading dan rok pepat hitam. Rambutnya disanggul rapi, memvisualisasikan aura dingin yang tegas namun memikat. Di depannya berdiri Evita Hani.

"Ah... iya, Mbak. Eh, Tante? Atau..." Vino meringis pelan, memamerkan cengiran khasnya yang biasanya berhasil mencairkan suasana di dapur kedai tempatnya bekerja. "Mbak aja deh ya, biar kelihatan seumuran sama saya."

Evita tidak tertawa. Matanya hanya menatap Vino datar, mengamati penampilan pemuda di depannya dari atas sampai bawah, kaus polos, celana jeans yang sedikit pudar, dan sepatu kets yang bersih meski tampak sering dipakai.

"Saya pemilik butik ini," ujar Evita dingin, mengabaikan gurauan Vino. "Kamu mencari jas untuk perpisahan sekolah?"

"Betul sekali, Mbak Evita," jawab Vino sigap, membaca papan nama kecil berukir di dekat meja kasir. "Saya butuh jas yang bikin saya kelihatan kayak pengusaha sukses, tapi harganya ramah di kantong Pelajar kaya saya."

Evita menatapnya sesaat, sebelum akhirnya berbalik menuju deretan manekin di sudut kanan. "Ikut saya."

Langkah kaki Evita begitu tenang. Vino mengekor dari belakang, memperhatikan bagaimana wanita itu bergerak dengan sangat hati-hati. Ada jarak tak kasatmata yang selalu dijaganya. Saat Vino melangkah sedikit terlalu cepat untuk mendekat, Evita secara refleks bergeser setengah langkah menjauh. Refleks kecil itu tidak luput dari pengamatan Vino.

"Ini koleksi jas yang disewakan," kata Evita seraya menunjuk satu baris jas terikat rapi. "Ukuran kamu kemungkinan M atau L. Tinggi kamu berapa?"

"Seratus tujuh puluh empat senti, Mbak. Tapi kalau pakai sepatu ini mungkin nambah jadi seratus tujuh puluh lima," sahut Vino santai sambil membetulkan posisi kerah kausnya.

Satu alis Evita terangkat tipis. "Coba yang warna biru gelap ini."

Evita mengambil sebuah jas dari gantungan dan menyerahkannya. Namun, bukannya memberikan langsung ke tangan Vino, ia meletakkannya di atas meja peraga di antara mereka. Vino menyadari gerakan itu. Wanita ini sengaja menghindari kontak fisik sekecil apa pun.

Vino menerima jas tersebut dan langsung memakaikannya ke tubuhnya. Kainnya terasa halus dan pas di bahunya yang lebar. Ia membalikkan badan di depan cermin tinggi.

"Gimana, Mbak? Sudah kelihatan jadi CEO yang menyamar belum?" goda Vino sambil berpose menirukan model papan atas.

Evita yang sedang mencatat sesuatu di buku agenda menghentikan penanya sejenak. Ia menatap pantulan Vino di cermin. Harus diakui, pemuda itu memiliki proporsi tubuh yang bagus dan garis wajah yang jujur serta hangat. Namun, ekspresi Evita tetap datar.

"Jasnya pas di bahu kamu. Garis pinggangnya juga sesuai," komentar Evita profesional. "Biaya sewanya dua ratus ribu untuk tiga hari, ditambah uang jaminan."

Vino berbalik, matanya berbinar kecil. "Deal! Tapi Mbak, kalau misal jas ini kena noda kuah soto pas acara nanti, hukumannya bayar denda atau saya harus sering-sering main ke sini?"

"Kalau rusak, kamu harus bayar ganti rugi penuh," potong Evita tegas tanpa keraguan. "Dan tolong jaga kebersihannya."

Vino tertawa pelan, sama sekali tidak tersinggung oleh ketegasan wanita di depannya. Justru, ada rasa ingin tahu yang mendalam yang tiba-tiba bersemi di dadanya. Di balik tatapan dingin dan benteng kokoh yang dibangun Evita, Vino bisa merasakan kehangatan yang tersembunyi rapat-rapat.

Saat Vino mengeluarkan dompetnya untuk membayar, pintu depan butik terbuka. Seorang anak kecil perempuan berusia sekitar tiga tahun berlari masuk dengan langkah terhuyung yang menggemaskan, disusul oleh seorang wanita muda berseragam sekolah yang sama dengan Vino.

"Mbak Vita!" seru gadis berseragam SMA itu.

Evita serta-merta menoleh, dan untuk pertama kalinya, Vino melihat garis wajah dingin itu runtuh. Senyum manis dan lembut terbit di bibir Evita saat ia berlutut menyambut anak kecil yang berlari ke pelukannya, senyum yang mendadak membuat dada Vino berdesir hebat.

"Lho, Yunita? Kok sudah pulang?" tanya Evita lembut pada adiknya, seraya memeluk putri kecilnya dengan penuh kasih sayang.

Yunita, adik Evita, menghentikan langkahnya saat matanya menangkap sosok pemuda yang berdiri di dekat cermin.

"Vino?" gumam Yunita kaget.

Vino menoleh, tak kalah terkejut. "Yunita? Kamu... adiknya Mbak Evita?"

Terpopuler

Comments

the virtuso

the virtuso

saling support yah thor jangan lupa🙏

2026-08-31

3

lihat semua
Episodes
1 Jas Kelulusan
2 Senyum di Balik Garis Dingin
3 Isi Hati Yunita
4 Koki Kedai Sederhana
5 Kejutan Kecil di Butik
6 Bayangan Masa Lalu
7 Batas yang Ditarik
8 Trik Konyol Sang Remaja
9 Pengakuan di Bawah Hujan
10 Persaingan Tak Senilai
11 Kenyataan Pahit
12 Pertengkaran Dua Bersaudara
13 Keputusan Besar
14 Pamitan Tanpa Janji
15 Jejak yang Menghilang
16 Hari-hari di Studio Arsitek
17 Garis-Garis Pengenalan
18 Bayang-Bayang Ketakutan Evita
19 Bisikan Racun
20 Jas Putih Yunita
21 Menempa Ketajaman Garis
22 Bab 22: Rindu yang Terbiasa
23 Kepercayaan Besar
24 Kedamaian Dua Saudara
25 Rencana Studio Mandiri
26 Bantuan Kecil Yunita
27 LAZUARDI DESIGN
28 Gelap Sebelum Terang
29 Peresmian "Lazuardi Design"
30 Kartu Nama di Meja Kerja
31 Aroma Kopi yang Sama
32 Tatapan Setelah Lima Tahun
33 Cermin yang Terbalik
34 Kejelasan Dari Sebuah Kesalah Pahaman
35 Kehangatan yang Kembali
36 Penegasan Hati
37 Bayangan dari Masa Lalu
38 Perisai yang Tak Terlihat
39 Konfrontasi Tanpa Senjata
40 Penyembuhan Perlahan
41 Senja di Luar Zona Aman
42 Keberanian Jiwa
43 Bunga Yang Mekar
44 Permintaan Keyra
45 Kekacauan Manis
46 Godaan Yunita
47 Kehangatan di Dapur Uti
48 Giliran Vino
49 Percakapan Sesama Laki-Laki
50 Riak Kecil di Tengah Kehangatan
51 Sebuah Impian
52 Puncak Dedikasi
53 Pertemuan Tak Terduga
54 Lamaran Spontan
55 Rencana Lamaran
56 Ekspektasi Penyetan dan Tahu Tek
57 Makan Malam Mewah
58 Efisiensi Transportasi
59 Persiapan Lamaran
60 Terima Tamu
61 Tembang Njangkepi dan Janji Suci
62 Patetan Dino
63 Doa Penutup
64 Evita Merajuk
65 Taktik Sang Komisaris
66 Tingkah Manja Vino
67 Ujian Sebelum Akad
68 Campur Tangan Komisaris
69 Dibalik Layar
70 Kado Pernikahan
71 Pingitan dan Kecemasan Hati
72 Menjelang Hari Bahagia
73 Pertemuan Tak Terduga
74 Pertemuan dan Janji
75 Pertimbangan Hati
76 Keputusan
77 Kegugupan Vino
78 Drama Kecil Dipintu Pelaminan
79 Ijab Khobul
80 Malam Pengantin
81 Malam Pertama Bertiga
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Jas Kelulusan
2
Senyum di Balik Garis Dingin
3
Isi Hati Yunita
4
Koki Kedai Sederhana
5
Kejutan Kecil di Butik
6
Bayangan Masa Lalu
7
Batas yang Ditarik
8
Trik Konyol Sang Remaja
9
Pengakuan di Bawah Hujan
10
Persaingan Tak Senilai
11
Kenyataan Pahit
12
Pertengkaran Dua Bersaudara
13
Keputusan Besar
14
Pamitan Tanpa Janji
15
Jejak yang Menghilang
16
Hari-hari di Studio Arsitek
17
Garis-Garis Pengenalan
18
Bayang-Bayang Ketakutan Evita
19
Bisikan Racun
20
Jas Putih Yunita
21
Menempa Ketajaman Garis
22
Bab 22: Rindu yang Terbiasa
23
Kepercayaan Besar
24
Kedamaian Dua Saudara
25
Rencana Studio Mandiri
26
Bantuan Kecil Yunita
27
LAZUARDI DESIGN
28
Gelap Sebelum Terang
29
Peresmian "Lazuardi Design"
30
Kartu Nama di Meja Kerja
31
Aroma Kopi yang Sama
32
Tatapan Setelah Lima Tahun
33
Cermin yang Terbalik
34
Kejelasan Dari Sebuah Kesalah Pahaman
35
Kehangatan yang Kembali
36
Penegasan Hati
37
Bayangan dari Masa Lalu
38
Perisai yang Tak Terlihat
39
Konfrontasi Tanpa Senjata
40
Penyembuhan Perlahan
41
Senja di Luar Zona Aman
42
Keberanian Jiwa
43
Bunga Yang Mekar
44
Permintaan Keyra
45
Kekacauan Manis
46
Godaan Yunita
47
Kehangatan di Dapur Uti
48
Giliran Vino
49
Percakapan Sesama Laki-Laki
50
Riak Kecil di Tengah Kehangatan
51
Sebuah Impian
52
Puncak Dedikasi
53
Pertemuan Tak Terduga
54
Lamaran Spontan
55
Rencana Lamaran
56
Ekspektasi Penyetan dan Tahu Tek
57
Makan Malam Mewah
58
Efisiensi Transportasi
59
Persiapan Lamaran
60
Terima Tamu
61
Tembang Njangkepi dan Janji Suci
62
Patetan Dino
63
Doa Penutup
64
Evita Merajuk
65
Taktik Sang Komisaris
66
Tingkah Manja Vino
67
Ujian Sebelum Akad
68
Campur Tangan Komisaris
69
Dibalik Layar
70
Kado Pernikahan
71
Pingitan dan Kecemasan Hati
72
Menjelang Hari Bahagia
73
Pertemuan Tak Terduga
74
Pertemuan dan Janji
75
Pertimbangan Hati
76
Keputusan
77
Kegugupan Vino
78
Drama Kecil Dipintu Pelaminan
79
Ijab Khobul
80
Malam Pengantin
81
Malam Pertama Bertiga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!