Bab 49
Penangkapan Haryo Wibowo tidak membuat Jakarta tenang. Justru sebaliknya. Nama-nama yang dulu bersembunyi di bawah tanda tangan dan jabatan mulai panik. Komisaris yang pernah minum kopi dengannya menghapus foto. Pejabat yang pernah menerima amplop darinya mendadak sakit. Media yang semalam membelanya mengganti narasi menjadi "dugaan jaringan lama".
Rendra menyebutnya migrasi moral mendadak.
"Semua orang tiba-tiba punya hati nurani setelah rekening dibekukan," katanya.
Naya duduk di ruang rapat Mahendra, membaca daftar perusahaan cangkang. Arga berdiri di depan layar. Banyu memimpin tim audit. Dimas, entah bagaimana, berhasil duduk di sana dengan alasan "mewakili keluarga korban" dan membawa keripik.
"Kamu harus makan itu sekarang?" tanya Rendra.
"Aku berpikir lebih baik sambil mengunyah."
"Yang terdengar hanya dendam renyah."
"Bagus. Dendamku perlu tekstur."
Naya menatap mereka. "Kalau kalian sudah selesai menikah secara verbal, kita lanjut?"
Dimas langsung diam. Rendra tersenyum tipis.
Arga menunjuk bagan. "Sentra Aset punya delapan perusahaan lapis. Empat terhubung langsung ke aset vendor yang jatuh setelah audit palsu. Dua dipakai untuk membayar media dan oknum polisi. Satu yayasan pendidikan. Satu belum jelas."
Banyu menambahkan, "Perusahaan terakhir bernama Lembah Timur Logistik. Baru aktif tiga bulan lalu. Ada transaksi besar kemarin malam sebelum Haryo ditangkap."
Rendra menajam. "Ke mana?"
"Ke rekening luar negeri, tapi sebagian tertahan karena laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan."
Arga berkata, "Bekukan semua aset terkait. Legal, pajak, kepolisian, jalan bersamaan."
"Dewan komisaris akan melawan," kata Banyu.
"Biarkan. Yang bersih akan mendukung. Yang kotor akan terlihat."
Naya memperhatikan Arga. Ini pria yang dulu terlalu percaya pada dokumen. Sekarang ia memakai dokumen untuk membuka kebohongan. Perubahan itu nyata, tetapi luka lama tidak otomatis hilang karenanya.
Rendra menerima telepon dari Ajeng. "Haryo menolak menjawab. Ad…
Diceraikan Pewaris Pulang Membawa Si Kembar
Episode 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments