Bab 054: Tuduhan dari Orang Mati
IKF menerima jenazah Suradi Pranoto pukul delapan malam.
Ruang pemeriksaan darurat disiapkan cepat. Adira, Bambang, dan Dimas berdiri di balik garis kerja. Kevin Tanuwijaya datang dari Unit Siber dengan laptop forensik dan kotak pembaca memori.
"Saya diberi tahu ada DVR rusak dan kemungkinan perangkat data," kata Kevin. "Malam saya langsung hilang."
"Kalau data keluar, saya belikan kopi," kata Dimas.
"Kopi dulu, data kemudian."
Arka tidak ikut bercanda. Ia sudah memakai pelindung mata dan sarung tangan ganda.
Pemeriksaan luar dimulai dari tangan kanan. Kulit sela jari tampak kemerahan dan sedikit melepuh mikro. Swab toksikologi diambil dari telapak, sela jari, kuku, dan kertas tahan air.
Setelah itu Arka memeriksa tangan kiri.
Di bawah kuku jari manis kiri, ada serat halus berwarna biru gelap. Sangat kecil, hampir tenggelam dalam sisa kulit dan debu.
"Dimas, foto makro."
"Ada apa?"
"Serat di bawah kuku kiri. Bisa berasal dari orang yang ia cengkeram sebelum jatuh, atau dari benda yang ia pegang saat panik."
Adira mendekat.
"Warna dan jenis?"
"Belum bisa dipastikan di sini. Tapi teksturnya seperti wool-silk blend halus, kelas jas mahal."
Bambang menatap Adira.
"Bang Naga selalu pakai jas biru gelap di foto media."
"Catat sebagai kemungkinan pembanding," kata Arka. "Kita tetap perlu lab serat."
Sampel kuku dimasukkan ke wadah bukti.
Pemeriksaan organ dalam dimulai setelah foto lengkap dan izin pemeriksaan diterima. Arka menemukan tanda yang mendukung keracunan akut: cairan lambung berbau kimia tajam, paru basah, dan reaksi saluran napas yang tidak cocok dengan serangan jantung sederhana.
Sistem tiba-tiba memberi sorotan di area perut.
[Objek Asing Terdeteksi]
[Lokasi: Lambung]
[Bentuk: Silinder Pipih Berlapis Silikon]
[Komponen Metalik Mikro]
[Prioritas: Ekstraksi Hati-hati]
Arka berhenti.
"Kita perlu X-ray portable sebelum lanjut membuka lambung. Ada objek asing."
Suherman yang baru masuk menatapnya.
"Dari palpasi?"
"Ada massa kecil…
Dokter Forensik: Aku Bisa Melihat Penyebab Kematian
Episode 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 167 Episodes
Comments