Kamar hotel dengan pencahayaan temaram terasa begitu sunyi. Raya berdiri di depan cermin, perlahan melepaskan satu per satu aksesoris yang menghiasi hijabnya. Jemari lentiknya dengan hati-hati melepas semua peniti yang tertanjab pada hijabnya, Sementara itu, Juan melangkah mendekat dengan raut wajah yang sulit ditebak.
Langkah Juan makin mendekat dan semakin mengikis jarak dengan Raya, deru nafas Juan yang kasar perlahan raya rasakan.
"Beruntung sekali hidupmu," ucap Juan datar. "Menikah dengan pria yang mapan dan mendapatkan mahar yang tidak sedikit. Puas kamu sekarang?". Wajah dengan rahang yang tegas, dan sorot mata yang tajam menatap bola mata dengan manik hitam indah berkilauan beradu dengan cahaya lampu kamar hotel yang temaram.
Raya menghentikan kegiatannya. Ia berbalik menghadap sang suami. Jantungnya berdebar tak karuan, namun Raya berusaha sekuat tenaga untuk menutupi semua ketakutan dan kecanggungan yang kian menyelimuti tubuhnya.
"Ternyata wanita yang terlihat sederhana pun bisa mengincar harta," lanjut Juan dengan tatapan dingin. "Dasar perempuan materialistis." suaranya terdengar berat, dingin bagai ada lapisan es yang tebal pada tubuh pria jangkung itu.
Bukannya gentar, Raya justru menatap Juan dengan tenang. Tatapannya lurus, tanpa sedikit pun rasa tersinggung. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang masih berbalut makeup sederhana, untuk pertama kalinya Juan benar-benar memperhatikan wajah istrinya. Tanpa riasan berlebihan, kecantikan raya justru tampak begitu alami.
"Abang..." suaranya halus, begitu lembut keluar dari tenggorokannya.
Dengan ragu, Raya mengangkat kedua tangannya, lalu menepuk pelan kedua pipi Juan. Senyum tipis menghiasi wajahnya. iris mata yang bulat nan hitam itu menatap manik mata tajam, binar mata yang berkilauan seperti akan mengalahkan sorot mata yang tajam, yang perlahan mengendur.
"Pernikahan ini terjadi karena tujuan kita sama," ucapnya lembut. "Abang ingin membahagiakan Ibu, begitu juga Raya. Jadi, jangan saling menyalahkan.…
Raya Gadis Desa Terhina, Dinikahi CEO Tampan
Babak Baru kehidupan Raya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments