Bab 91
Pak Bagas datang ke rumah baru Naya pada Minggu pagi dengan sebuah map kulit tua di tangannya.
Naya sedang duduk di meja makan, memeriksa laporan produksi sambil menahan mual yang sejak subuh tidak mau pergi. Arga berdiri di belakangnya, satu tangan memegang gelas air hangat, tangan lain siap mengambil laporan itu kapan saja kalau wajah istrinya berubah pucat.
"Jangan berdiri seperti satpam pribadi," gumam Naya.
"Aku sedang belajar jadi suami yang tidak panik."
"Gagal."
Rafi tertawa dari sofa. Lala mengangkat tangan tanpa menoleh dari buku gambarnya. "Aku setuju sama Mama."
Pak Bagas masuk tepat saat Arga hendak membela diri. Pria tua itu menatap menantunya dari ujung rambut sampai sepatu rumah, lalu meletakkan map di atas meja.
"Ini buku lama Prameswari," katanya.
Naya langsung menegakkan tubuh. "Papa masih simpan?"
"Tentu. Dulu kakekmu mencatat semua utang, semua janji, semua nama pegawai yang pernah dibantu keluarga kita. Bukan untuk menagih. Untuk ingat bahwa bisnis bukan cuma soal siapa yang menang."
Arga tidak menyentuh map itu. "Kenapa diberikan kepada saya?"
Pak Bagas menarik kursi. Ia duduk dengan pelan, seperti setiap kata yang akan keluar sudah ia timbang semalaman.
"Karena mulai sekarang, kalau Naya jatuh, kau bukan penonton. Kalau dia naik terlalu cepat sampai lupa napas, kau juga bukan orang yang menambah beban. Kau harus tahu dari mana keluarganya berdiri."
Naya menatap ayahnya. "Pa..."
"Diam dulu. Papa sedang bicara dengan suamimu."
Arga mengangguk. "Saya dengar."
"Aku tidak minta kau menyelamatkan Naya. Anak itu bisa menyelamatkan dirinya sendiri, walau kadang caranya membuat orang tua cepat tua. Aku minta kau tidak mengurungnya dengan alasan cinta."
Kalimat itu jatuh tenang, tapi menusuk lurus ke dada Arga.
Ia pernah melakukan itu. Dengan dingin, dengan salah paham, dengan surat cerai yang dulu hampir membuatnya kehilangan segalanya.
"Saya mengerti," kata Arga. "Dan kalau suatu hari saya mulai lupa, Papa boleh mengingatkan saya dengan cara p…
Diceraikan Pewaris Pulang Membawa Si Kembar
Episode 91
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments