Menunggu di luar ruang pemeriksaan membuat satu menit terasa lebih panjang daripada kabel yang pernah kami tarik keliling pasar.
Mak Mina datang pukul satu lewat dua puluh membawa rantang tiga tingkat dan kemarahan yang cukup untuk memberi penerangan satu kantor.
“Siapa yang bilang pulang?” tanyanya begitu melihat kami di bangku lorong. “Anak orang di dalam, kalian mau tidur?”
“Petugas yang menyuruh pulang, Mak,” kata Tia.
“Petugas boleh menyuruh. Kaki kita boleh tidak ikut.”
Ia membuka rantang di halaman samping karena makan tidak diizinkan di lorong. Tingkat pertama berisi nasi, tingkat kedua ayam sambal, tingkat ketiga telur yang jumlahnya lebih banyak daripada orang. Mak Mina selalu memasak seolah satu masalah hukum dapat mengundang keluarga dari tiga kecamatan.
Pak Tor duduk di ujung bangku dengan kotak alat Binsar di pangkuan. Anak itu meninggalkannya di bengkel, tetapi Bapak membawanya tanpa menjelaskan. Tang kombinasi, obeng, sarung tangan, dan buku catatan tersusun di dalam. Pada penutupnya ada stiker sertifikasi baru yang dipasang miring.
“Kenapa dibawa?” tanyaku.
“Biar waktu dia keluar, barangnya masih ada,” jawab Pak Tor.
Aku tidak bertanya lagi.
Liza berbicara dengan pendamping hukum melalui telepon. Pemeriksaan bergerak dari identitas palsu ke akses gudang, lalu ke pekerjaan sampingan yang tidak tercatat. Setiap jawaban Binsar membuka pertanyaan lain. Ia belum ditetapkan sebagai tersangka, tetapi petugas belum bersedia menyebutnya sekadar saksi.
Aku melihat pintu tertutup dan teringat pagi ketika kabel festival hilang. Waktu itu namanya belum muncul pada formulir palsu. Aku sudah siap menuduh karena ia memegang kunci dan pernah berbohong. Bahkan sebelum itu, aku pernah menganggapnya pencuri kabel bengkel. Nama buruk memang bergerak lebih cepat daripada penjelasan karena orang seperti aku senang memberinya motor.
“Aku seharusnya dulu tak langsung menuduh dia,” kataku.
Liza menutup panggilan. “Iya.”
Aku menunggu tambahan bahwa sekarang aku sudah berubah.…
Konslet
MENUNGGU DI LUAR RUANG PEMERIKSAAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments