Bab 026: Sebulan Hujan, Dunia Membisu
Pada hari ketiga puluh hujan, internet mati tanpa suara perpisahan.
Layar tidak lagi menampilkan galat, lingkaran pemuatan, atau tulisan pemeliharaan jaringan.
Hanya kosong.
Hendra berdiri di ruang kontrol bunker dengan secangkir kopi panas di tangan. Di depannya, enam layar menyala. Empat layar menunjukkan hujan. Satu layar menunjukkan peta nasional yang sudah tidak diperbarui sejak tiga hari lalu. Satu layar lagi menunjukkan panel sistem bunker.
Suhu dalam: 22°C.
Kelembapan dalam: stabil.
Daya utama: baterai mandiri.
Genset cadangan: siap.
Pompa drainase: aktif bergantian.
Pagar listrik perimeter: aktif.
Di luar, air jatuh seperti langit sedang dibuka paksa. Selama sebulan penuh, hujan tidak pernah benar-benar berhenti. Kadang mengecil menjadi tirai tipis. Kadang menghantam atap baja seperti ribuan batu. Tetapi tidak pernah berhenti.
Kota-kota yang dahulu ribut sekarang hilang dari layar.
Hari ketujuh, jaringan seluler mulai putus-putus.
Hari kesepuluh, listrik umum di banyak wilayah padam lebih lama daripada menyala.
Hari keenam belas, siaran berita nasional berpindah ke studio darurat.
Hari kedua puluh satu, studio itu berhenti menayangkan wajah manusia dan hanya memutar teks peringatan.
Hari kedua puluh tujuh, teks itu membeku di satu kalimat: Tetap tenang dan tunggu instruksi resmi.
Setelah itu tidak ada instruksi lagi.
Hendra menyeruput kopi. Rasanya pahit, hangat, dan sangat mahal di dunia yang mulai lupa bentuk kenyamanan.
Blacky berbaring di bawah meja kontrol. Tubuh kecilnya sudah tidak sekurus saat ditemukan di lereng belakang. Bulunya lebih bersih. Matanya lebih terang. Tetapi telinganya selalu bergerak setiap kali suara asing menyentuh pagar luar.
"Tenang," kata Hendra pelan.
Blacky tidak menggonggong. Ia hanya mengangkat kepala, lalu menatap layar paling kiri.
Hendra ikut melihat.
Kamera gerbang depan tertutup air. Gambar buram, tetapi sensor gerak di pagar luar menyala merah.
Satu titik panas bergerak pelan dari…
Menimbun Perbekalan, Aku Santai Menonton Kiamat Es Turun
Episode 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments