Nomor rekening itu tidak mengenal Pak Tor, tetapi dokumennya mengenal terlalu banyak tentang dirinya.
Pagi setelah buku hitam dibuka, kami pergi ke bank cabang tempat rekening tercatat. Liza tidak ikut karena harus menemui auditor pasar, tetapi ia menyiapkan map berisi surat kuasa, laporan kehilangan salinan identitas lama, bukti transfer, dan daftar pertanyaan yang membuat petugas layanan nasabah menelan ludah sebelum kami duduk.
Aku datang bersama Pak Tor dan Tia. Bapak memakai kemeja paling rapi, seolah bank akan lebih percaya kepada orang yang kerahnya disetrika. Tia tidak membawa kamera besar. Ia hanya memegang buku catatan dan ponsel dalam tas, sesuai aturan bahwa area layanan tidak boleh direkam tanpa izin.
Petugas pertama mengatakan informasi rekening bersifat rahasia. Kami mengatakan kami tidak meminta saldo, hanya ingin melaporkan dugaan penggunaan identitas. Ia memanggil atasannya. Atasannya membaca dokumen, memanggil bagian kepatuhan, lalu meminta kami menunggu. Dalam satu jam, kami berpindah tiga kursi dan mendapat dua gelas air, tetapi belum mendapat satu jawaban yang dapat dibawa pulang.
Aku mulai memahami mengapa orang marah di internet. Di sana satu tuduhan dapat selesai dalam tiga puluh detik, lengkap dengan musik tegang dan huruf kapital. Di kantor resmi, kebenaran harus mengambil nomor antrean.
Bagian kepatuhan akhirnya membandingkan data dasar. Mereka tidak menunjukkan nama pemilik rekening, tetapi mengonfirmasi bahwa nomor tersebut bukan rekening atas nama Torang Sinaga. Nama Pak Tor hanya muncul pada lampiran pembayaran dari pihak pengirim, bukan pada data bank penerima.
“Jadi seseorang menulis nama Bapak di daftar, lalu mengirim uang ke orang lain?” tanyaku.
Petugas mengangguk hati-hati. “Itu dugaan yang perlu diperiksa aparat. Kami akan menandai transaksi dan menyiapkan jawaban resmi jika ada permintaan penyidik.”
Pak Tor menyerahkan fotokopi KTP lama yang pernah hilang saat proyek gudang. Foto itu masih menunjukkan kumis tebal dan rambut ya…
Konslet
REKENING PALSU ATAS NAMA BAPAK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments