Kereta api mewah berwarna hitam legam dengan lambang burung rajawali emas keluarga Obsidian meluncur membelah kabut musim gugur dengan kecepatan tinggi. Gerbong khusus eksekutif ini bergerak mantap di atas rel besi pribadi yang menghubungkan langsung Secilia City dengan pusat pemerintahan di Ibu Kota Imperial. Di dalam kabin utama yang dilapisi dinding kayu mahoni dan beludru sutra ungu, suasana terasa sangat tenang namun dipenuhi oleh konsentrasi energi yang tinggi.
Elena von Obsidian duduk bersandar dengan sangat anggun di atas sofa sutra yang empuk. Dia mengenakan mantel kasmir panjang berwarna abu-abu mutiara yang membungkus sempurna tubuh rampingnya. Rambut peraknya yang panjang bergerak lembut mengikuti getaran halus kereta, sementara sepasang mata safir birunya menatap lekat-lekat ke arah layar monitor tablet kerja di atas meja marmer.
Jari-jemari lentiknya bergerak lincah, memantau laporan pembelian surat utang subordinasi Imperial Central Bank yang terus mengalir dari tim analis Aethelgard Holdings di distrik utara.
"Proses akumulasi surat utang sudah mencapai tiga puluh dua persen dari total cadangan modal operasional mereka, Xavier," ucap Elena, suaranya terdengar merdu namun sedingin es kutub yang siap membekukan lawan. Dia mendongak, menatap suaminya yang duduk tepat di sampingnya sembari menyilangkan kaki secara menawan.
Xavier yang mengenakan setelan jas formal hitam kustom tiga potong tanpa celah, memalingkan tatapan mata abu-abu gelapnya dari jendela luar. Sifat protektif dan posesif yang melekat pada tubuh tegap sang Duke terlihat jelas dari bagaimana satu tangan kokohnya tidak pernah melepaskan genggaman hangatnya pada pinggang ramping Elena, memastikan permaisuri peraknya selalu berada dalam jangkauan perlindungan mutlaknya.
"Satu angka yang luar biasa dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, Elena," bisik Xavier dengan suara baritonnya yang berat, dalam, dan bergetar rendah di dekat telinga Elena. Dia menundukkan kepalanya sejenak untuk…
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!
Badai Rel dan Sumbu di Perbatasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments