Bab 077: Sniper di Pos Pandang
Mata Legiun berada di menara kayu tua.
Tingginya hanya dua belas meter, tetapi pos itu menghadap jalur gudang samping, parit bahan bakar, dan bukit tempat Hendra turun. Satu orang di sana cukup untuk membuat seluruh markas bangun sebelum ia mencapai gerbang.
Hendra bergerak di bawah garis angin.
Salju menempel di mantel putihnya. Wajah tertutup masker. Senapan senyap berada di dada, tetapi ia tidak berniat menembak dari jauh. Sniper yang mati mendadak bisa membuat radio diam. Radio yang diam akan lebih cepat membunyikan alarm daripada peluru.
Ia butuh sniper itu hidup.
Setidaknya selama beberapa menit.
Blacky menunggu di Ruang Hijau, siap keluar jika Hendra memberi panggilan. Anak itu tidak suka menunggu, namun malam ini satu gonggongan saja bisa membuat pos Legiun menoleh.
Hendra mencapai kaki menara saat jam menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat empat belas menit. Di atas, pria bernama Krisna belum ia ketahui namanya. Yang ia tahu: orang itu sabar, jarang bergerak, dan setiap lima belas menit mengirim laporan singkat lewat radio.
Laporan terakhir terdengar dari penerima kecil yang Hendra sadap.
"Pos Enam aman. Angin barat. Panas liar kosong. Lapor selesai."
Suara datar.
Profesional.
Laporan berikutnya datang dalam empat belas menit.
Hendra punya waktu kurang dari itu.
Ia memanjat sisi menara yang membelakangi angin. Tali kait masuk ke celah balok tanpa suara. Sepatu berpaku menempel pada kayu beku. Di atas, Krisna menggeser senapan panjangnya satu senti.
Hendra berhenti.
Tiga detik.
Krisna tidak menoleh.
Ia lanjut naik.
Saat kepalanya sejajar lantai pos, ia melihat semuanya: satu senapan sniper dengan peredam, satu termal-scope, satu radio, satu pistol di paha, dan termos kecil di dekat siku. Krisna memakai seragam Legiun berwarna abu gelap, tanda pengenal logam di dada.
Nama: Krisna.
Hendra masuk seperti bayangan.
Tangan kirinya menutup mulut Krisna. Tangan kanan menekan pisau ke sela rompi, tepat di bawah tulang rusuk.
"Satu suar…
Menimbun Perbekalan, Aku Santai Menonton Kiamat Es Turun
Episode 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments