Tanpa membuang waktu, Kalani bergegas membawa tas besar berisi kalung berlian, tas-tas mewah, dan sepatu bermerek miliknya ke sebuah toko perhiasan dan barang mewah langganannya dulu. Dengan napas terengah-engah dan mata penuh desakan, ia meletakkan semua barang itu di atas meja kaca.
Pemilik toko, seorang pria paruh baya yang sangat paham perangai Kalani, memeriksa kalung berlian itu menggunakan kaca pembesar. Ia mengernyitkan alis.
"Nona Kalani, kalung berlian ini memang asli dan sangat indah. Tapi sayangnya, ada lecet halus di bagian pengait dan beberapa goresan di bagian permukaannya," ujar pemilik toko dengan nada dingin.
Ia tahu betul jika sosok Kalani adalah tipikal manusia tak sabaran. Kalani suka sesuatu yang cepat.
"Berapa harga yang bisa kamu berikan?!" potong Kalani tak sabar, jarinya mengetuk meja dengan gelisah.
Pria paruh baya itu mengangkat sudut bibirnya, membentuk senyuman tipis. Lihat, kan? Dugaannya benar.
"Untuk kalung, tas, dan sepatu ini... saya hanya bisa memberi harga total delapan ratus juta rupiah," jawab pemilik toko tegas.
"Apa?! Delapan ratus juta?!" jerit Kalani melotot. "Kalung ini saja dulu aku beli dengan harga hampir satu miliar! Ditambah, dengan tas-tas dan sepatu-sepatu ku ini. Seharusnya, harganya bisa lebih satu miliar, kan? Anda... mau memeras ku, ya?!"
"Kalau Nona tidak mau, silakan bawa kembali barang-barang ini," balas pemilik toko santai seraya mendorong kembali kotak perhiasan itu.
Kalani menggigit bibirnya erat-erat hingga terasa perih. Mengingat ancaman Hendra soal July yang siap membawa uang dua miliar, Kalani terdesak tanpa pilihan.
"Baik! Ambil semuanya! Transfer delapan ratus juta itu sekarang juga!"
Setelah uang delapan ratus juta rupiah resmi masuk ke rekeningnya, Kalani langsung meluncur secepat angin kembali menemui Hendra di kantor daruratnya.
Dengan dada yang busung penuh keangkuhan, Kalani menyerahkan bukti transfer tersebut dan menandatangani lembar demi lembar surat pernyataan investasi yang disodorkan Hend…
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina
Bab 98
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Ma Em
Si Kalani langsung jatuh pingsan kena tipu si Hendra dan Pamela , makanya Kalani jgn serakah hdp kamu gara gara mau menyaingi Seraphina hdp nya sekarang malah tambah hancur .
2026-08-09
0
ryuka
wkwkwkwkwk.. ini yg di sebut bodoh ga ketolong.. udah di kasih tau sma bapak nya maaih songong.. begini nih jadi nya
2026-08-09
2
dewi rofiqoh
Makanya kalani sadar! Jangan kemaruk, gengsi dan sombong jadi orang. Kena tipu sock lah kamu
2026-08-09
0