Malam hari di desa Sukarumpi, suasananya masih terasa panas. Gosip panas sore tadi masih jadi obrolan asik malam ini, Para warga berkumpul di pos ronda yang lebih banyak di penuhi oleh populasi ibu-ibu dibanding oleh bapak-bapak.
Keberadaan bapak-bapak yang sedang ngopi di pos, seolah terusir oleh kedatangan ibu-ibu sepulang dari pengajian. Para ibu-ibu yang masih belum puas dengan obrolan gosip tadi sore tentang Raya.
"Bu, ibu udah deh kasihan si Raya nanti kupingnya panas diomongin terus." ucap Bu Mustika, padahal ia sendiri masih belum puas menertawakan gosip itu. Seolah ia sangat puas dengan penderitaan Raya dan ibunya.
Mustika dan Siti memang benar-benar merasa senang atas gosip Raya itu, mereka sangat merasa puas kala melihat Maimun yang sering menunduk di masjid tadi, mungkin malu dengan gosip miring anaknya yang menikah dengan seorang pria yang tidak menyukai wanita.
Rasa iri Mustika dan Siti karena melihat bangunan rumah Maimun yang telah bagus berdiri kokoh di sudut desa, dengan halaman yang luas dengan hiasan tanaman yang mahal. Semua kemewahan itu mereka yakini hadir berkat pernikahan Raya dengan Juan. Tapi rasa iri itu seolah terbayarkan oleh gosip panas tentang Raya sore tadi, mereka merasa puas dengan kehidupan Raya yang mereka kira menderita di kota sana.
Siti dan Maimun sudah duduk tenang pada dudukan pos ronda yang terbuat dari bambu, dua sejoli itu itu duduk di tengah-tengah seolah sedang menjadi hidangan hangat yang menemani malam yang dingin.
"Ternyata si Raya terlalu lemah ya buat hidup di kota, gak seperti anak saya si Sari, walaupun banyak yang ngajak nikah dari kalangan atas, tapi Sari tidak mau karena mau fokus dengan kerjanya dulu." Siti memulai obrolan panas.
"Wanita lugu seperti itu mana bisa menolak." timpal Mustika.
"Kasihan juga ya, apa jangan-jangan Raya diancam ya" timpal warga lain.
"Sepertinya sih seperti itu, tau kan orang-orang sana kalau udah bertindak kejam." Siti sambil memeluk mukena yang ditangannya.
"Hei... bu ibu, pulang…
Raya Gadis Desa Terhina, Dinikahi CEO Tampan
Hadiah yang bikin Salah Tingkah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments