Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa. Usia kehamilan Rahma kini sudah memasuki bulan kesembilan, menanti hari kelahiran sang buah hati yang tinggal menghitung hari. Banyak suka dan duka yang telah dilalui Sakti dan Rahma sepanjang masa-masa kehamilan ini.
Sementara itu, Profesor Asha pun kini tengah mengandung dengan usia kandungan menginjak tujuh bulan, berbeda dua bulan saja dari Rahma.
Hari itu, kedua calon ibu tersebut baru saja selesai melakukan pengecekan rutin di rumah sakit. Semenjak ditinggal suami masing-masing bertugas, Rahma dan Asha selalu kompak pergi periksa bersama. Sudah tiga bulan terakhir Kapten Sakti dan Mayor Adnan menjalankan tugas operasi di luar Pulau Jawa. Sesuai jadwal, rencananya lusa mereka baru selesai bertugas dan kembali ke Bandung.
Saat melangkah pelan menyusuri koridor menuju area lobby rumah sakit, Asha merangkul pelan lengannya Rahma seraya memperhatikan perut membuncit sahabatnya itu.
"Wah, HPL kamu tinggal menghitung beberapa hari lagi, Rahma. Pas banget suami kamu pulang, sebentar lagi kamu lahiran... semuanya seperti sudah direncanakan saja," ujar Asha tersenyum hangat.
Rahma mengelus perut besarnya dengan lembut, raut rindu terpancar dari matanya. "Sepertinya begitu, Prof... Untung saja ada Ayah dan Ibuku yang menemani aku selama Kak Sakti bertugas di Sulawesi. Dan juga, kok bisa-bisanya ya Kak Sakti dan Mayor Adnan ditempatkan di tempat dinas yang sama lagi?"
Asha tertawa renyah mendengar pertanyaan itu. "Mereka itu sudah seperti biji yang tak bisa terpisahkan, Rahma!" celetuk Asha blak-blakan.
BZZZT!
Tawa terbahak-bahak Rahma dan Asha seketika pecah tepat di depan pintu lobby rumah sakit. Namun, tawa mereka mendadak terhenti saat sebuah suara berat khas militer bergema dari arah belakang.
"Aish... enak saja kalian mengatai kami seperti biji!"
Sontak Rahma dan Asha menoleh secara bersamaan. Di hadapan mereka, berdiri dua pria tegap berbalut seragam loreng lengkap dengan baret di kepala. Kapten Sakti dan Mayor Adnan berdiri…
Komandan Galak Itu, Suamiku
Chapter 79
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
Ariany Sudjana
begitulah konsekuensinya jadi istri prajurit, ditinggal tugas di daerah konflik. puji Tuhan, sakti dan mayor Adnan bisa pulang cepat, biasanya baru bisa pulang setelah anak lahir, jadi istri berjuang sendiri atau ditemani keluarga yang lain, jadi pas suami pulang, anaknya ga kenal papanya 😄🙏
2026-08-08
1
Teh Euis Tea
wahhh ternyata Asha jg hamil cuma beda 2 bln, nanti sahabatan klu dah dewasa sahabatan lg deh
2026-08-08
1
Ilfa Yarni
ada suka dukanya jadi istri prajurit sukanya kita bangga punya suami yg membela negara dan duka kita harus siapa di tinggal pergi sebentar atau selamanya
2026-08-09
1