Ibra yang teleponnya tidak diangkat menghela napas panjang. Bahkan pesannya sejak tadi siang tidak kunjung dibalas. Pria itu mengacak rambutnya dengan kasar, lalu menjatuhkan tubuhnya ke sandaran sofa.
Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi Naya, tetapi tidak satu pun mendapat jawaban.
Ponsel di tangannya kembali ia buka, menampilkan chat rata kanan miliknya.
Ia tahu, Naya pasti masih ketakutan. Ia juga sadar, bahwa kehadirannya mungkin justru membuat perempuan itu semakin tidak nyaman, seperti ucapan Mama beberapa menit lalu. Namun, berdiam saja juga bukan pilihan baginya.
Ah sial!
Ia pun memilih untuk mengetik sesuatu.
^^^Ibra|^^^
^^^Naya, kalau kamu sudah baca pesan saya, balas satu kali saja. Saya cuma mau tahu keadaanmu.^^^
Ibra menatap kalimat itu lama. Jarinya berhenti di atas tombol send, bimbang antara kirim atau tidak.
Beberapa detik kemudian, seluruh tulisan tersebut ia hapus, melempar pelan ponselnya ke sebelahnya.
"Harus gimana, sih..." gumamnya pelan seraya menyandarkan kepala ke bahu sofa, memejamkan mata sejenak.
Pagi tadi, ia berjanji akan bertanggung jawab. Tetapi semakin ia memikirkan semuanya, semakin ia sadar bahwa tanggung jawab bukan sekadar mengucapkan kalimat saja.
Bertanggungjawab yang bagaimana? Dirinya saja masih bingung dengan hidupnya sendiri, lalu bagaimana ketika kemungkinan buruk itu terjadi dan dia harus benar-benar bertanggungjawab?
Ck, ia bahkan tidak tahu apa yang sedang Naya butuhkan darinya. Diberi jarak? Ditemani? Atau justru dibiarkan?
Ibra mengerang frustrasi. Ia bingung, gundah bukan main. Ia meraih ponselnya lagi, ingin menghubungi Naya, ingin bertanya. Namun untuk pertama kalinya, Ibra ragu, apakah keinginannya untuk memastikan Naya baik-baik saja justru akan terasa seperti tekanan bagi perempuan itu?
Akhirnya, Ibra mengunci kembali layar ponselnya.
"Kalau dia belum siap bicara..." gumamnya lirih, "artinya gue harus nunggu."
Ia meletakkan ponsel di atas meja meski pikirannya tidak ikut tenang. Entahlah, yang jelas sej…
Pernikahan Rahasia
10. Gelisah Ibra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments